Minggu, 02 September 2018

Benarkah Yesus adalah Tuhan?

Ya! Yesus adalah Tuhan yang hidup!

Saya selalu menjawab dengan lantang pertanyaan itu. Tetapi coba jujur, pernahkah kita meragukan Yesus sebagai Tuhan?

Beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali paham-paham yang menyudutkan iman kita sebagai pengikut Kristus. Salah satunya seminar-seminar yang bisa kita tonton di youtube dimana pembicaranya sampai berani menantang pengikut Kristus untuk membuktikan dimana ayat yang Yesus sendiri mengatakan diri Nya sebagai Tuhan atau Yesus mengatakan sembahlah Aku. Saya yakin semua sudah tahu siapa yang saya maksud. Kabar baiknya, saya menjumpai banyak pengikut Kristus yang merasa tertantang akhirnya mencari kebenaran dengan membaca Alkitab, apapun motivasinya setidaknya mereka mulai kembali membaca Alkitab.

Iman kita akan baik-baik saja saat kita dalam keadaan yang baik, tetapi bagaimana saat keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita. Sekitar dua tahun belakangan ini saya mengalami cobaan yang cukup berat, dan jujur berkali-kali saya menanyakan kepada Tuhan apa maksud semua ini. Dan saat saya dibiarkan di dalam badai dalam waktu yang cukup lama, jujur saja, iman saya mulai goyah dan mempertanyakan apakah doa saya ini sampai kepada Tuhan, hingga pada akhirnya saya kembali mempertanyakan apakah Tuhan benar-benar ada atau mungkin saya salah memilih Tuhan.

Apakah ada yang meragukan Tuhan seperti saya?

Ya! Yesus adalah Tuhan yang hidup!

Jawaban ini tidak boleh tergantikan dalam keadaan apapun. Wajar jika kita jatuh, tetapi jangan terus jatuh, bangkitlah. Bahkan Yohanes Pembaptis pun mengalaminya.

Lukas 7:18-19
Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya, ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Saat membaca pertama kalinya, saya tidak merasakan apa-apa, namun saat saya merenungkannya baru-baru ini, saya merasa ada yang salah. Siapa tidak mengenal Yohanes Pembaptis? Dia yang berani berseru-seru bahwa akan datang juruselamat bahkan dia sendiri melihat Roh Allah turun kepada Yesus saat dia membaptis Nya. Apa yang harus dia ragukan? Dia membaptis banyak orang, membawa mereka kepada Tuhan, namun dia meragukan siapa Tuhannya.

Yohanes Pembaptis pun adalah seorang manusia. Hal ini sangat mungkin terjadi kepada nabi-nabi dan rasul-rasul sekalipun. Yohanes Pembaptis tidak akan semudah itu meragukan Tuhan, tetapi setelah dia ditangkap dan sekian lama menanti pertolongan maka mulailah keraguan muncul sehingga dia meminta muridnya untuk memastikan apakah Yesus ada benar-benar "yang akan datang". Tetapi saya yakin, di dalam keraguannya sekalipun, Yohanes Pembaptis pada akhir hidupnya adalah seorang pejuang Allah dan seorang pemenang, oleh sebab itu Yesus mengatakan dalam Lukas 7:28a bahwa di antara manusia yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.

Kita adalah manusia, wajar jika kita jatuh, maka dari itu pererat hubungan dengan Tuhan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup. Saat kita benar-benar mengenal Yesus, maka iman kita akan bertumbuh, dan saat kita bertumbuh maka tidak akan ada badai atau cobaan manapun yang mampu merobohkan kita.

1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Pencobaan yang saya alami saat ini masih juga belum kunjung selesai. Bahkan mungkin bisa membuat saya jatuh miskin. Namun saya tidak peduli! Yang saya tahu adalah saya tidak lari dari masalah, saya berdiri di sini untuk menghadapi bersama dengan Yesus! Tentu saya kuatir, setiap hari saya berpikir keras untuk bisa menghadapi setiap masalah dan berusaha mencari jawaban, beberapa kali saya tidak menemukan solusi, bahkan ketika ada solusi pun tidak semua berhasil dan sering kali gagal dan muncul masalah berikutnya. Saya tidak akan menyerah kepada keadaan, tetapi saya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Seperti kata Stand Up Comedy, Mongol, "kamana Tuhan bawa, kita iko". Kemanapun Tuhan mau bawa kita, di situ kita harus taat, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan Dia adalah kasih. Tidak ada alasan untuk membuat hidup kita semakin susah, tetapi jika itu diijinkan Tuhan terjadi, itu karena satu alasan, yaitu Kasih.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Apapun pencobaan yang kamu alami, tetap setia, percaya, dan pererat hubunganmu dengan Tuhan, maka Dia akan selalu menolong dan menyertaimu bahkan sampai memutih rambutmu Dia akan tetap ada menggendongmu.

Immanuel!
Tuhan Yesus memberkati!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar