Minggu, 02 September 2018

Benarkah Yesus adalah Tuhan?

Ya! Yesus adalah Tuhan yang hidup!

Saya selalu menjawab dengan lantang pertanyaan itu. Tetapi coba jujur, pernahkah kita meragukan Yesus sebagai Tuhan?

Beberapa tahun belakangan ini, banyak sekali paham-paham yang menyudutkan iman kita sebagai pengikut Kristus. Salah satunya seminar-seminar yang bisa kita tonton di youtube dimana pembicaranya sampai berani menantang pengikut Kristus untuk membuktikan dimana ayat yang Yesus sendiri mengatakan diri Nya sebagai Tuhan atau Yesus mengatakan sembahlah Aku. Saya yakin semua sudah tahu siapa yang saya maksud. Kabar baiknya, saya menjumpai banyak pengikut Kristus yang merasa tertantang akhirnya mencari kebenaran dengan membaca Alkitab, apapun motivasinya setidaknya mereka mulai kembali membaca Alkitab.

Iman kita akan baik-baik saja saat kita dalam keadaan yang baik, tetapi bagaimana saat keadaan tidak sesuai dengan keinginan kita. Sekitar dua tahun belakangan ini saya mengalami cobaan yang cukup berat, dan jujur berkali-kali saya menanyakan kepada Tuhan apa maksud semua ini. Dan saat saya dibiarkan di dalam badai dalam waktu yang cukup lama, jujur saja, iman saya mulai goyah dan mempertanyakan apakah doa saya ini sampai kepada Tuhan, hingga pada akhirnya saya kembali mempertanyakan apakah Tuhan benar-benar ada atau mungkin saya salah memilih Tuhan.

Apakah ada yang meragukan Tuhan seperti saya?

Ya! Yesus adalah Tuhan yang hidup!

Jawaban ini tidak boleh tergantikan dalam keadaan apapun. Wajar jika kita jatuh, tetapi jangan terus jatuh, bangkitlah. Bahkan Yohanes Pembaptis pun mengalaminya.

Lukas 7:18-19
Ketika Yohanes mendapat kabar tentang segala peristiwa itu dari murid-muridnya, ia memanggil dua orang dari antaranya dan menyuruh mereka bertanya kepada Tuhan: "Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?"

Saat membaca pertama kalinya, saya tidak merasakan apa-apa, namun saat saya merenungkannya baru-baru ini, saya merasa ada yang salah. Siapa tidak mengenal Yohanes Pembaptis? Dia yang berani berseru-seru bahwa akan datang juruselamat bahkan dia sendiri melihat Roh Allah turun kepada Yesus saat dia membaptis Nya. Apa yang harus dia ragukan? Dia membaptis banyak orang, membawa mereka kepada Tuhan, namun dia meragukan siapa Tuhannya.

Yohanes Pembaptis pun adalah seorang manusia. Hal ini sangat mungkin terjadi kepada nabi-nabi dan rasul-rasul sekalipun. Yohanes Pembaptis tidak akan semudah itu meragukan Tuhan, tetapi setelah dia ditangkap dan sekian lama menanti pertolongan maka mulailah keraguan muncul sehingga dia meminta muridnya untuk memastikan apakah Yesus ada benar-benar "yang akan datang". Tetapi saya yakin, di dalam keraguannya sekalipun, Yohanes Pembaptis pada akhir hidupnya adalah seorang pejuang Allah dan seorang pemenang, oleh sebab itu Yesus mengatakan dalam Lukas 7:28a bahwa di antara manusia yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.

Kita adalah manusia, wajar jika kita jatuh, maka dari itu pererat hubungan dengan Tuhan kita. Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup. Saat kita benar-benar mengenal Yesus, maka iman kita akan bertumbuh, dan saat kita bertumbuh maka tidak akan ada badai atau cobaan manapun yang mampu merobohkan kita.

1 Korintus 10:13
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

Pencobaan yang saya alami saat ini masih juga belum kunjung selesai. Bahkan mungkin bisa membuat saya jatuh miskin. Namun saya tidak peduli! Yang saya tahu adalah saya tidak lari dari masalah, saya berdiri di sini untuk menghadapi bersama dengan Yesus! Tentu saya kuatir, setiap hari saya berpikir keras untuk bisa menghadapi setiap masalah dan berusaha mencari jawaban, beberapa kali saya tidak menemukan solusi, bahkan ketika ada solusi pun tidak semua berhasil dan sering kali gagal dan muncul masalah berikutnya. Saya tidak akan menyerah kepada keadaan, tetapi saya akan menyerahkan sepenuhnya kepada Tuhan Yesus. Seperti kata Stand Up Comedy, Mongol, "kamana Tuhan bawa, kita iko". Kemanapun Tuhan mau bawa kita, di situ kita harus taat, karena Tuhan kita adalah Tuhan yang hidup dan Dia adalah kasih. Tidak ada alasan untuk membuat hidup kita semakin susah, tetapi jika itu diijinkan Tuhan terjadi, itu karena satu alasan, yaitu Kasih.

Yeremia 29:11
Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.

Apapun pencobaan yang kamu alami, tetap setia, percaya, dan pererat hubunganmu dengan Tuhan, maka Dia akan selalu menolong dan menyertaimu bahkan sampai memutih rambutmu Dia akan tetap ada menggendongmu.

Immanuel!
Tuhan Yesus memberkati!

Jumat, 31 Agustus 2018

God is Mighty to Save

"2019 Ganti Presiden"

Kira-kira begitulah yang banyak kita jumpai di berita akhir-akhir ini. Memang nanti pada tahun 2019 adalah tahun dimana kita merayakan pesta demokrasi, yaitu Pemilu. Apakah harus ganti? Semua tergantung pada rakyat Indonesia.

Saya tidak menulis artikel ini untuk membahas tentang pemilu tetapi moment ini cukup menarik dimana pada partai mulai menunjukkan dukungan mereka masing-masing kepada calon yang menurut mereka lebih baik, untuk satu visi yaitu menjadikan Indonesia lebih baik.

Apa benar begitu?

Kita doakan supaya pesta demokrasi ini berlangsung dengan baik dan dengan tujuan yang benar-benar untuk kebaikan Indonesai.

Beberapa waktu lalu saya menonton tentang debat antara pendukung dan ada satu kalimat menarik, yaitu mencari pengamanan. Dalam hati siapa yang tahu, jadi memang kita tidak bisa men-judge bahwa beberapa orang mendukung salah satu calon untuk mencari pengamanan atau memang karena satu visi, tetapi ini cukup menarik. Bukan hanya di dunia politik, bahkan dalam kehidupan sehari-haripun kita biasa mendapati ini. Dimana kita kadang terpaksa harus ikut arus agar kita juga aman.

Amsal 29:26
Banyak orang mencari muka kepada pemerintah, tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan.

Sebagai pengikut Kristus, kita harus ingat bahwa semuanya tidak luput dari kontrol Tuhan. Mungkin saat ini kita sedang dalam masalah dan mungkin sudah tidak ada solusi lagi, ingatlah bahwa Tuhan itu mampu membukakan jalan bagi anak-anak Nya.

Saya mulai mengubah doa saya saat dalam masalah. Dulu, saya selalu merengek seperti anak kecil di hadapan Tuhan, bahkan tidak jarang saya berdoa dengan ngotot dan sambil menghakimi Tuhan. Memang kita ini anak, tapi Tuhan ingin kita dewasa. Waktu kita kecil, kita merengek dan orang tua kita akan memberikan kita susu, tetapi saat dewasa kita harus bangkit dan membuatnya sendiri di dapur, tidak ada orang tua yang mau melihat anaknya yang sudah dewasa merengek meminta apapun.

Saya mulai belajar untuk berserah. Pada saat kita berani mengatakan bahwa masa depan kita serahkan pada Tuhan, maka jangan protes jika Tuhan mau mendewasakan kita. Berdoalah meminta kekuatan dan penyertaan. Masalah boleh datang dan menghantam kita namun satu yang harus kita pegang, yaitu percaya.

Mazmur 51:13
Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!

Selama Tuhan beserta dengan kita, itu cukup bagi kita. Semua akan ditambahkan jika kita mencari kebenaran. Namun jika memang kita belum ditambahkan itu berarti Tuhan punya rencana yang lain untuk kita. Kita semua dipilih dengan maksud yang mulia. Ingat, goal akhir kita bukan hidup dalam kemewahan tetapi hidup dalam kerajaan Nya, jadi jangan samakan berkat dengan harta dunia, walaupun harta dunia juga bisa Tuhan berikan bagi anak Nya.

Coba kita bayangkan memiliki hidup seperti aktor atau artis hollywood papan atas, wow, saya pun mau hidup seperti itu. Dan coba kita kembali renungkan kembali beberapa dari mereka yang sudah meninggal dengan cara yang tidak wajar, apa yang akan menanti mereka? Apakah kemewahan yang pernah mereka rasakan masih berarti nanti? Tidak ada yang salah dengan kekayaan, tetapi jika kekayaan mendatangkan maut, maka sebagai anak Tuhan, kita pasti tidak akan pernah dibiarkan. Saat kita siap, Tuhan tidak akan menahan berkat untuk kita menjadi kaya, karena Tuhan memang Tuhan yang punya segalanya, apa sulitnya membuat kita kaya. Tetapi ingatlah lagi, apakah kita siap atau tidak, itu Tuhan yang putuskan, jangan mengeluh, percaya saja pada kehendak Nya. Bahkan saya pun hingga saat ini masih hidup dengan banyak cicilan, tetapi saya percaya Tuhan pelihara dan Tuhan punya rencana.

Saya tidak tahu masalah yang terjadi dalam hidup anda, mungkin beberapa sudah mulai menyerah, tapi ingatlah, carilah Tuhan, karena dari Tuhan lah keadilan. Mintalah hikmat dalam setiap keputusan yang harus kita ambil, minta tuntunan dan penyertaan di setiap langkah hidup kita. Saya berdoa, buat setiap pembaca artikel ini, agar selalu diberi kekuatan dan Roh Kudus selalu ada menghibur dan menjadi penasehat bagi hidup Anda.

Dan terakhir, untuk Indonesia. Biarlah kita minta hikmat Tuhan untuk memilih, dan pada akhirnya, Tuhan lah yang akan memilihkan pemimpin yang akan duduk di kursi pemerintahan untuk bangsa Indonesia.

Immanuel!
Tuhan Yesus memberkati!

"Beberapa kalipun saya jatuh, saya yakin dan percaya, ada tangan Tuhan menopang saya. Maka saya akan bangkit dan melangkah bersama Tuhan!"

Kamis, 20 Juli 2017

Kita Adalah Pelaku Mujizat!

Shallom sahabat yang setia di dalam Tuhan Yesus!

Tidak terasa sudah satu tahun lebih saya tidak menulis di blog ini, saya akui bahwa kesibukan saya membuat saya melupakan pelayanan saya dan tolong jangan sampai ditiru, karena kalau Tuhan berkehendak maka Dia mampu menarik semua kesibukan kita agar kita bisa ingat kembali kepada Nya. Seperti firman Nya berkata dalam Lukas 16:10a "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar".


Saya memiliki mimpi yang besar pada saat saya masih kuliah. Saya bermimpi menjadi seseorang yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat di Indonesia. Bagaimana caranya? Saya tidak tahu, yang penting saya bermimpi dan beriman akan terjadi. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai bekerja dan merasakan bagaimana susahnya mencari uang, masalah yang datang bertubi-tubi, dan sebagainya, saya mulai meragukan mimpi saya. Jangankan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia, bahkan untuk pegawai-pegawai saya saja sudah susah. Dan akhirnya saya hidup dengan tujuan yang tidak muluk-muluk, yang penting keluarga saya bisa makan dan tidak kekurangan itu sudah sangat cukup bagi saya.


Itukah hidup? Lahir, belajar, bekerja, menikmati masa tua, dan meninggalkan anak cucu kita di dunia ini. Menyedihkan bukan? Tetapi itulah faktanya dan itulah yang saya lakukan.

Singkat cerita saya bertemu dengan kakak saya. Dia bertanya satu pertanyaan yang saya sedikit bingung.

"Menurutmu Yesus adalah mujizat atau simbol?"

Cobalah untuk merenungkan sebentar pertanyaan tersebut. Anda masih bingung dengan arti kata mujizat dan simbol? Mujizat adalah dimana ada Yesus di sana akan ada mujizat. Ataukah simbol? Yesus hanya sebagai simbol orang percaya.

Jujur saya bingung, bingung dengan pertanyaannya dan dengan jawabannya, seolah-olah pertanyaan ini menjebak saya, dan itulah tipikal kakak saya, selalu memberikan pertanyaan yang membingungkan.

Saya menjawab bahwa Yesus adalah mujizat. Lalu dia kembali bertanya,

"lalu bagaimana dengan di Nazaret?"

Ya, seingat saya di dalam Alkitab ada judul perikob, Yesus ditolak di Nazaret, tapi untuk mencari keberanan saya membuka melalui handphone saya dan benar disana ada tertulis, Markus 6:5 "Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.".

Berarti Yesus tidak selalu membuat mujizat. Berarti jawabannya adalah yang lain, yaitu Yesus adalah sebuah simbol. Tapi apakah artinya?

Setiap kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus, dia selalu menyembuhkan dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan untuk menyembukan orang buta sekalipun, dia menyembuhkan dengan cara yang berbeda-beda pula, tolong di cek di dalam Alkitab Anda. Dan kalimat favorit dari Tuhan Yesus saat menyembuhkan adalah "Jadilah kepadamu menurut imanmu". Ya, Yesus berkuasa melakukan mujizat, namun Yesus tahu mana yang terpenting, bukan sekedar kesembuhan, tetapi Yesus membangun iman mereka dan dari sanalah mereka mengalami mujizat. Itulah sebabnya di Nazaret tidak terjadi mujizat, karena iman mereka tidak tertuju kepada Yesus.

Lalu apa arti simbol yang kedua? Kita semua tahu bahwa Yesus pernah berjalan di atas air. Apakah ada orang lain yang bisa melakukannya selain daripada pesulap-pesulap dengan trik-triknya? Ya! Ada satu orang yang tercatat juga di dalam Alkitab, Simon Petrus. Dia berjalan di atas air, namun pada saat imannya goyah maka dia jatuh dan Yesus berkata dalam Matius14:31 "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?".

Yesus adalah simbol dari kebenaran. Jika Yesus bisa berjalan di atas air, Petrus pernah membuktikannya juga walau hanya sesaat. Jika Yesus bisa menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir, Petrus pun melakukannya di Kitab Kisah Para Rasul. Apakah kita juga bisa melakukannya? Dan jika Yesus bisa memberi makan lima ribu orang, apakah kita juga mampu memberi makan lima ribu orang?

Ya! Kita pun dapat melakukannya bahkan lebih daripada lima ribu orang.

Yohanes 14:12-14
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Tuhan kita sudah menyatakan dalam firman Nya dan tidak satupun janji yang tidak dipenuhi Nya. Saya pun yakin bahwa mimpi saya akan dapat terlaksana jika saya memiliki iman. Dan PR saya adalah mulai merancang langkah pertama saya untuk mendekatkan saya kepada mimpi saya.

Saya tidak tahu apakah mimpi Anda. Ingatlah mimpi-mimpi masa muda Anda dan mimpi-mimpi yang membuat kalian takut untuk menjalankannya. Karena jika Anda menemukan mimpi yang menakutkan tersebut berarti Anda siap untuk melihat mujizat terjadi dalam hidup Anda.

Terus andalkan Tuhan dan percaya bahwa iman yang kita miliki telah menyembuhkan dan menyelamatkan kita.

Immanuel! Amin!


====================================
Please follow our Facebook page
====================================

Kamis, 22 Januari 2015

The Most Important Job In The World...!

"Unlimited hours. No breaks. The most important job is also the world's toughest job."

Apakah Anda pernah membayangkan pekerjaan macam apakah itu? Kalimat tersebut adalah penggalan dari percakapan sang pemberi pekerjaan kepada pelamar. Dan tidak ada jawaban yang berbeda, semua pelamar mengatakan bahwa itu pekerjaan gila, apalagi setelah mendengar kata no pay (tidak dibayar). Dan setelah semua pelamar menolak pekerjaan tersebut, sang pemberi pekerjaan berkata bahwa ada banyak bahkan miliaran orang yang mau menerima pekerjaan tersebut, yaitu moms (Seorang ibu).

Proses interview tersebut dilakukan secara online (webcam) untuk memperingati Mother's Day 2014.

Yesaya 49:15a
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?

Mungkin karena kita sudah terbiasa dengan kehidupan kita maka tanpa kita sadari bahwa kita sudah meremehkan pekerjaan dari seorang ibu. Kita menganggap bahwa itu adalah pekerjaan yang biasa dan tidak ada yang spesial. Betul, tidak ada yang spesial dari pekerjaan menggendong kita, memasak makanan bagi kita, mencuci pakaian kita, atau apapun itu, semuanya tidak lebih dari yang pembantu kita kerjakan, lalu apa yang spesial? Jika Anda setuju maka seharusnya Anda juga tidak akan menangis saat menonton video di bawah. Tapi jika Anda tersentuh atau mungkin sampai meneteskan air mata, berarti ada sesuatu dibalik semua pekerjaan yang serba biasa tersebut.

Ya, jawabannya adalah Kasih!

Pekerjaan yang biasa namun dilakukan dengan dasar kasih orang tua kepada anaknya. Kasih yang tanpa syarat dan tanpa menuntut balas, kasih yang rela memberikan segalanya, kasih yang mementingkan orang yang dikasihinya melebihi dirinya sendiri, itulah yang membuat semuanya menjadi sangat spesial.

Lalu apakah tugas kita sebagai seorang anak?

Saudara kita berkata Sorga di telapak kaki ibu, saya setuju dengan ini. Bagi saya tidak ada seorangpun yang boleh mengaku sebagai pengikut Kristus jika hidupnya tidak menghormati ibunya. Bahkan saat Yesus masih dalam tubuh manusia, Dia juga menghormati Maria sebagai ibu Nya.

Keluaran 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Jika kita sudah menyadari kasih sayang ibu (orang tua) kepada kita maka marilah kita buat mereka bangga dengan apa yang kita lakukan. Dan terlebih lagi untuk TUHAN yang juga mengasihi kita bahkan lebih dari siapapun yang ada di dunia.

Immanuel!
Tuhan Yesus beserta kita!


Kamis, 01 Januari 2015

2015 - Pemulihan Bagi Bangsa Indonesia

Selamat Tahun Baru 2015!


Satu tahun terasa begitu cepat sehingga tidak terasa kita sudah harus mengucapkan selamat tinggal kepada 2014 untuk selamanya.

Ada beragam kenangan di tahun 2014, naik dan turun kehidupan, suka dan duka, keberuntungan dan musibah, dan sebagainya. Saya yakin semua dari kita memiliki ingatan tentang 2014 di dalam benak kita. Apapun yang terjadi sudah terjadi, tidak mungkin kita bisa kembali untuk mengulang, jadi hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan, yaitu MENGUCAP SYUKUR apapun itu.

Bagi saya tidak ada yang lebih indah daripada bersujud menyembah TUHAN saat memasuki tahun baru. Hal ini sudah saya lakukan sejak memasuki tahun 2011. Saya bersujud mengucapkan terima kasih atas apa yang TUHAN berikan dan ijinkan terjadi dalam kehidupan saya di tahun yang lalu dan juga menyerahkan diri serta tahun yang baru ke dalam rencana Nya. Itulah rutinitas yang saya lakukan setiap tahun.

Tahun 2015 adalah tahun pemulihan bagi bangsa INDONESIA. Saya memang bukan seorang teologia, namun saya yakin akan Firman yang Tuhan berikan kepada saya di awal tahun 2015.

Galatia 5 : 1 - 6

Di ayat tersebut Tuhan berfirman bahwa orang-orang kaya (dalam arti negatif) akan dihukum. Segala bentuk kekayaan yang didapatkan dengan cara yang tidak benar (korupsi, pemalsuan pajak, uang haram, dll) akan tiba saatnya bagi mereka untuk mendapatkan hukuman dari Tuhan. Keadilan Tuhan akan ditegakkan di tahun 2015.

Galatia 5 : 1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

Apakah ini berlaku hanya untuk orang-orang di pemerintahan? Tentu tidak!

Firman Tuhan adalah bersifat global, yang artinya juga ditujukan kepada setiap kita. Banyak manusia terjebak dalam uang. Cinta uang membuat manusia mau melakukan segalanya bahkan jika itu harus merugikan orang lain. Tidak sedikit mereka mau menjual kekudusan untuk mendapatkan uang yang mereka cintai. Nyawa orang lain sudah seperti tidak berharga dibandingkan dengan uang sehingga tidak sedikit mereka mau mencelakakan orang lain demi sejumlah uang. Pemalsuan pajak dengan alasan keuntungan yang sangat tipis dan persaingan bisnis. Suap kanan dan suap kiri untuk memperlancar negosiasi. Jika hal tersebut ada di dalam hidup kita, BERTOBAT!

Galatia 5 : 4 - 6 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Kita bersyukur jika kita memiliki Tuhan yang sabar dan penyayang, namun bukan berarti kita bisa bermain-main dengan Tuhan. Keadilan juga adalah sifat Tuhan kita. Suatu saat Dia akan menegakkan keadilan Nya di bumi.

Tuhan kita adalah Tuhan yang kaya. Kalau kita yakin akan hal tersebut maka tidak ada alasan kita untuk takut dalam berjalan di jalan Nya. Lupakan untuk mengakali pajak, karena saat untungmu menjadi tipis disana Tuhan bisa berikan keuntungan lewat cara Nya sendiri, bukan kita sudah sepakat kalau Tuhan kita adalah Tuhan yang kaya, jadi sangat mudah bagi Nya memberikan kita kekayaan. Dan bukan hanya soal kekayaan namun Tuhan kita adalah Tuhan pemilik semua yang ada, jadi apa yang harus kita takutkan. Apakah kita harus seperti orang dunia yang haus dan cinta akan uang? Tentu Tuhan kita jauh lebih hebat daripada hanya sekedar uang.

Mari kita awali tahun 2015 dengan benar, yaitu dengan datang kepada Tuhan dan menyerahkan sepenuhnya 2015 ke dalam rencana Nya. Mari kita bersama berubah jika memang kita masih belum sepenuhnya berserah. Marilah kita juga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama, bukan hanya sekedar dalam hal materi tetapi juga menjadi berkat secara rohani bagi orang-orang yang kita cintai dan orang-orang yang ada di sekitar hidup kita.

Ingatlah! Tidak ada manusia yang tidak butuh Tuhan, hanya saja mereka masih belum menemukan Tuhan!

Selamat Tahun Baru 2015!
Immanuel! Tuhan Yesus beserta kita!





Rabu, 24 Desember 2014

Apakah Arti Natal?

Apakah arti Natal bagi Anda?

Bagi seorang anak kecil, Natal adalah saat untuk menerima banyak hadiah.

Bagi seorang remaja, Natal adalah saat berkumpul dan saling tukar kado dengan kelompoknya masing-masing.

Bagi seorang pekerja, Natal adalah saat untuk libur atau mungkin sebaliknya sebagai saat yang tepat untuk meningkatkan penjualan.

Lalu, apakah arti Natal bagi Anda pribadi?

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda tentang Natal, tetapi bagi Allah, Natal adalah sebuah karya kasih.

Natal dimulai dari inisiatif Allah untuk menebus dosa manusia dengan memberikan Yesus kepada dunia. Melalui Natal hubungan manusia dengan Allah dipulihkan dan karena Natal maka hidup manusia tidak lagi menuju kepada kebinasaan melaikan kepada hidup yang penuh kemenangan.

Bagi Yusuf dan Maria, Natal adalah sebuah perjuangan hidup dimana mereka harus melakukan perjalanan jauh dengan Maria dalam keadaan hamil besar dan juga harus bersembunyi dari ancaman raja Herodes yang berusaha membunuh bayi Yesus. Namun semua menjadi sebuah sukacita saat Yesus benar-benar lahir ke dunia.

Bagi para gembala, Natal adalah sebuah sukacita dimana mereka melihat Raja dan melihat sebuah pengharapan akan hidup dalam kemenangan.

Namun sebaliknya bagi Allah, Natal adalah sebuah pengorbanan. Hanya ada satu alasan kenapa Allah mau melakukan semua hal ini, yaitu karena KASIH!.

Marilah kita kembali kepada arti Natal yang sesungguhnya.

Natal bukan sekedar perayaan dan pesta pohon dengan lampu atau kado-kado yang berwarna-warni, namun Natal adalah sebuah pengorbanan dan karya kasih Allah kepada manusia berdosa yang benar-benar Dia cintai. Mari kita bagikan karya kasih Allah kepada mereka yang membutuhkan.

Selamat Natal 2014!

NB: Apakah arti Natal bagi Anda?


Minggu, 14 Desember 2014

CHRISTMAS is LOVE

Matius 24 : 12-14
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Salam Damai!

Sudah sangat lama sekali saya vakum dari blog ini dan tidak terasa sudah kembali di bulan Desember. Sebelumnya saya ingin mengucapkan "Selamat Natal" kepada para pembaca sekalian. Tidak ada yang tahu tepatnya kapan YESUS lahir ke dunia, banyak perdebatan mengenai Natal di tanggal 25 Desember yang sama juga dengan hari kelahiran dewa matahari, tapi mari kita kesampingkan semuanya dan kembali pada inti dari Natal itu sendiri, yaitu KASIH.

Natal dimulai dari inisiatif ALLAH untuk turun dan lahir ke dunia dalam bentuk manusia. Hal ini adalah gambaran KASIH ALLAH dan inilah inti dari Natal yang sesungguhnya, yaitu KASIH.

Saya sangat suka sekali suasana Natal. Kehangatan Natal yang dipenuhi hiasan pohon Natal dan lampu yang berwarna-warni, hadiah-hadiah, dan produk-produk yang dijual khusus dengan tema Natal. Orchard Road di negara Singapore adalah salah satu tempat yang benar-benar indah dalam merayakan Natal.

Tidak ada yang salah dalam merayakan meriahnya Natal, namun bukanlah itu inti dari Natal. Untuk ketiga kalinya saya katakan bahwa inti dari Natal adalah KASIH.

2 Timotius 3 : 1-5 menggambarkan dengan jelas keadaan saat ini dimana kasih sudah menjadi dingin. Tidak bisa kita pungkiri bahwa dunia saat ini sebagian besar digerakkan dengan uang dan kekuasaan. Bahkan saya pernah membaca sebuah artikel dimana seorang sekuriti hotel melarang seseorang yang terluka untuk masuk hanya karena takut mengotori lantai hotel. Manusia semakin egois dan hanya memandang diri sendiri. Tidak sedikit berita pembunuhan sesama anggota keluarga hanya karena masalah harta. Mereka benar-benar lupa dengan yang namanya KASIH!

Mari kita sebagai orang yang sudah menerima kasih ALLAH boleh membagikan kasih tersebut kepada sesama kita.

NATAL adalah BERKAT! Hal ini tidak bicara hanya menerima berkat namun juga membagikan berkat. Janganlah kita egois dan menyimpan Kasih ALLAH untuk diri kita sendiri, namun mari bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Nikmatilah hasil pekerjaan Anda, silakan beli barang-barang yang Anda inginkan dan pergi ke negara yang Anda inginkan, itu adalah hak Anda, namun jangan lupakan mereka yang juga membutuhkan Anda. Semua milik kita adalah pemberian ALLAH dan sebagian dari itu adalah titipan ALLAH untuk mereka yang ada di sekita kita.

Akan ada saatnya dimana kita akan mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan ALLAH. Dimana akan dipisahkan seorang demi seorang seperti gembala memisahkan kambing dan domba. Dan kalau Anda membaca dalam Matius 25 : 31-46 maka inti dari penghakiman tersebut adalah cara kita mengasihi ALLAH. Orang yang tidak mengasihi ALLAH akan masuk ke siksaan yang kekal dan orang yang mengasihi ALLAH akan masuk ke dalam hidup yang kekal.

Matius 25 : 40b berkata "Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari sadara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Cinta kasih dan perlakuan kita terhadap sesama mencerminkan bagaiman cinta dan kasih kita kepada ALLAH.

Mari kita bersama belajar inti dari NATAL dan mari kabarkan NATAL kepada sesama kita mulai dari keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan kerja kita, dan dimanapun kita berada. Mengabarkan KASIH bukanlah beban namun sebuah KEHORMATAN.

IMMANUEL!!!