Senin, 30 September 2013

You are Never Too Old...

You are never too old to set another goal or to dream a new dream. - C.S. Lewis

Saya terberkati oleh quote di dari C.S. Lewis diatas. Anda tidak pernah terlalu tua untuk membuat sebuah tujuan atau memimpikan mimpi yang baru, kurang lebih seperti itu bahasa Indonesia nya. Di sini C.S. Lewis ingin mengajak setiap kita untuk menjadi seseorang yang optimis dan berguna.

Hanya satu kali kita hidup di dunia. Bukan karena kita lahir sebagai apa namun kita meninggalkan dunia sebagai apa itulah yang akan diingat oleh orang-orang yang kita tinggalkan. Kita harus memiliki dampak bagi dunia yang dimana TUHAN sudah percayakan kepada kita untuk boleh tinggal di dalamnya.

Bagaimana cara menjadi dampak bagi dunia? Tidak lain adalah dengan mengetahui tujuan hidup kita di dunia. Saya lebih suka dengan istilah goal. Di dalam pertandingan sepak bola hanya satu tujuan yang diinginkan oleh dua puluh dua orang di lapangan tersebut, yaitu sebuah goal. Dalam satu tim mereka saling bekerja sama demi membuahkan goal. Tidak mudah namun karena mereka tau tujuan untuk apa mereka bermain maka mereka bisa fokus dan terus mengejarnya.

Lalu apakah goal dari orang percaya?

Matius 28:18-20
Yesus mendekati mereka dan berkata: "Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman."

Firman di atas adalah pesan terakhir YESUS kepada setiap murid yang mengantar kepergian NYA untuk naik ke Sorga. Pesan terakhir inilah yang menjadi tujuan hidup orang yang sudah hidup dalam kemenangan. YESUS mati bukan hanya untuk diri kita namun juga untuk orang-orang di luar sana yang belum mengenal DIA dan juga termasuk orang-orang yang kita benci atau pun musuh kita.

YESUS mati untuk musuh-musuh kita, apa masih pantas kita membenci musuh-musuh kita dimana YESUS rela mati bagi mereka? Tentu tidak bukan, kalau kita menyayangi pasangan kita sudah seharusnya kita mengasihi apa yang dia kasihi, begitu juga kalau kita mengasihi YESUS tentu kita harus mengasihi apa yang YESUS kasihi.

Kembali ke goal, tujuan hidup orang percaya adalah membagikan kabar kemenangan dimanapun kita berada. Bagaimana caranya? Apa kita harus menjadi pendeta? TIDAK!

Pendeta adalah sebuah panggilan. Namun bukan berarti kita semua harus jadi pendeta. Kita bebas bermimpi, ingin jadi apakah kita dan kejarlah itu. Menjadi sesuatu yang unik adalah cara untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebat kreativitas yang TUHAN tanamkan ke dalam diri kita, menjadi orang yang besar adalah cara untuk menunjukkan kepada dunia betapa hebat penyertaan TUHAN kepada diri seorang pemenang, namun yang terpenting jangan saat kita berhasil haruslah nama TUHAN yang ditinggikan.

Saya pun rindu menjadi seseorang yang hebat di dunia ini. Memiliki kekayaan, kuasa, dan kedudukan yang terpandang. Dan saya rasa hampir semua ingin memiliki hal tersebut. Ingat, kita tidak pernah terlalu tua untuk mengejar semua itu, selama napas masih ada di dalam diri kita maka kita masih bebas untuk mengejarnya. Namun yang terpenting adalah motivasi kita, hendaklah kita tidak lupa dengan tujuan hidup kita. Cara boleh beragam namun ingatlah bahwa tujuan kita adalah mengabarkan berita kemenangan dan membagikan kemenangan itu kepada dunia.

IMMANUEL!!!

untuk pertemanan follow
Twitter : @DavidHimapastra

REUNION...

Suatu kali saya ibadah raya di gereja sendirian dan tanpa ada rencana atau janjian saya bertemu dengan teman semasa kecil saya. Setelah ibadah kita sempatkan waktu untuk ngobrol dan karena semakin asyik akhirnya kita putuskan untuk pindah ke tempat makan. Tidak cukup hanya di tempat makan kita akhirnya lanjutkan obrolan kita di cafe hingga malam hari. Sangat menyenangkan bertemu teman lama, ada sedikit kekakuan namun hal itu tidak bertahan lama karena dikalahkan dengan cerita-cerita pengalaman kita masing-masing.

Pernah juga saya reuni teman-teman kuliah. Awalnya saya malas karena merasa sudah punya teman-teman baru yang lebih asyik, namun karena rasa sungkan akhirnya saya sempatkan waktu untuk datang dan tidak disangkah juga pertemuan itu menjadi sangat asyik dan yang awalnya saya hanya ingin sebentar malah akhirnya ikut hingga larut malam.

Lalu saya mulai membayangkan hubungan manusia dengan TUHAN. Mungkin kita tidak ingat pernah berjumpa dengan TUHAN atau melihat TUHAN, namun pada awalnya kita adalah ciptaan yang DIA sebut sebagai anak NYA. Kita begitu dekat dengan DIA.

Tetapi karena dosa lah kita terpisah. Bukan karena DIA tidak sayang kepada kita namun karena DIA adalah kudus sehingga tidak layak dosa berada di dekat NYA. Namun karena kasih DIA merelakan YESUS untuk turun ke dunia mengganti korban tebusan. Dosa sudah dikalahkan namun manusia tetap hidup dalam kebebasannya dan tidak sedikit, termasuk saya, memilih hidup di dalam dosa.

Hubungan manusia dengan ALLAH menjadi semakin jauh dan tidak terhubung. Untuk kembali ke jalan TUHAN adalah pilihan yang sulit bahkan saat kita sudah memutuskan untuk kembali kita merasa tidak layak untuk menerima anugerah pengampunan dosa.

Tetapi itulah hebatnya TUHAN kita,

"tidak ada dosa yang jauh lebih besar dari rasa rindu NYA untuk melihat kita kembali kepada DIA."

DIA rindu untuk ber-reuni bersama anak-anak NYA. Rindu untuk mendengar setiap cerita dari anak-anak NYA walaupun DIA adalah MAHA TAHU. Karena kerinduan DIA sebenarnya adalah untuk berada dekat dengan setiap anak-anak NYA.

Jika kita saat ini merasa tidak layak untuk kembali kepada TUHAN mungkin karena besarnya dosa-dosa kita, ingatlah bahwa DIA lebih melihat kita sebagai anak NYA daripada dosa-dosa kita. Jangan tertipu dengan iblis karena yang diinginkan oleh iblis adalah penghakiman atas diri kita sendiri.

Selama waktu masih diberikan maka kembali lah kepada NYA. Sebesar apapun kesalahan kita tidak ada yang mengalahkan besarnya rasa rindu NYA untuk bersama-sama dengan kita, karena DIA adalah ALLAH dan ALLAH adalah KASIH!

Yohanes 1:14
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

IMMANUEL!!!


untuk pertemanan follow
Twitter : @DavidHimapastra

Senin, 22 Juli 2013

Pelayanan : Utama atau Sambilan...?

Banyak dari kita orang Kristen terlalu sibuk dengan pekerjaan dan aktivitas kita di luar hingga membuat kita sulit untuk menyempatkan waktu untuk pelayanan. Hal itu juga terjadi pada diri saya. Namun saya yakin bahwa di setiap kita yang benar-benar mencintai YESUS pasti ada kerinduan untuk melayani namun kembali lagi terbentur dengan waktu dan mungkin juga kita bingung untuk melayani dalam hal apa.

Blog ini adalah salah satu cara untuk saya pelayanan, walaupun saya tidak tahu siapa yang membaca dan bagaimana hasilnya namun saya akan tetap melakukannya karena saya tahu bahwa sekecil apapun selama itu kita lakukan untuk TUHAN maka tidak ada alasan untuk berkata tidak.

Markus 2:17
Yesus mendengarnya dan berkata kepada mereka: "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."

Sebisa mungkin berikan waktu dan lakukan pelayanan di gereja, karena di gereja kita akan memiliki komunitas yang bisa saling menopang saat salah satu dari kita jatuh. Namun pelayanan tidak lah selalu di dalam gereja. Saya aktif dalam organisasi kemahasiswaan di kampus saya, dan pada saat itu saya bertemu senior yang sudah lulus dan berkata, "Cepatlah lulus! Di luar kampus lebih banyak orang yang membutuhkan kita".

Kalimat itu menyadarkan saya bahwa di luar sana sebenarnya jauh lebih membutuhkan pelayanan kita. Di gereja semua orang mengenal KRISTUS. Di luar bahkan masih banyak yang bukan hanya tidak kenal namun mendengar nama KRISTUS pun mungkin mereka juga belum pernah. Di dunia sekuler ladang untuk pelayanan masih terbuka dengan luas, jadi tidak ada alasan untuk kita tidak memiliki tempat untuk sebuah pelayanan.

Lukas 5:10b
Kata Yesus kepada Simon: "Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia."

Pelayanan adalah anugerah. Bukan kita namun karena KRISTUS lah yang memilih kita. Jika saat ini kita sudah memiliki ladang pelayanan maka bersyukurlah, dan jika belum sekarang kita tahu bahwa masih banyak ladang pelayanan yang terbuka di dunia sekuler, ini adalah kesempatan bagi kita untuk melayani KRISTUS karena mungkin TUHAN memanggil Anda melalui tulisan ini.

Filipi 1:21
Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.

Bagi saya pribadi, pelayanan adalah tujuan hidup dari orang Kristen. Kita semua adalah hamba TUHAN sehingga sudah seharusnya pelayanan menjadi tujuan hidup kita. Dan untuk menunjang pelayanan kita maka kita boleh bekerja di dunia sekuler. Saya kurang setuju dengan pandangan beberapa orang dimana demi bisnis maka mereka sering mengijinkan dosa masuk ke dalam dirinya, jika tujuan hidup kita adalah pelayanan maka seharusnya kita mengijinkan bisnis kita lewat demi pelayanan kita.

Mungkin pola pikir di atas sedikit ekstrim, namun itulah seharusnya. Sampai di sini mungkin tulisan saya membuat kita harus berpikir dua kali untuk melakukan sebuah pelayanan.

"Ya, kita adalah hamba TUHAN jadi tidak ada alasan untuk menolak!"
"Kita hamba, namun bagi DIA kita adalah anak Nya, bahkan DIA menyebut kita sebagai biji mata NYA"

Pelayanan itu susah! Hal ini benar jika kita masih mementingkan kedagingan kita. Pelayanan akan memecah fokus pekerjaan, waktu bersantai kita, dan sosial kita pun akan dibatasi oleh batas-batas iman. Mungkin hal ini akan membuat bisnis kita turun. Namun saat kita sudah benar-benar bisa memprioritaskan TUHAN maka pelayanan adalah sebuah anugerah bagi kita.

Mazmur 84:12
Sebab TUHAN Allah adalah matahari dan perisai; kasih dan kemuliaan Ia berikan; Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela.

Seperti bapa sayang anaknya, begitulah TUHAN menyayangi kita. Jika seorang bapa di dunia mau berkorban dan menyenangkan anaknya, maka BAPA di sorga pun akan melakukan hal serupa. Bisnis itu kotor, dan untuk menjadi kaya kita harus bermain kotor. Namun banyak kesaksian dari orang-orang benar yang lebih sukses dari mereka Kenapa demikian? Karena kesuksesan dari manusia tidak akan bisa mengalahkan kesuksesan orang-orang benar yang berjalan bersama TUHAN.

Jadi, apakah prioritas kita saat ini? Apakah pelayanan masih sebuah sambilan? Ataukah Anda mau bersama-sama dengan saya memutuskan hari ini untuk menjadikan pelayanan sebagai tujuan hidup kita?

Immanuel!
Tuhan Yesus menyertai kita semua...


untuk pertemanan follow
Twitter : @DavidHimapastra

Senin, 10 Juni 2013

Dimanakah Hati Kita Berada?

Shallom!

Saat menulis artikel ini saya sedang dalam kondisi sakit fisik, hal yang wajar terjadi pada setiap kita namun selama roh kita sehat maka sakit fisik tidak akan dapat menggoyahkan semangat kita untuk beraktivitas, terutama dalam hal melayani TUHAN!

Saya masih ingat kejadian di tahun 2008 dimana banyak orang bunuh diri karena kekalahannya di dalam pasar saham, saat itu adalah saat dimana pasar saham bergerak tidak karuan dan mengalami penurunan harga yang sangat tajam. Beberapa berita saya baca di surat kabar juga ada beberapa orang bunuh diri karena diputus oleh sang pacar. Mungkin bagi kita itu adalah keputusan yang konyol, namun bagi mereka mungkin itu adalah jalan keluar satu-satunya.

Matius 6:21
Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.

Tidak heran jika ada beberapa orang yang rela mengakhiri hidupnya karena suatu hal terjadi di dalam hidupnya. Hal ini adalah karena hatinya melekat pada sesuatu yang fana. Bagi seseorang yang menaruh hatinya kepada harta akan merasa hidupnya tidak lagi berguna saat dia kehilangan hartanya. Bagi seseorang yang menaruh hatinya kepada pacarnya akan merasa hidupnya tidak lagi berguna pada saat ditinggal oleh sang pacar. Dan seseorang yang menaruh hatinya kepada karirnya pun akan merasa tidak berguna pada saatnya karirnya jatuh atau hancur.

Lalu dimanakah seharusnya hati kita berada? Tentu pada dasar yang kuat, yaitu kepada TUHAN kita YESUS KRISTUS. Semua yang ada di dunia ini adalah fana, sekuat apapun yang ada saat ini tidak akan pernah selamanya kuat. Saya setuju dengan perkataan salah satu tokoh agama di dunia "semua adalah sementara", memang semuanya hanya sementara namun akan lebih cocok jika seperti ini, "semua yang ada di dunia adalah sementara", mengapa? Karena ada satu yang kekal yaitu TUHAN kita.

Yeremia 17:5
Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Sudah jelas bahwa dimana hati kita berada adalah kepada TUHAN. Bahkan firman NYA berkata tegas bagi kita yang mengandalkan manusia. Seorang pendeta sekalipun bisa jatuh, bagi jemaat yang menaruh hatinya kepada pendeta tersebut akan berdampak kepada murtad namun bagi jemaat yang tetap menaruh hatinya kepada KRISTUS akan tetap setia karena dia sadar bahwa pendetanya pun adalah manusia yang punya kelemahan dan mendoakannya.

Daud adalah contoh pribadi yang meletakkan hatinya kepada TUHAN. Pada saat nabi Natan menegur dia karena dosanya dia menerima hukuman yang  TUHAN berikan kepada dia dan walaupun sedih hatinya dia tidak menyalahkan TUHAN, karena yang Daud takutkan bukanlah kehilangan harta atau kerajaannya namun hal yang dia takutkan adalah jika ROH TUHAN jauh dari padanya.

Bukan hal yang gampang untuk dilakukan. Jujur saya sering stress ketika ada masalah keuangan di dalam hidup saya, tentu kita sama-sama tahu saat ini mana yang lebih berharga daripada uang? Dalam hal karir, kekuasaan, nama baik, dan segala hal di dunia ini semua dapat dikendalikan oleh uang. Namun saya sadar bahwa saya dan Anda bukanlah dari dunia jadi jangan sampai kita termakan tipu muslihat yang dunia berikan kepada kita. Ingat kita ada di dunia untuk menjadi garam dan terang, jadi jangan sampai dunia mempengaruhi kita namun kitalah yang harus mempengaruhi dunia untuk dapat mengikuti jalan TUHAN.

Pastikan hati kita berada di tempat yang tepat, yaitu pada dasar yang teguh dan tidak akan pernah tergoyahkan, yaitu kepada YESUS KRISTUS.

Immanuel!


untuk pertemanan follow
TWITTER : @DavidHimapastra

Sabtu, 11 Mei 2013

Terima Kasih Untuk Salib MU

Yohanes 3:16
"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Terasa familiar dengan judul kali ini? Betul, judul tersebut saya ambil dari judul lagu ciptaan Jonathan Prawira. Mungkin itu adalah lagu lama namun bagi saya kebaktian kenaikan TUHAN YESUS, 9 Mei 2013 kemarin adalah pertama kalinya saya mendengarkan lagu tersebut.

Tidak tahu mengapa, tetapi seolah-olah pengorbanan YESUS di kayu salib menjadi sebuah sejarah yang biasa bagi orang Kristen. Mungkin saja itu karena kita sudah mendengarnya berkali-kali sejak kecil hingga dewasa sehingga kata-kata YESUS disalib itu menjadi hal yang biasa. Namun tahukah kita bahwa kejadian tersebut adalah kejadian yang luar biasa?

Suatu kali Jim Caviezel, pemeran YESUS pada film The Passion of the Christ, menjalani adegan hukuman cambuk di film tersebut. Agar terlihat nyata maka Mel Gibson, sang sutradara pada saat itu, menggunakan cambuk asli, namun tentu Jim Caviezel tidak benar-benar menerima cambuk tersebut, di punggungnya diletakkan sebuah kayu triplek sehingga cambuk tersebut tidak akan mengenai tubuhnya.

Namun secara tidak disengaja cambuk itu meleset dan mengenai punggungnya hingga membuat luka sebesar 13 inch. Seketika itu juga marahlah Jim Caviezel dan memaki-maki lawan mainnya dan beberapa kali mengucapkan makian ala Amerika. Namun malam itu saat beristirahat di hotelnya, Jim Caviezel mulai merenungkan bagaimana YESUS yang adalah ANAK ALLAH harus menerima siksaan tersebut ganti dirinya dan tidak ada satu makian yang YESUS ucapkan bagi mereka yang menghina, memaki, memukul, meludahi namun yang YESUS lakukan adalah memohon pengampunan bagi mereka kepada BAPA. Saat itu Jim Caviezel mengalami pertobatan.

Ya, YESUS telah mati bagi kita, mungkin itu hal yang biasa bagi kita, coba kita kembali merenungkan siapakah YESUS, maka salib berbicara banyak hal. YESUS adalah RAJA namun manusia memperlakukan YESUS seperti binatang. YESUS tidak berdosa namun manusia memperlakukan YESUS seperti penjahat. Namun apakah yang YESUS lakukan? YESUS menyerahkan diri NYA kepada maut dan tidak melawan walaupun kuasa NYA mampu, namun karena kasih NYA yang besar kepada kita lah yang membuat YESUS mau merendahkan diri untuk menerima maut. Tetapi dimanakah kekuatan maut? YESUS bangkit mengalahkan maut dan membawa kemenangan bagi kita semua.

1 Korintus 15:55
Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"

Jika kita sudah sangat paham akan arti dan seberapa besar pengorbanan YESUS di kayu salib, masih bisakah kita berbuat dosa? Tidak pernah sekalipun YESUS meninggalkan kita, bahkan saat kita terjatuh dan sudah dalam genggaman dosa YESUS tetap lebih dahulu menghampiri dan memeluk kita dengan cinta AGAPE, masih pantaskah kita dihadapan NYA?

Jujur, saya pribadi malu saat berdoa dan meminta ampun segala dosa yang saya lakukan. Setiap hari saya berdosa dan setiap hari saya meminta ampun, saya merasa diri saya sebagai seorang penjilat yang memanfaatkan kasih setia dan kesabaran TUHAN. Tetapi kembali lagi karena kasih dan anugerah NYA saya masih boleh merasakan hubungan yang intim dengan DIA. Namun saya terus berjanji dan berusaha untuk terus dapat berjalan di jalan NYA dan kalaupun saya harus jatuh saya akan selalu bangkit sehingga DIA boleh bangga kepada saya. Apalagi yang dapat kita banggakan kepada YESUS selain daripada kesetiaan kita? Bukankah kekuatan, kepandaian, kekayaan kita adalah pemberian DIA?

Marilah kita bersama-sama belajar untuk boleh kembali merenungkan besarnya pengorbanan YESUS di kayu salib menggantikan kita, dan marilah belajar untuk kita boleh menghargai kasih setia NYA kepada kita dengan kita mempersembahkan tubuh kita sebagai persembahan hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada NYA.

Selamat merayakan hari kenaikan YESUS KRISTUS ke sorga,
IMMANUEL!!!


Mahkota duri di kepalaMu
Menebus pikiranku
TanganMu berlubang paku
Menebus perbuatanku

Bilur di sekujur tubuhMu
Menyembuhkan sakitku
Tombak menusuk lambungMu
Mencairkan hatiku

Begitu besar kasihMu padaku
Hingga Kau pilih jalan salibMu
PengorbananMu slamatkan hidupku
Terima kasih untuk salibMu

untuk pertemanan follow
twitter : @DavidHimapastra

Jumat, 26 April 2013

Siapa Prioritas Hidup Anda?

MATIUS 6:33
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.

April hampir berlalu dan ini adalah artikel pertama saya di bulan April 2013. Beberapa hari terakhir ini saya benar-benar sibuk dengan pekerjaan saya, sehingga waktu luang lebih saya manfaat kan untuk beristirahat. Saya sangat suka bertemu dengan sahabat atau pun orang-orang baru, sehingga tidak jarang juga saat saya suntuk maka saya luangkan waktu sejenak untuk pergi ke cafe untuk minum teh atau kopi dengan sahabat saya.

Jujur saja kesibukan ini kadang membuat saya iri dengan teman-teman saya yang memiliki waktu untuk boleh bersantai, tetapi terima kasih pada salah satu sahabat saya yang mengingatkan saya untuk tidak berhenti bersyukur. "Kesibukan adalah cara TUHAN untuk memberikan berkat", kalimat itu menyadarkan saya bahwa tidak sekalipun TUHAN meninggalkan kita, bahkan kalau saya boleh sibuk itu adalah anugerah TUHAN. Namun apa balasan saya kepada NYA? Saya merasa penat dan saya habiskan waktu luang saya untuk bersenang-senang dan bukan untuk mencari TUHAN.

"Sebutkan prioritas hidup Anda!"
"1. TUHAN - 2. Keluarga - 3. Kuliah - 4. Organisasi - 5. Teman"

Pertanyaan itu seringkali muncul saat saya masih aktif di dalam organisasi kemahasiswaan di universitas saya dulu. Hampir di dalam setiap wawancara untuk menjadi seorang pengurus organisasi pertanyaan itu selalu muncul dan urutan tersebutlah yang paling dianggap ideal. Namun ada suatu kali saat saya melemparkan pertanyaan itu dan saya terkejut karena jawabannya cukup menarik,

"1. Keluarga - 2. Kuliah -3. Organisasi - 4. Pacar - 5. Teman"

Spontan saya cukup terkejut, dan saya bertanya kembali kepada nya dimana dia menempatkan TUHAN dalam prioritas hidupnya. Lalu dia melanjutkan,

"Tidak pantas bagi saya menempatkan TUHAN dalam urutan prioritas hidup saya, karena dalam setiap kehidupan saya baik dalam keluarga, kuliah, organisasi, dan sosial TUHAN selalu ada di sana"

Orang ini sangat diberkati. Lulus dari kuliah dia dipercaya oleh seorang kontraktor untuk menjadi partner kerja dan memegang proyek-proyek perumahan besar di Surabaya. Saat ini di usia 25 tahun dia sudah keliling kota untuk mengerjakan beberapa proyek, namun saya melihat integritas dan komitmen di dalam hidupnya, di dalam kesibukan dia tetap melayani TUHAN dan memberikan diri untuk menjadi majelis di salah satu gereja di Surabaya, bahkan di luar itu dia juga mengadakan persekutuan doa untuk kalangan profesional.

Sadar atau tidak sadar kita butuh TUHAN. Firman TUHAN berkata untuk kita boleh memprioritaskan TUHAN di atas segalanya, namun ingat itu bukan karena TUHAN butuh kita tetapi kitalah yang membutuhkan DIA, tanpa DIA kita bukanlah apa-apa. Mari kita sama-sama belajar untuk bisa memprioritaskan TUHAN sebagai yang terutama di dalam kehidupan kita, apapun kesibukan kita mari tetap sediakan waktu untuk TUHAN dan ucapkan terima kasih atas segala kesibukan yang boleh TUHAN sediakan bagi kita.


IMMANUEL!


untuk pertemanan follow
Twitter : @DavidHimapastra
FACEBOOK : Tuhan Selalu Buka Jalan

Selasa, 19 Maret 2013

How Great Is Our GOD

Louie Giglio adalah seorang penginjil yang juga adalah composer lagu. Suatu kali dia mencari inspirasi untuk sebuah lagu dan akhirnya dia menemukan sesuatu penemuan yang menarik. Ada suatu organisasi sejenis NASA dimana mereka mengamati dunia di luar bumi dengan maksud mungkin untuk mencari kehidupan di luar bumi. Namun Louie Giglio memiliki pandangan lain, dia ingin mencari tahu apakah ada suara di luar angkasa yang dapat dia jadikan inspirasi. Di luar dugaannya dia menemukan suara ultrasonik dari bintang-bintang di luar angkasa. Tidak hanya itu dia menemukan juga suara dari galaksi. Dari suara tersebut dia melihat sesuatu yang menarik. Terakhir dia mengambil suara ikan paus. Lalu dia mulai berpikir bahwa inilah suara-suara yang didengar oleh TUHAN. Dan dia mencari tahu kira-kira apa yang mereka suarakan dan apa yang TUHAN dengar, lalu dia menggabungkan ketiga suara tersebut dan suatu eksperimen yang hebat terjadi bahwa dia menemukan bahwa alam tersebut sedang memuji TUHAN.

Mazmur 148:13
"Biarlah semuanya memuji-muji TUHAN, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit."

Anda wajib melihat video tersebut! Saat melihat video tersebut air mata saya mulai keluar. TUHAN kita adalah TUHAN yang besar. Tanpa kita pun DIA tetaplah TUHAN. Saat DIA meminta kita untuk memuji dan menyembah NYA itu bukan karena DIA butuh namun kitalah yang sebenarnya membutuhkan hal itu. Saat kita sibuk melakukan kesibukan kita, alam semesta terus bernyanyi bagi DIA. Apakah masih pantas kita sombong dan merasa bahwa TUHAN membutuhkan kita?

Kita diciptakan dan didesain untuk menjadi penyembah NYA bukan karena DIA butuh disembah, namun sebaliknya melalui pujian dan penyembahan lah kita bisa semakin melekat dengan DIA, dan saat kita melekat dengan DIA lah kuasa mujizat dinyatakan.

TUHAN YESUS sangat mengasihi kita dan sampai saat ini pun DIA selalu rindu untuk kita sebagai anak-anak NYA lah yang datang untuk memuji dan menyembah nama NYA. Mari jangan kecewa kan TUHAN, karena tanpa kita pun alam semesta selalu menyanyikan pujian dan penyembahan bagi DIA.



Immanuel!

untuk pertemanan follow
twitter : @DavidHimapastra