Tampilkan postingan dengan label mujizat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mujizat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Tinggal Satu Langkah Lagi...

Alkisah dua orang penambang emas, yang satu adalah orang tua yang sudah berumur di atas 50 tahun dan telah menghabiskan waktu lebih dari 20 tahun bekerja sebagai penambang emas, dan satu lagi adalah anak muda yang lebih bertenaga dan bersemangat. Sampai suatu ketika mereka bertemu di dalam suatu tambang dan saling memperdebatkan siapa yang boleh mengerjakan tambang tersebut. Namun akhirnya orang tua itu mengalah dan membiarkan anak muda itu mengerjakan tambang tersebut. Satu minggu berselang, anak muda itu menyerah dan berkata kepada penambang tua katanya, "Aku sudah menghabiskan waktu 1 minggu untuk menggali dan tidak kutemukan tanda-tanda keberadaan emas, aku menyerah, ini hanyalah tanah kosong", dengan tenang orang tua itu masuk ke dalam tambang tersebut dan dengan sekali gali, dia menemukan emas, dan semakin digali semakin banyak emas yang ditemukan terkubur di dalam tanah bekas galian anak muda tersebut.

Seperti itulah hidup, kita tidak pernah tau apa yang ada di depan kita. Begitu pula cara kerja Tuhan dalam hidup kita. Bagaikan penambang muda dalam cerita di atas, kita menggali tanpa kita tau apakah benar ada emas di sana, dan saat kita terus mencari dan tidak menemukan jawaban mulailah muncul masalah, keraguan dan akhirnya menyerah. Berbeda dengan penambang tua yang bijaksana, dia tidak memiliki kekuatan (talenta) seperti anak muda tersebut, namun satu hal yang dia miliki dan lebih besar dari anak muda tersebut adalah harapan (iman).

Yesaya 55:8
"Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN."

Kita boleh merencanakan sesuatu namun Tuhan tetaplah yang punya hak untuk mengambil keputusan akan hidup kita. Jadi yang terpenting dalam hidup ini adalah kita berjalan menurut kehendak Nya, terus berusaha yang terbaik, dan selalu menyerahkan harapan dan iman kita hanya kepada Nya.


Pada saat kita mulai lelah dan ingin menyerah, ingatlah bahwa tinggal satu langkah lagi maka kita akan melihat mujizat Tuhan dinyatakan pada kita,
Tuhan Yesus memberkati... =)

Rabu, 10 Agustus 2011

Selalu Ada Mujizat!

"Sebab masih ada mujizat yang belum pernah kulihat,
asal ku terus taat dan setia kasih kuasa-Mu nyata"

Penggalan lagu di atas menginspirasi dan memberkati hidup saya. Pernahkah kalian menghadapi suatu masalah dimana kalian merasa bahwa sudah tidak ada lagi jalan keluar? Saya yakin semua pernah mengalaminya, namun yang membedakan adalah bagaimana respon kita.

Saya mau membagikan kesaksian saya mengenai mujizat. Saya adalah seorang Manajer baru di sebuah perusahaan asing. Di tempat kerja saya diberikan kebebasan untuk memilih siapa yang akan kita ajak untuk bekerja sama, tentu saya memilih teman-teman saya. Kesalahan? Ya, itulah masalahnya, saya memang belum pengalaman sehingga saya tidak begitu menyeleksi team saya. Team saya yang pertama hanya bertahan satu bulan dan akhirnya keluar, team saya yang kedua juga hanya produktif di bulan pertama saja dan akhirnya mendapat surat peringatan, team saya yang ketiga sama sekali tidak produktif, dan team saya yang keempat adalah pacar saya dan tentu saja sangat susah untuk bekerja secara profesional. Pendek cerita team saya berjumlah tiga orang saat ini, dan target team harus saya kejar sendirian. Saya mulai berpikir, jika saya seperti ini terus, apa gunanya mereka ada di dalam team saya. Memang sebuah kesalahan, namun tidak ada waktu untuk saling menyalahkan, hanya solusi yang dapat memberikan jalan keluar. Bulan Agustus 2011 adalah bulan dimana salah satu team saya akan dikeluarkan secara sepihak karena tidak produktif, segala cara saya lakukan, motivasi, dan sebagainya, namun tidak menghasilkan apa-apa malah dia sudah menyerah dan berencana mengundurkan diri.
Saya cuma bisa pasrah dan berharap mujizat, karena ini juga akan membawa dampak ke karir saya sebagai kegagalan seorang manajer dalam memimpin sebuah team. Saya berdoa dan berserah kepada Tuhan untuk mujizat-Nya di bulan Agustus ini, namun apa jawaban Tuhan, close off (tutup buku) bulan ini dimajukan hanya sampai tengah bulan, siapa yang tidak stress melihat kenyataan tersebut, sudah terjepit berdoa malah semakin terjepit, akhirnya saya anggap itu sebuah pelajaran bagi saya untuk tidak mengulangi kesalahan, kalaupun saya harus diturunkan dari posisi manajer ya saya akan terima.

Dua hari menjelang close off, tiba-tiba team saya yang akan di termanation tiba-tiba BBM saya dan berkata bawa dia berhasil mendapatkan order. Wow, orang yang jelas-jelas mengatakan akan mengundurkan diri tiba-tiba mendapatkan order dan menyelamatkan karir saya, apakah ini jawaban Tuhan yang sebenarnya?

Tuhan berjanji dalam firman-Nya dalam Mazmur 37:24, "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya", kita sering dibiarkan untuk menghadapi masalah, namun Tuhan tidak pernah sekalipun mengijinkan masalah datang untuk menghancurkan hidup kita. Kesalahan kita di masa lalu juga Tuhan yang tanggung selama kita mau dengan rendah hati meminta ampun dan berserah penuh kepada Tuhan, karena Dialah Bapa kita.

Jadi bagi setiap kita yang saat ini sedang menghadapi masalah dan sudah di pintu gerbang putus asa, jangan pernah menyerah karena satu langka sebelum kalian masuk ke jurang masalah sudah Tuhan siapkan mujizat untuk mengangkat kita. Mujizat Tuhan memang sering kita rasakan terlambat, namun sebenarnya mujizat Tuhan datang pada waktu yang sangat tepat.

Tuhan memberkati kita^^

Selalu Ada Mujizat
Ku melakukan segala sesuatu
Hanya dalam namaMu
Kaulah sumber keselamatan hidupku


Ku menyerahkan seluruh hidupku
Hanya dalam tanganMu
Kaulah sumber keselamatan hidupku


Selalu ada mujizat
Yang sedang engkau perbuat
Bagiku yang hidup oleh percaya
Kasih kuasaMu tetap sama


Sebab masih banyak mujizat
Yang belum pernah ku lihat
Asal ku terus taat dan setia
Kasih kuasaMu nyata

Selasa, 29 Maret 2011

Jawaban Doa

Baru saja saya makan siang bersama teman saya,
ada suatu cerita konyol yang dia ceritakan, teman saya memiliki hobi sepeda, dan kemarin dia baru saja memodifikasi sepedanya dan menghabiskan uang sejumlah kurang lebih dua juta rupiah. Istrinya marah, karena April bulan depan ini dia akan melahirkan dan memerlukan banyak biaya, belum lagi perawatan seperti senam bayi, kontrol dokter, dan lain-lain. Sehingga teman saya yang memang terkadang kurang berpikir panjang ini mulai takut akan keuangannya.
Malam dia berdoa, dan mengatakan semuanya itu kepada Tuhan, bahwa dia sangat takut. Dan pagi harinya, dia satu profesi dengan saya (asuransi), dia bertemu dengan kliennya, dan hebatnya klien yang baru pertama kali bertemu dengan dia ini mau membeli dua polis, sehingga masalah keuangan berhasil ditutupi.

Tentunya sangat menyenangkan jika Tuhan dapat menjawab doa kita secepat itu, namun yang perlu kita pahami adalah bahwa Tuhan mampu memberi jawaban bahkan sebelum kita memintanya^^

Hanya saja Tuhan ingin memberikannya pada waktu dan kondisi yang tepat, jadi seperti doa Yesus sebelum disalibkan, Matius 26:39b "tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan yang seperti Engkau kehendaki".

Saudara rohani saya pernah mengatakan kepada saya mengenai waktu dari jawaban Tuhan atas doa kita, sangat menarik, dia mengatakan bahwa waktu Tuhan menjawab doa kita hanya ada 2, yaitu: Lambat dan SANGAT Lambat.

Sebuah konsep yang menurut saya cukup kontroversial saat saya mendengarnya, bagaimana menurut kalian?

Namun makna dari yang dia katakan adalah bukan pada waktunya, namun dari sisi kita, apakah sebenarnya ketaatan dan kesetiaan kita kepada Tuhan itu hanya untuk sebuah jawaban atau karena kita benar-benar mengasihi Dia dengan kasih agape?


Janji Tuhan adalah iya dan amin, sehingga sebagai orang percaya seharusnya tidak ada yang perlu kita kuatirkan lagi, selain diri kita sendiri^^


Jika Tuhan menjawab doa kita, itulah saatnya kita bersaksi bagi Dia, dan saat dia belum menjawab doa kita, itulah saatnya kita bersaksi kepada mereka semua akan kesetiaan dan ketaatan kita kepada-Nya.


Tuhan Yesus Memberkati^^



Selalu Ada Mujizat (Jonathan Prawira)


Kumelakukan segala sesuatu hanya dalam namaMu,
Kaulah sumber pertolongan hidupku.
Ku menyerahkan sluruh hidupku hanya dalam tanganMu,
Kaulah sumber keslamatan hidupku.


Selalu ada mujizat yang sedang Engkau perbuat
bagiku yang hidup oleh percaya, kasih kuasaMu tetap sama.
S'bab masih banyak mujizat yang belum pernah kulihat,
asal ku terus taat dan setia, kasih kuasaMu nyata.