Tampilkan postingan dengan label masalah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label masalah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 November 2013

Masa Depan...

1 Korintus 2 : 9
Tetapi seperti ada tertulis: "Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia."

Saat ini saya sedang merencanakan sebuah bisnis baru yang tentu nya diperlukan modal yang cukup besar. Lalu ada cobaan datang dan saya memerlukan dana yang besarnya hampir menghabiskan semua tabungan saya. Saya konsultasi ke beberapa teman saya dan mereka menyarankan untuk menggunakan pinajamn bank. Saya masih belum memutuskan dan jujur saya masih awam dalam bisnis menggunakan uang bank dan mental saya pun belum sekuat itu. Saya masih bawa pergumulan ini di dalam doa namun saya tetap yakin akan dapat melewati itu semua.

Dari cerita saya di atas maka sudah jelas bahwa saya belum mendapatkan jawaban dari TUHAN untuk saat ini, namun justru saat ini lah saya ingin berbagi. Orang dunia memiliki pengharapan dan sifat optimis, tetapi orang Kristen punya satu lagi yang adalah paling spesial diantara yang lain, yaitu iman. Ketiga hal itu hampir serupa, sama-sama berharap untuk masa depan yang belum tentu benar, namun tidak ada kepastian dalam hal optimis dan ada kepastian dalam hal iman, dan dalam setiap masalah yang ada saya selalu mengandalkan iman saya kepada YESUS KRISTUS.

Ibrani 11 : 1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Namun saat ini banyak orang Kristen kehilangan iman mereka. Saya memaklumi hal ini karena memang di hari-hari akhir iblis akan berusaha untuk menghancurkan iman kita dengan masalah dan kegagalan. Kalau bukan karena iman, Abraham tidak akan mau meninggalkan kekayaan dan kenyamanan untuk pergi ke sesuatu tempat yang bahkan dia sendiri tidak tahu. Kalau bukan karena iman tidak akan panglima Naaman mau mandi di sungai Yordan yang kotor dan menjadi tahir.Dan kalau bukan karena iman, tidak akan ada cerita seorang Daud mengalahkan raksasa Goliat.

Alkitab bukanlah cerita sejarah namun Alkitab adalah Firman yang hidup. Apa yang terjadi di dalam Alkitab akan terjadi di dalam kehidupan kita jika kita mau percaya dan berserah. Saya melihat dunia sebagai sebuah raksasa dan akan susah untuk saya menjadi orang besar di dunia ini, namun saya tetap beriman bahwa saya akan dibawa TUHAN terus naik dan menjadi kepala.

Ingat! Kita ini anak-anak ALLAH! Mungkinkah kita kalah oleh dunia?

Ayat pembuka mengatakan bahwa apa yang tidak pernah kita lihat, kita dengar, dan timbul di dalam hati semua disediakan bagi kita yang mengasihi DIA. Kalau begitu bagaimana dengan apa yang kita lihat, kita dengar, dan ada di hati kita? Kalau sesuatu yang kita bahkan tidak kita harapkan saja sudah TUHAN sediakan maka sesuatu yang kita pergumulkan pun pasti DIA akan jawab. Namun apakah kita punya iman untuk itu?

Matius 5 : 8
Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.

Tidak lama lagi 2013 akan berakhir dan tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di 2014. Milikilah iman dan hati yang suci, maka kita akan melihat ALLAH. Saat kita melihat ALLAH maka segala masalah dan pergumulan kita akan dijawab dan berkat-berkat yang tidak pernah kita lihat, tidak pernah kita dengar, dan bahkan tidak pernah timbul di dalam hati kita akan ALLAH sediakan bagi kita.

Yesaya 32 : 15
Sampai dicurahkan kepada kita Roh dari atas: Maka padang gurun akan menjadi kebun buah-buahan, dan kebun buah-buahan itu akan dianggap hutan.

IMMANUEL!


untuk pertemanan follow
Twitter : @DavidHimapastra

Kamis, 10 November 2011

Pribadi Yang Mengenal Hatiku...

Seperti rusa yang haus rindu aliran sungai Mu
Hatiku tak tahan menunggu Mu
Bagai padang gersang menanti datangnya Hujan
Begitupun jiwaku Tuhan

Hanya Engkau pribadi yang mengenal hatiku
Tiada yang tersembunyi bagi Mu sluruh isi hatiku Kau tahu
Dan Bawaku tuk lebih dekat lagi pada Mu
Tinggal dalam indahnya dekapan kasih Mu

Yesus adalah satu-satunya di dalam hidup ini yang benar-benar mengerti kita bahkan lebih dari kita mengenal diri kita sendiri. Ketakutan kita saat menghadapi masalah adalah salah satu contoh bahwa sebenarnya kita ini tidak mengetahui kemampuan kita, namun satu hal yang harus kita percaya, pada saat kita memutuskan untuk menerima Yesus, maka Dia yang adalah kasih tidak akan memberikan pencobaan lebih dari kemampuan kita. Dan itu adalah MUTLAK karena Dia sangatlah mengerti kemampuan kita.

Saat kita berkata tidak mampu, itu adalah saat dimana kita sebenarnya mulai meragukan pengenalan Tuhan akan kita, karena tidak sekalipun badai masalah datang tanpa ijin dari DIA.

Tuhan Yesus, Bapa kami, ajarlah kami untuk berserah penuh kepada Mu, karena kami percaya bahwa Engkau lah satu-satunya pribadi yang mengenal diri kami, dan kami tidak akan takut atas setiap badai cobaan, karena Engkau yang akan membawa kami terbang tinggi mengatasi badai masalah dan membawa kami lebih dekat dengan Engkau untuk tinggal dalam indahnya dekapan kasih Mu.

Orang Benar pun Mengalami Penderitaan...

Suatu hari di sebuah toko peralatan rumah tangga. Seorang pembeli yang baru berkeluarga datang dan berencana mencari beberapa peralatan dapur untuk rumah barunya. Sampailah pada rak yang berisi keperluan meja makan. Seorang SPG menawarkan salah satu produk piring milik mereka, sangat sempurna dan anti pecah, untuk meyakinkan diri maka dimintanya SPG itu untuk menjatuhkan piring tersebut ke lantai dan memang piring itu sangat bagus dan tidak ada pecahan atau cacat sedikit pun. Lalu untuk lebih meyakinkan lagi, sang pembeli ingin mengujinya sendiri, maka dijatuhkannya kembali piring tersebut dari tempat yang lebih tinggi, dan kembali lagi tidak ada cacat sedikitpun. Akhirnya pembeli tersebut puas dan membelinya dengan keyakinan bahwa barang yang dibelinya adalah benar-benar berkualitas.

Saya tidak tahu siapa yang mengarang ilustrasi di atas, namun saya mendapatkannya dari teman saya baru-baru ini. Seperti kisah Ayub, kita tahu seberapa salehnya dia, namun Tuhan tetap mengijinkan iblis untuk mengujinya, bahkan setelah iblis mengambil segala kepunyaannya, Tuhan masih memberikan ijin yang kedua kali untuk iblis mengambil kesehatannya. Terasa tidak adil, orang yang begitu saleh dan berhubungan intim dengan Tuhan namun Tuhan mengijinkan masalah datang ke diri Ayub. Tapi pada saat masa pengujian itu selesai, Tuhan memberikan kepada Ayub apa yang pernah ia miliki sebanyak dua kali lipat, bahkan umurnya pun sangat diberkati hingga Ayub dapat menikmati hingga keturunannya yang keempat.

Seperti ilustrasi di atas, Tuhan ingin menguji seberapa berkualitas iman kita, satu masalah mungkin bisa kita hadapi, namun Tuhan ingin menguji lebih lagi. Bukan untuk bermain-main dengan kita, namun untuk memberitahukan kepada iblis dan dunia bahwa kita adalah anak-Nya yang berkualitas. Dan setelah masa itu lewat, percayalah bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang mampu mengembalikan keadaan kita bahkan lebih dari yang kita harapkan.

Matius 10:29-31 "Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."
Saya selalu percaya pada janji Tuhan kepada kita, bila burung pipit saja Dia pelihara apalagi kita anak-anak Nya. Oleh karena itu, janganlah kita kuatir akan apapun juga, percayakanlah semuanya itu kepada Allah kita, kita kerjakan bagian kita, dan biarlah Dia, Bapa kita yang setia, yang akan menyelesaikan bagian diluar kemampuan kita.

Tuhan Yesus memberkati...

Kamis, 29 September 2011

Badaipun Pasti Berlalu

Sudah sangat lama saya tidak menulis blog ini, namun besar harapan saya bahwa para pembaca masih terus bisa terberkati oleh tulisan-tulisan saya. Saya ingin sedikit share mengenai apa yang baru saja saya alami.

Boleh dibilang saya sedang menghadapi sebuah "BADAI" yang cukup besar. Jumat minggu lalu, tepatnya tanggal  23 September 2011, saya baru saja menginvestasikan dana saya sejumlah sepuluh juta rupiah di dalam salah satu perusahaan trading, dan tidak sampai satu minggu dan tepatnya hari ini, 29 September 2011, uang yang saya investasikan sudah menjadi hanya satu juta enam ratus ribu rupiah. Memang kita tidak bisa terus larut dalam penyesalan, namun apakah bisa Anda banyangkan seberapa susahnya bagi saya yang masih berusia 23 tahun untuk mendapatkan uang sebesar itu dan harus hilang hanya dalam hitungan hari saja. Saya memiliki hobi sepeda, dan memang sebagai penggemar sepeda tentunya ada keinginan-keinginan untuk memodifikasi sepeda saya, namun saya mengerti prioritas manakah yang harus didahulukan sehingga saya selalu mengundur-undur waktu untuk melakukan itu, namun uang saya sekarang harus hilang dengan saya tidak mendapatkan sesuatu apapun.

Pagi ini saya hanya bisa duduk di kursi ruang tamu rumah saya, diam beberapa menit, dan mulailah muncul rasa menghakimi diri sendiri. Kemarahan, kebencian, kekecewaan mulai menguasai diri saya. Sampai akhirnya saya masuk ke kamar dan entah kenapa saya mulai ingat sebuah lagu, dan mulailah dari lagu tersebut saya dikuatkan.

Takkan pernah terlambat pertolonganMu,
Takkan pernah terlelap Kau menjagaku,
Kau lah segalanya yang kuperlu disetiap jalanku,
S'bab Engkau, Allah yang tahu yang terbaik di dalam hidupku


Saya merasa bahwa diri saya benar-benar seorang pengecut, seringkali saya bisa memberikan motivasi kepada teman-teman saya yang jatuh, bahwa TUHAN kita jauh lebih besar dari setiap masalah-masalah kita, namun saat saya mengalaminya, seringkali saya putus asa dan mulai meragukan janji TUHAN.
Akhirnya saya menuliskan sebuah kalimat di dalam akun FACEBOOK saya,
Hidup Ikut Tuhan tidaklah selalu diberi kemudahan, kadang akan membuat kita berada di gerbang putus asa, namun satu hal yang pasti Tuhan akan selalu memberikan kekuatan untuk tidak membiarkan kita jatuh tergeletak... SEBAB TUHAN SELALU MEMEGANG TANGAN KITA
Bagi kalian, mungkin saat ini ada yang berbeban berat, memiliki masalah yang terasa mustahil untuk kita selesaikan, ingatlah bahwa kuasa TUHAN akan dinyatakan bukan pada masalah yang bisa kita hadapi, namun pada masalah yang kita tidak bisa hadapi, yang perlu kita lakukan adalah melakukan bagian kita, percaya, dan terus berserah kepada TUHAN, dan saat waktunya tiba TUHAN akan bekerja menyelesaikan masalah kita dan tugas kita adalah bersaksi agar nama TUHAN dapat dimuliakan lewat kesaksian-kesaksian kita.

Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita...


Kuatkan hatiku ya Allah, saat lemah
Engkau yang selalu kunantikan
di dalam doaku


Tenangkan jiwaku ya Tuhan yang tertekan
Engkau yang selalu kuperlukan
dalam pujianku


Kusembah Kau Allah yang berkuasa
Di dalam nama-Mu ku sanggup atasi s'galanya
Badaipun pasti berlalu atas perintah-Mu
Oleh janji-Mu ku kan hidup dalam kemenangan

Senin, 06 Juni 2011

Waktu Tuhan Tidak Pernah TERLAMBAT

Bulan-bulan ini mengingatkan saya akan Tugas Akhir saya satu tahun lalu.
Pada saat itu saya juga sempat bingung apakah saya bisa lulus tepat waktu, karena jujur saya adalah orang yang suka menunda pekerjaan, mengingat saya dulu aktif di organisasi, sehingga sudah sering saya menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengan waktu yang relatif singkat karena harus membagi waktu dengan kegiatan-kegiatan organisasi. Nah kebiasaan tersebut terbawa hingga saya lulus dari organisasi dan fokus di perkuliahan, saya merasa waktu semakin banyak dan mulailah penyakit saya muncul, benar sekali yaitu suka menunda-nunda pekerjaan =P

Singkat cerita saya baru mulai memutuskan fokus untuk mengerjakan Tugas Akhir di bulan Maret (berarti 2 bulan saya libur^^), namun apes nya kondisi saya drop secara tiba-tiba, dan tidak lama setelah itu saya divonis Demam Berdarah, sehingga harus masuk rumah sakit dan beristirahat dari tugas akhir saya.
Setelah fit kembali ternyata bulan sudah masuk awal April, sehingga hanya tinggal 1 bulan saya harus menuntaskan Tugas Akhir saya, kalau tidak salah ingat deadline nya adalah di awal bulan Juni.
Mulailah kesibukan muncul, stress, dan depresi, namun dari masalah inilah saya mulai introspeksi diri, semua yang terjadi tidak lepas dari kesalahan saya di masa lalu. Akhirnya saya cuma bisa lakukan yang terbaik dan bersandar kepada Tuhan, karena sangat mustahil menyelesaikan Tugas Akhir yang seharusnya dikerjakan selama 1 semester namun harus saya selesaikan dalam waktu 1 bulan.
Tapi Tuhan itu baik, tidak ada yang mustahil bagi Dia, saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir saya walau harus dengan kerja keras (bukan dengan membayar orang loh...).

Masih terasa wajar? Ini juga terjadi pada teman saya yang lebih rajin dari saya, namun dia mendapat masalah yang sangat serius, dua hari sebelum deadline, dosen pembimbing memaksanya untuk mengubah judul Tugas Akhir nya, sehingga dia sangat depresi dan sudah siap mengulang semester depan, namun Tuhan berkata lain, dia berusaha dan akhirnya berhasil menyelesaikan Tugas Akhirnya dengan baik.
Kalau mau tahu nilai saya, saya mendapatkan nilai B. Tuhan memang baik, namun Dia juga maha adil. Bagi saya nilai B sudah sangat bagus, karena sudah sepantasnya saya tidak lulus.

Mungkin beberapa dari teman-teman ada yang sedang menjalani Tugas Akhir atau tugas-tugas yang lain, mungkin di perkuliahan atau di tempat kerja, tapi ingatlah bahwa Tuhan kita lebih besar dari segala masalah dan beban hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita di dalam masalah, itu berarti Dia ingin membuat kita lebih kuat di dalam menghadapi masalah, dan jika Tuhan membiarkan kita gagal, itu berarti Dia ingin mengajarkan kepada kita bagaimana caranya untuk bangun dan berdiri. Tidak pernah sekalipun Tuhan meninggalkan anak-anak yang sangat Dia kasihi, selalu ada pelangi sehabis hujan, dan janji Nya tidak akan pernah tidak ditepati, karena Tuhan adalah kekal dan selama-lamanya.

Tuhan Yesus memberkati^^

Mazmur 37 : 23-24
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.

Senin, 21 Maret 2011

Masalah, musuh atau sahabat?

Hidup tidak pernah lepas dari masalah,
hanya ada satu jalan bagi kita untuk lepas dari masalah tersebut, dan hal itu adalah pada saat kita tidak lagi di dunia ini...

Saya bekerja di sebuah perusahaan asuransi di Surabaya,
dan tentunya saya juga tidak pernah lepas dari masalah... =P

Saya merasa diperlakukan tidak adil oleh manajer saya,
sebagai manajer dia sangat egois, pernah hampir saja menyerobot klien saya di depan mata saya, mengambil agen saya untuk dijadikan bawahannya, dan menggunakan saya sebagai alat untuk memperkaya dia...
Sebagai manusia yang ada di pikiran saya hanya ingin keadilan dan tentu saja saya sangat benci kepada dia...
Ingin rasa'nya saya tidak berjualan, supaya dia tidak mendapatkan income dari saya, salahnya sendiri memperlakukan saya seperti itu...

Namun yang menjadi masalah adalah kata yang saya tulis tebal dan miring, yaitu "MERASA".

Masalah tidak datang dari orang lain, itu hanya sebuah aktifitas yang memang selalu mengalir di kehidupan kita, namun sebenarnya adalah masalah itu datang karena diri kita sendiri.


Maksudnya???

Coba banyangkan, seperti keadaan saya, jika saya tidak berjualan, mungkin balas dendam saya bisa dikatakan "sukses",
namun apa untungnya buat saya? saya juga tidak mendapat income... (--")
Dan jika saya tidak ambil pusing dan tetap berjualan, maka saya akan tetap mendapatkan Income, dan tentunya manajer saya juga mendapat peningkatan omset team, dan kembali lagi saya akan merasa diperalat,
bingung kan?

Matius 25:40,
"sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."


Ayat ini sangat membantu saya dalam pergumulan saya,
mengapa kita tidak berpikir untuk memberkati orang yang "menurut kita" (kita tidak boleh menghakimi) bersalah kepada kita? bukankah kita ada untuk menjadi berkat bagi sesama?


Kalau memang hidup tidak akan pernah lepas dari masalah, kenapa kita tidak mulai mencoba mensyukuri atas segalah masalah yang terjadi? Bukankah masalah yang terjadi datang karena memang diijinkan terjadi oleh yang di Atas? dan tentu kita sudah sering dengan ini, bahwa masalah yg ada adalah salah satu cara Tuhan untuk menjadikan kita lebih baik lagi, jadi apakah boleh kalau saya katakan bahwa masalah juga merupakan anugrah?


Teori memang gampang, tapi saat mengalaminya hal ini menjadi sulit, bagi saya saat itu yg paling berat adalah jika saya harus berdoa untuk kesuksesan manajer saya, tapi tetap saya paksa untuk lakukan walaupun sakit...


Ingat teman!
Saat kita membenci salah satu orang saja, berarti kita telah mendukakan hati Tuhan.
Kenapa? Karena Yesus sudah mati disalib juga untuk orang yg kita benci tersebut...^^
Belajar mengampuni!


Semoga artikel ini bisa menjadi berkat bagi kita semua...


God Blees Us!