Rabu, 21 Desember 2011

Christmas Letter - 4 Days Before Christmas (UNLIMITED LIFE)

Lukas 1:37
"Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Manusia adalah ciptaan Allah yang paling sempurna hingga disebut segambar dan serupa dengan Allah. Namun dosa sudah merusak gambar diri kita dan mulailah banyak keterbatasan dalam diri manusia. Sumber kegagalan manusia adalah karena banyak manusia menggantungkan dirinya pada sesuatu yang terbatas, padahal Allah yang tidak terbatas selalu membuka diri Nya untuk setiap manusia yang ingin datang kepada Nya.

Di dalam acara Kick Andy di Metro TV, pernah sekali menampilkan bintang tamu Ir. Ciputra. Siapakah yang tidak mengenal nama itu, hampir seluruh rakyat Indonesia mengenal nama tersebut, bahkan lingkup internasional pun mengetahuinya. Setelah melakukan talk show dengan host acara tersebut, maka masuklah ke sesi tanya jawab, dimana ada seorang yang bertanya mengenai rahasia sukses dari Pak Ciputra. Dan sungguh membuat saya kaget dan kagum, sebagai seorang Insinyur yang memiliki segalanya, dia berkata bahwa rahasia sukses pertamanya adalah pada saat dia menerima Yesus sebagai juru selamat dalam hidupnya, dan itu ditayangkan secara LIVE. Saya sudah cari di Youtube dan tidak menemukan rekamannya, hanya pernah melihatnya sekali dan sayangnya saya tidak memiliki filenya untuk saya bagikan, mungkin jika Anda memilikinya bisa membagikannya kepada saya.

Kenapa kehidupan Pak Ciputra bisa menjadi besar sampai sekarang itu karena dia tidak mau menggantungkan hidupnya pada sesuatu yang terbatas tetapi pada yang tidak terbatas, yaitu Yesus kita yang UNLIMITED. Dia baru kelas 2 SD pada saat berusia 12 tahun, bagi kita itu adalah usia untuk masuk jenjang SMP, tetapi karya-karya yang dihasilkannya adalah sebuah karya yang sangat jenius.

Tidak lah adil jika masa lalu kita menyetir kehidupan kita ke depan, tidak peduli siapa kita hari ini, namun yang pasti Tuhan Yesus selalu punya rencana untuk menjadi siapa kita di masa depan. Unlimited Life akan terjadi pada saat kita memutuskan untuk bergantung pada sang Unlimited, Yesus Kristus.

Selamat menyongsong Natal,
Tuhan Yesus memberkati...

Selasa, 20 Desember 2011

Christmas Letter - 5 Days Before Christmas (Behind The Scene: The Passion Of The Christ)

Yesaya 46:1-9
"Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu....menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu." (Yesaya 46:4)

Pernah melihat The Passion Of The Christ? Jika pernah maka seharusnya Anda kenal dengan seorang yang bernama Jim Caviezel, dia ada nama dari aktor yang memerankan sosok Tuhan Yesus di film tersebut. Sangat menarik jika membaca kisahnya, dia adalah pengikut Katolik yang taat, pada tahun 2002 pada film "The Crimes" dia menolak untuk melakukan adegan percintaan dengan Ashley Judd. Hingga pada akhirnya bintang besar Mel Gibson memberikan penawaran untuk membintangi film The Passion Of The Christ. Butuh banyak waktu dan pertimbangan untuk menerima tawaran yang dianggapnya sangat kontroversial dan pada akhirnya dia menerimanya.
Banyak kisah menarik di balik pembuatan film tersebut. Ada satu adegan dimana Jim Caviezel memerankan adegan Yesus yang sedang mangangkat salib menuju bukit tongkorak, dan berita yang menarik adalah bahwa berat dari salib tersebut adalah seperti aslinya. Jika Anda melihat bahwa ekspresi wajah dari Jim Caviezel adalah sangat menghayati, ya benar-benar menghayati bahkan itu adalah ekspresi wajahnya yang asli. Bahkan sampai dia terjatuhpun itu bukanlah sebuah akting. Pada saat adegan cambuk pun, ada satu cambukan yang meleset dan akhitnya membuat luka di punggungnya sebesar 13 inci. Dan hasil dari menopang salib tersebut dia mengalami cedera pada tulang bahunya.

Apa yang dialami oleh Jim Caviezel terlihat cukup menyedihkan, namun baginya adalah sebuah anugrah bisa memerankan sosok Jesus Christ. Dan kira-kira apakah yang dirasakan oleh Yesus sendiri pada saat dia diadili, membawa salib Nya, dicambuk, dan disalibkan 2000 tahun yang lalu. Jim Caviezel mungkin masih bisa mengatakan cut dan semua kru akan membantunya, tapi tidak dengan Tuhan Yesus pada waktu itu, namun hal tersebut tetap dilakukan Nya hingga selesai, karena apa, jawabannya adalah karena kasih Nya kepada kita.

Memerankan film The Passion Of The Christ benar-benar menguatkan iman Jim Caviezel, karena diapun belajar seberapa besar harga yang harus di bayar oleh Yesus di kayu salib atas dosa-dosanya, mari kita belajar dari pengalaman Jim Caviezel, bahwa salib yang kita bawa tidak pernah sebesar salib yang Yesus pikul 2000 tahun lalu, bahkan pada saat kita mengaku percaya dan berserah kepada Nya, Yesus akan memberikan kekuatan pada kita untuk memikul semua beban masalah kita.

Filipi 4:13
"Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku"

Saat kita bersama dengan Yesus, tidak akan pernah ada masalah yang dapat menjatuhkan kita, yang terpenting adalah kita percaya, karena tidak adalah masalah yang datang tanpa ijin dari Nya, dan setiap masalah tersebut pun datang karena atas ijin Nya untuk meningkatkan kapasitas kita. Dan apapun yang terjadi, ingatlah bahwa tidak sekalipun kita berjalan sendiri, karena janji Tuhan sampai memutih rambut kita, Dia akan tetap menggendong kita dan menyelamatkan kita.

Selamat menyongsong hari Natal,
Tuhan Yesus memberkati... =)

Senin, 19 Desember 2011

Christmas Letter - 6 Days Before Christmas (POSITIVE THINKING)

Habakuk 3:17-18
“Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah, hasil pohon zaitun mengecewakan, sekalipun ladang-ladang tidak menghasilkan bahan makanan, kambing domba terhalau dari kurungan, dan tidak ada lembu sapi dalam kandang, namun aku akan bersorak-sorak di dalam TUHAN, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku”

6 hari lagi kita akan merayakan Natal dan lebih dari itu 13 hari lagi kita akan masuk ke dalam tahun 2012. Kira-kira apa yang ada di pikiran Anda tentang tahun 2012?
Ahli-ahli ekonom mengatakan bahwa 2012 akan rawan terjadi resesi dunia yang sudah ditandai oleh krisis Eropa yang tidak kunjung selesai, belum lagi ahli-ahli politik, fisika, dan lain-lain. Apakah 2012 adalah tahun berkat atau tahun kehancuran itu semua ada di pikiran kita sendiri, dan kabar baiknya adalah apa yang kita pikirkan itulah yang akan terjadi di dalam kehidupan kita di tahun 2012.

Daud adalah anak paling bungsu dari Isai, pekerjaannya hanya menggembalakan kambing domba, berbeda dengan ketujuh orang kakaknya yang tiga di antaranya adalah seorang prajurit di kerajaan Saul. Menurut Anda, kira-kira seberapa besarkah impian dari seorang penggembala kambing domba, mungkin yang ada hanyalah mimpi untuk memiliki kambing domba yang lebih banyak lagi. Namun tidak demikian, walaupun keadaan tidak mengijinkan tetapi tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, melalui percakapan dengan Tuhan, Samuel mengurapi Daud sebagai raja. Apakah Daud langsung menjadi raja pada saat itu, jawabannya TIDAK, tetapi saat itu pola pikir dari Daud adalah pola pikir seorang raja. Hingga pada saat bangsa Israel berhadapan dengan Goliat dan tidak ada yang berani melawannya, maka Daud lah yang maju. Kalau melihat kondisi fisik dari Daud dan Goliat, tentu semua orang sudah tau bahwa Daud akan kalah, namun keyakinan dan iman Daud jauh lebih besar dari pada Goliat.

Apakah yang dapat kita ambil dari kisah Daud dan Goliat? Tentu saja banyak yang dapat kita pelajari. Namun satu hal yang ingin saya bagikan adalah tidak ada masalah yang lebih besar dari Tuhan kita. Orang boleh bilang kalau 2012 adalah tahun yang susah, tetapi jika kita memiliki iman dan keyakinan seperti Daud maka 2012 adalah tahun berkat, karena janji Tuhan kepada kita bahwa tidak sekalipun anak orang percaya akan meminta-minta roti, dan saya yakin sekali Tuhan akan pelihara hidup kita dan keturunan kita.

2012 adalah tahun berkat...
Tuhan Yesus memberkati

Minggu, 18 Desember 2011

Christmas Letter - 7 Days Before Christmas (GOD MESSENGER)

Statistik angka kematian dari WHO (2009) mengatakan bahwa setiap tahun akan ada angka kematian sebanyak  66,088,095 jiwa dan 181,063 jiwa dalam satu hari. Jika diperkecil lagi maka akan mendapatkan angka 7,544 jiwa dalam 1 jam, 126 jiwa dalam 1 menit, dan 2 jiwa dalam setiap detiknya.
Melihat data di atas, maka tidaklah aneh jika bisnis pemakaman tidak pernah menjadi sepi, bahkan akhir-akhir ini berita duka bukanlah hal yang aneh. Dalam tahun 2011 ini, sudah ada 3 orang teman yang masih seumuran dengan saya meninggal dunia, dan kemarin salah satu dosen saya meninggal karena sebuah penyakit yang sudah lama diderita. Apakah kita masih bisa merasa kita ini kuat setelah melihat fakta-fakta di atas?

Filipi 1:21
"Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan"

Ya benar, itu adalah kata-kata dari Rasul Paulus. Sebagai pengikut Kristus, kematian hanyalah sebuah langkah untuk kita kembali ke dalam tubuh roh kita dan bertemu dengan Sang Pencipta. Tetapi berapa banyak dari kita yang benar-benar berani mengatakan kalimat seperti yang dikatakan oleh Rasuk Paulus?

Jika Anda menjawab "BERANI" saya ucapkan selamat untuk iman Anda, namun ingatlah bahwa hidup ini tidak cukup hanya pada diri kita sendiri.

Yehezkiel 33:8
".......... tetapi Aku akan menuntut pertanggungan jawab atas nyawanya dari padamu"

Bukan hanya satu ayat, namun sampai tiga ayat di dalam kitab Yehezkiel mengatakan hal yang serupa. Jika ada orang jahat di antara kita, dan kita membiarkannya hingga mereka meninggal dan dalam kondisi tidak mengenal Kristus, maka ingatlah bahwa itu adalah tanggung jawab kita di hadapan Tuhan kelak. Begitu pula jika ada saudara kita seiman yang hidupnya menjadi tidak benar dan kita biarkan hingga meninggal dalam dosa-dosanya, maka itupun adalah tanggung jawab kita terhadap Tuhan.

Saat kita mencintai seseorang, maka kita akan berusaha melakukan apa saja untuk menyenangkan hati orang yang kita cintai. Jadi, jika kita berani berkata bahwa kita mencintai Tuhan, maka lakukanlah semua hal yang dapat menyukakan hati Tuhan.


Be A GOD MESSENGER!
Tuhan Yesus Memberkati... =)

Sabtu, 17 Desember 2011

Christmas Letter - 8 Days Before Christmas

Amos 5 : 24
"Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir."

Jika kita membaca Amos 5 : 21-25, disana Tuhan mengatakan bahwa Tuhan marah terhadap bangsa Israel, tertulis pada ayat yang 21 dan 22, dimana Tuhan berkata bahwa Ia membenci dan menghinakan perayaan bangsa Israel, bahkan persembahan-persembahan dan korban bakaran pun Tuhan tidak suka dan terlebih lagi tidak mau melihatnya. Dengan membaca ayat tersebut, saya mulai tersadar dan mulai berpikir, apakah persembahan, perpuluhan, puji-pujian yang saya berikan ini dapat menyukakan hati Tuhan.

Tuhan kita adalah Tuhan yang besar dan maha segala-galanya. Jadi janganlah kita sombong dengan kekayaan kita. Persembahan sebesar apapun tidak akan dapat menyogok Tuhan untuk tutup mata akan dosa-dosa kita. Amos 5 ayat 25 dikatakan, bahwa 40 tahun bangsa Israel di padang gurun, tidak mempersembahkan korban sembelihan dan korban sajian kepada Tuhan, namun Tuhan terus menyertai bangsa Israel hingga sampai ke tanah perjanjian.

Saya mulai berpikir, sebenarnya apa yang Tuhan mau? Lalu apakah kalian pernah berpikir juga mengenai persembahan dalam perjanjian lama dan perjanjian baru? Mengapa Tuhan di PL meminta korban bakaran? Dan mengapa kita hanya memberikan sejumlah uang untuk persembahan? Manakah yang berkenan? Apakah Tuhan butuh uang kita? Bahkan persembahan dan korban sajian pun Tuhan katakan tidak mau pandang.

Ya, ada kisah di Perjanjian Baru, dimana tercatat kisah orang miskin yang memberikan uang receh untuk persembahan di bait Allah, dan Yesus tidak melarang akan hal tersebut. Persembahan adalah dari hati dan bukan dari banyaknya atau besarnya persembahan kita. Tuhan tidak perlu itu semua, bahkan kekayaan kita pun bukan apa-apa untuk Tuhan kita. Yang Tuhan inginkan adalah kehadiran kita sebagai anak-anak Nya. Korban bakaran hanyalah alat agar kita bisa berlama-lama dalam hadirat Tuhan, seperti sekarang ini pun, liturgi sudah semakin baik, sehingga walaupun persembahan kita hanya berupa uang, namun kita tetap memiliki waktu untuk berlama-lama dalam hadirat Tuhan dalam puji-pujian dan penyembahan kita kepada Nya.

Berikanlah persembahan yang kudus dan berkenan di hadapan Allah, dan persembahan yang terindah adalah hidup kita sendiri.

TUHAN YESUS MEMBERKATI... =)

8 Days Before Christmas...

8 Hari lagi kita akan merayakan Natal di tahun 2011, bagaimanakah persiapan kalian untuk menyambut hari kedatangan Mesias ke dunia? Ya memang, Mesias telah datang ke dunia sekitar 2000 tahun yang lalu, dan akan datang lagi yang kedua kalinya untuk menghakimi seluruh umat manusia, lalu apakah sebenarnya Natal yang kita rayakan saat ini? Apakah Natal hanya sebatas pohon natal yang indah, hadiah, pra pesta sebelum tahun baru, dan sebagainya.
Ya, Natal adalah sebuah peringatan akan kelahiran Sang Mesias, Yesus Kristus ke dunia ini, dimana hari ini sering kali menjadi titik awal hidup baru bagi setiap orang percaya. Natal tidak akan berguna jika tidak ada Kristus di dalam Nya. Ingat, jika kita bisa mengatakan bahwa Natal adalah memperingati Sang Mesias, maka Natal tidak akan menjadi Natal jika kita tidak mengikutsertakan Kristus.
Saya memiliki sebuah komitmen tersendiri untuk Natal tahun ini. Masih kurang 8 hari lagi, dan saya ingin bisa hidup kudus di hadapan Tuhan, minimal hingga akhir tahun 2011. Hadiah dan berkat Natal adalah sebuah bonus, namun yang terpenting adalah apakah Natal tahun ini Sang Mesias benar-benar hadir di hati kita masing-masing. Buatlah sebuah komitmen untuk perubahan yang lebih baik.

Semoga semangat Natal selalu berkobar dan terus menyalah di dalam hati kita...
Tuhan Yesus memberkati... =)

Sabtu, 12 November 2011

Behind The FOOTPRINTS Story

Tahukah Anda cerita di balik terciptanya sajak "FOOTPRINTS". Sajak itu telah menyentuh hati jutaan orang di seluruh dunia. Namun tidak banyak orang mengetahui siapa pengarang sajak itu. Juga tidak banyak orang tahu apa latar belakang lahirnya sajak itu. Lebih-lebih lagi tidak banyak orang tahu bahwa sajak yang berjudul "Jejak" (aslinya : "Footprints") sebenarnya adalah buah pena masa berpacaran di suatu senja di tepi danau.
Pengarang sajak itu adalah Margaret Fishback, seorang guru sekolah dasar Kristen untuk anak-anak Indian di Kanada. Margaret sangat pendek dan kecil untuk ukuran orang Kanada. Tinggi badannya hanya 147 cm. Tubuhnya ramping dan wajahnya halus seperti anak kecil. Karena itu walaupun ia sudah dewasa dan sudah menjadi ibu guru ia sering diberi karcis untuk anak-anak kalau berdiri di depan loket atau kalau naik bis. Margaret dibesarkan dalam keluarga yang bersuasana hangat dan penuh kasih.

Namun ada beberapa peristiwa yang terasa pahit dalam kenangan masa kecilnya. Yang pertama adalah pengalamannya ketika ia menjadi murid kelas satu sekolah dasar. Ia mempunyai kenangan buruk tentang gurunya.Margaret berlogat Jerman karena ayahnya berasal dari Jerman. Lalu tiap kali Margaret melafalkan sebuah kata Bahasa Inggris dengan logat Jerman, jari-jari tangannya langsung dipukul oleh gurunya dengan sebuah tongkat kayu. Tiap hari jari-jari tangan Margaret memar kemerah-merahan. "Jangan bicara dengan logat Jerman. Pakai logat yang betul, kalau tidak ... !"

Itulah ancaman dan amarah yang didengar Margaret setiap hari. Dan ia sungguh takut. "Tiap hari aku berangkat ke sekolah dihantui oleh rasa takut. Aku heran mengapa aku dimarahi. Apa salahku ? Apa salahnya orang berbicara dengan logat Jerman ? Baru kemudian hari aku tahu bahwa pada waktu itu sedang berlangsung Perang Dunia II, sehingga orang Jerman dibenci di Amerika dan Kanada," ucap Margaret mengenang masa kecilnya.

Kenangan pahit lain yang diingat Margaret adalah tentang dua teman perempuannya di kelasnya. "Aku akrab dengan semua teman dan mereka senang bermain dengan aku, kecuali dua orang teman perempuan yang kebetulan berbadan besar.

Kedua teman itu sering menjahati aku. Untung ada seorang teman laki-laki yang selalu melindungi aku. Namun pada suatu hari teman laki-laki itu tidak masuk ke sekolah. Lalu kedua teman perempuan yang berbadan besar itu menjatuhkan aku dan duduk di atas perutku sambil menggelitiki aku.Aku kehabisan nafas. Untung tiba-tiba ada orang yang lewat sehingga aku dilepas. Langsung aku lari ketakutan sampai aku jatuh dan pingsan. Selama beberapa hari aku terbaring sakit. Tetapi yang lebih parah lagi, selama beberapa bulan aku ketakutan," kenang Margaret. Juga tentang masa dewasanya Margaret mempunyai pengalaman yang menakutkan. Pada suatu siang yang bercuaca buruk, ketika ia sedang mengajar di kelas, tiba-tiba jendela terbuka dan petir menyambar sekujur tubuh Margaret. Ia jatuh terpental di lantai. Setelah dirawat di rumah sakit, ia tetap mengidap penyakit yang tidak tersembuhkan.

Urat syarafnya terganggu sehingga ia sering bergetar. Bukan mustahil semua pengalaman buruk itu turut mewarnai lahirnya sajak "Jejak" ini, yang dikarang oleh Margaret ketika ia sudah mempunyai tunangan yang bernama Paul. Hari itu Margaret dan Paul berangkat menuju suatu tempat perkemahan di utara Toronto untuk memimpin retret. Di tengah perjalanan, mereka melewati danau Echo yang indah."Mari kita jalan di pantai," usul Margaret.

Dengan semangat mereka melepaskan sepatu lalu berjalan bergandengan tangan di pantai pasir. Ketika mereka kembali dan berjalan ke arah mobil mereka, dengan jelas mereka mengenali dua pasang jejak kaki mereka dipasir pantai. Namun di tempat-tempat tertentu gelombang air telah menghapus satu pasang jejak itu. "Hai Paul, lihat, jejak kakiku hilang,"seru Margaret.

"Itukah mungkin yang akan terjadi dalam impian pernikahan kita? Semua cita-cita kita mungkin akan lenyap disapu gelombang air," lirih Margaret. "Jangan berpikir begitu," protes Paul. "Aku malah melihat lambang yang indah. Setelah kita menikah, yang semula dua akanmenjadi satu. Lihat itu, di situ jejak kaki kita masih ada lengkap dua pasang." Mereka berjalan terus. "Paul, lihat, di sini jejakku hilang lagi." Paul menatap Margaret dengan tajam, "Margie jalan hidup kita dipelihara Tuhan. Pada saat yang susah, ketika kita sendiri tidak bisa berjalan, nanti Tuhan akan mengangkat kita. Seperti begini..." Lalu Paul mengangkat Margaret yang bertubuh kecil dan ringan itu dan memutar-mutarnya.

Malam itu setibanya mereka di tempat retret, Margaret yang adalah pengarang kawakan menggoreskan pena dan menuangkan ilham pengalamannya tadi di pantai. Kalimat demi kalimat mengalir. Dicoretnya sebuah kalimat, diubahnya kalimat yang lain. Ia berpikir, menulis, termenung, mencoret, menulis lagi, termenung lagi, mencoret lagi... Seolah-olahbermimpi, dalam imajinasinya ia merasa berjalan bersama dengan Tuhan Yesus di tepi pantai. Ketika berjalan kembali ia melihat dua pasang jejak kaki, satu pasang jejaknya sendiri dan satu pasang jejak Tuhan.Tetapi... dan seterusnya. Margaret melihat lonceng. Pukul 3 pagi ! Cepat-cepat diselesaikannya tulisannya, lalu ia tidur.

Keesokan harinya, begitu bangun, ia langsung membaca ulang tulisannya. Ah, belum ada judulnya. Margaret berpikir sejenak lalu membubuhkan judul "Aku Bermimpi". Ia mengubah beberapa kata dan kalimat. Dan lahirlah sajak yang sekarang kita kenal dengan judul "Jejak".

Pada hari itu juga dalam kebaktian, sajak itu dibacakan Paul. Paul berkata, "... ada saat di mana kita merasa seolah-olah Tuhan meninggalkan kita. Musibah menimpa kita dan jalan hidup kita begitu sulit. Kita bertanya mengapa Tuhan tidak menolong kita. Sebenarnya Tuhansedang menolong kita. Tuhan sedang mengangkat kita."

Lalu Paul membacakan sajak karya Margaret :

-----------------
One night I dreamed a dream. I was walking along the beach with my Lord.
Across the dark sky flashed scenes from my life.

For each scene, I noticed two sets of footprints in the sand, One belong to me and one to my Lord.

When the last scene of my life shot before me, I looked back at the footprints in the sand.

There was only one set of footprints.
I realized that this was the lowest and the saddest times of my life.

This always bothered me and I questioned the Lord about my dilemma. "Lord, You told me when I decided to follow, You would walk and talk with me all the way. But I'm aware that during the most troublesome times of my life, There is only one set of footprints. I just don't understand why, when I need You most, You leave me."

He whispered, "My precious child, I love you and will never leave you never, ever, during your trials and testings. When you saw only one set of footprints, It was then that I carried you."
-----------------

Seluruh peserta retret duduk terpaku mendengarnya. Mereka termenung menyimak kedalaman arti yang terkandung sajak itu. Sekarang pun tiap orang termenung setiap kali membaca sajak itu. Sajak itu mengajak kita menelusuri perjalanan hidup kita.

Dalam perjalanan itu telapak kaki kita dan telapak kaki Tuhan Yesus membekas bersebelahan. Tetapi pada saat-saat dimana musibah menimpa dan perjalanan menjadi sulit serta berbahaya, ternyata yang tampak hanya telapak kaki Tuhan. Telapak kaki kita tidak tampak, padahal telapak kaki Tuhan membekas dengan jelas.

Mana telapak kaki kita ? Telapak kaki kita tidak ada, sebab pada saat-saat seperti itu kita sedang diangkat dan digendong Tuhan.



==================================================================================

JEJAK-JEJAK KAKI

Suatu malam aku bermimpi
Aku berjalan di tepi pantai dengan Tuhan
Di bentangan langit gelap tampak kilasan-kilasan adegan hidupku
Di tiap adegan, aku melihat dua pasang jejak kaki di pasir
Satu pasang jejak kakiku, yang lain jejak kaki Tuhan.
Ketika adegan terakhir terlintas di depanku
Aku menengok kembali pada jejak kaki di pasir.
Di situ hanya ada satu pasang jejak.

Aku mengingat kembali bahwa itu adalah bagian yang tersulit Dan paling
menyedihkan dalam hidupku.
Hal ini menganggu perasaanku maka aku bertanya Kepada Tuhan tentang
keherananku itu.
"Tuhan, Engkau berkata ketika aku berketetapan mengikut Engkau, Engkau
akan berjalan dan berbicara dengan aku sepanjang jalan,
Namun ternyata pada masa yang paling sulit
Dalam hidupku hanya ada satu pasang jejak.
Aku tidak mengerti mengapa justru pada saat aku sangat membutuhkan Engkau,
Engkau meninggalkan aku?"
Tuhan berbisik, "Anakku yang Kukasihi
Aku mencintai kamu dan takkan meninggalkan kamu
Pada saat sulit dan penuh bahaya sekalipun.
Ketika kamu melihat hanya ada satu pasang jejak ,
ltu adalah ketika Aku menggendong kamu."
=========================================================================
Artikel di atas saya ambil dari salah satu blog Kristen

http://budimansitohang.blogspot.com/2010/02/jejak-jekak-kaki-behind-footprints.html
Terima kasih, artikel ini sudah menjadi berkat buat saya, dan saya harap Budiman Sitohang tidak keberatan untuk artikel ini saya bagikan kepada saudara-saudara kita yang lain.
Tuhan Yesus memberkati...