Kamis, 06 Oktober 2011

Sampai Maut Memisahkan...


Suatu kali saya sedang bersantai dan browsing internet, saya menemukan sebuah artikel menarik dan membuat saya berdiam sejenak. Dan saya rindu untuk bisa membagikan cerita ini kepada kalian agar dapat menjadi berkat buat kita semua.

Di Valdaro, salah satu kota di Italia, ditemukan sebuah kerangka laki-laki dan perempuan diperkirakan sudah terkubur selama 5,000 hingga 6,000 tahun. Namun yang menarik adalah kerangka tersebut ditemukan dalam posisi berpelukan. Irena Mannorti, seorang Arkeolog, mengatakan untuk berusaha tetap mempertahankan posisi mereka untuk tetap saling berpelukan. Penemuan ini tidak hanya membuat para arkeolog tergoncang namun fakta bahwa mereka berpelukan selama kurang lebih 5,000 tahun membuat para masyarakat Italia tergoncang.

Saya sangat kagum kepada pasangan kerangka yang tidak saya kenal ini. Saya memiliki seorang sahabat dan penolong dalam hidup saya, walaupun saat ini kami belum benar-benar dipersatukan dalam janji pernikahan, namun saya sangat menyayangi dia. Besar harapan saya bisa menjaga komitmen untuk tetap berbagi hingga kita benar-benar dipersatukan oleh Tuhan dan hingga maut memisahkan kita. Namun saya sadari, sudah berulang kali saya kecewa, benci, dan marah karena masalah-masalah kecil, kesalahpahaman, dan keegoisan.
Tidak jarang saya melihat teman-teman saya yang sudah lama berpacaran, menikah, dan saat ini berada dalam masalah dan di ambang pintu perceraian. Hal ini membuat saya berpikir seberapa besarkah harga sebuah kesetiaan.
Namun foto di atas benar-benar membuat saya sadar, bahwa semua ada masanya. Orang akan merasa benar-benar kehilangan pada saat hal itu sudah benar-benar hilang. Ketika saya merenungkan bahwa kita tidak pernah kekal, dan bila seorang yang saya cintai pun tidak akan selalu bisa bersama dengan kita, itulah saat dimana saya benar-benar merasa "dia" adalah sangat-sangat berharga.

Namun ingat, kita hidup bukan hanya berdua atau bertiga saja, kita juga memiliki keluarga, teman, sahabat, bahkan saingan dalam hidup kita. Kadang kita berpikir untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang baik dengan kita saja, dan ingin menyingkirkan musuh-musuh kita. Ingatlah sekali lagi, mereka tidak kekal. Ada saatnya mereka akan meninggalkan kita satu persatu, bahkan ada saatnya juga untuk kita yang meninggalkan mereka. Oleh sebab itu, marilah bersyukur akan semua yang ada di sekitar kita, doakan dan bagikan berkat, karena ada saatnya dimana kita merindukan mereka yang sudah tidak akan dapat kembali lagi kepada kita.

Bersyukurlah jika kita masih bersama kakek dan nenek, ingatlah seberapa berharganya mereka bagi kita.
Bersyukurlah jika kita masih bersama ayah dan ibu, ingatlah seberapa beruntungnya kita memiliki kasih sayang dan doa mereka.
Bersyukurlah jika kita masih bersama saudara, ingatlah seberapa besar support mereka saat kalian dalam masalah dan hanya mereka yang terus membantu kita.
Bersyukurlah jika kita masih bersama suami atau istri, ingatlah seberapa besar pengorbanan mereka terhadap keegoisan dan selalu menjadi penolong buat kita.
Bersyukurlah jika kita masih bersama anak-anak, ingatlah seberapa besar sukacita yang kita dapatkan dari mereka.
Dan jangan lupa untuk mengatakan seberapa berharga dan kasih sayang kita kepada mereka sebelum waktu mengambil mereka dari kita.


Suatu ketika di sebuah universitas teologi, seorang profesor memanggil salah satu mahasiswanya yang berusia 35 tahun untuk maju ke depan dan menyuruhnya menulis 8 orang yang berharga dalam hidupnya. Setelah berpikir agak lama akhirnya dia menyelesaikan 8 nama tersebut, yaitu Ayah, Ibu, Istri, 2 orang anaknya, dan 3 orang sahabatnya.

Lalu profesor tersebut menyuruhnya menghapus 1 nama, akhirnya dia memutuskan menghapus salah satu nama sahabatnya. Dilanjutkan lagi dia menyuruh untuk menghapus 1 nama lagi, dan dia menghapuskan nama sahabatnya lagi. Setelah itu dilanjutkan dengan menghapus 1 nama lagi, dan dia menghapus nama sahabatnya yang terakhir.
Dan sekarang hanya tersisa nama Ayah, Ibu, Istri, dan 2 Anaknya. Lalu pendeta itu menyuruhnya kembali menghapus 2 nama lagi. Kelas mulai terdengar ramai dengan suara tertawa melihat mahasiswa ini mulai bingung untuk menghapus 2 nama tersebut. Akhirnya diputuskan untuk menghapus nama Ayah dan Ibunya. Dan untuk terakhir kali Sang Profesor menyuruhnya menghapus 2 nama terakhir.
Mahasiswa ini terdiam sesaat dan akhirnya mulai meneteskan air mata, kelas menjadi sunyi saat mahasiswa ini menghapus nama kedua anaknya dan menyisakan satu nama yaitu nama istrinya.
Akhirnya Profesor menyuruh mahasiswanya untuk duduk, dan mulai menjelaskan arti dari permainan tersebut, "sahabat bisa meninggalkan kita, orang tua juga akan meninggalkan kita, begitupun dengan anak-anak kita juga akan meninggalkan kita dan memiliki keluarganya sendiri, yang tersisa hanyalah istri kita yang akan terus setia mendampingi dan berbagi dengan kita sampai maut memisahkan...".

Seberapa besar harga sebuah kesetian?

Damai Sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita sekalian...

Kamis, 29 September 2011

Badaipun Pasti Berlalu

Sudah sangat lama saya tidak menulis blog ini, namun besar harapan saya bahwa para pembaca masih terus bisa terberkati oleh tulisan-tulisan saya. Saya ingin sedikit share mengenai apa yang baru saja saya alami.

Boleh dibilang saya sedang menghadapi sebuah "BADAI" yang cukup besar. Jumat minggu lalu, tepatnya tanggal  23 September 2011, saya baru saja menginvestasikan dana saya sejumlah sepuluh juta rupiah di dalam salah satu perusahaan trading, dan tidak sampai satu minggu dan tepatnya hari ini, 29 September 2011, uang yang saya investasikan sudah menjadi hanya satu juta enam ratus ribu rupiah. Memang kita tidak bisa terus larut dalam penyesalan, namun apakah bisa Anda banyangkan seberapa susahnya bagi saya yang masih berusia 23 tahun untuk mendapatkan uang sebesar itu dan harus hilang hanya dalam hitungan hari saja. Saya memiliki hobi sepeda, dan memang sebagai penggemar sepeda tentunya ada keinginan-keinginan untuk memodifikasi sepeda saya, namun saya mengerti prioritas manakah yang harus didahulukan sehingga saya selalu mengundur-undur waktu untuk melakukan itu, namun uang saya sekarang harus hilang dengan saya tidak mendapatkan sesuatu apapun.

Pagi ini saya hanya bisa duduk di kursi ruang tamu rumah saya, diam beberapa menit, dan mulailah muncul rasa menghakimi diri sendiri. Kemarahan, kebencian, kekecewaan mulai menguasai diri saya. Sampai akhirnya saya masuk ke kamar dan entah kenapa saya mulai ingat sebuah lagu, dan mulailah dari lagu tersebut saya dikuatkan.

Takkan pernah terlambat pertolonganMu,
Takkan pernah terlelap Kau menjagaku,
Kau lah segalanya yang kuperlu disetiap jalanku,
S'bab Engkau, Allah yang tahu yang terbaik di dalam hidupku


Saya merasa bahwa diri saya benar-benar seorang pengecut, seringkali saya bisa memberikan motivasi kepada teman-teman saya yang jatuh, bahwa TUHAN kita jauh lebih besar dari setiap masalah-masalah kita, namun saat saya mengalaminya, seringkali saya putus asa dan mulai meragukan janji TUHAN.
Akhirnya saya menuliskan sebuah kalimat di dalam akun FACEBOOK saya,
Hidup Ikut Tuhan tidaklah selalu diberi kemudahan, kadang akan membuat kita berada di gerbang putus asa, namun satu hal yang pasti Tuhan akan selalu memberikan kekuatan untuk tidak membiarkan kita jatuh tergeletak... SEBAB TUHAN SELALU MEMEGANG TANGAN KITA
Bagi kalian, mungkin saat ini ada yang berbeban berat, memiliki masalah yang terasa mustahil untuk kita selesaikan, ingatlah bahwa kuasa TUHAN akan dinyatakan bukan pada masalah yang bisa kita hadapi, namun pada masalah yang kita tidak bisa hadapi, yang perlu kita lakukan adalah melakukan bagian kita, percaya, dan terus berserah kepada TUHAN, dan saat waktunya tiba TUHAN akan bekerja menyelesaikan masalah kita dan tugas kita adalah bersaksi agar nama TUHAN dapat dimuliakan lewat kesaksian-kesaksian kita.

Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita...


Kuatkan hatiku ya Allah, saat lemah
Engkau yang selalu kunantikan
di dalam doaku


Tenangkan jiwaku ya Tuhan yang tertekan
Engkau yang selalu kuperlukan
dalam pujianku


Kusembah Kau Allah yang berkuasa
Di dalam nama-Mu ku sanggup atasi s'galanya
Badaipun pasti berlalu atas perintah-Mu
Oleh janji-Mu ku kan hidup dalam kemenangan

Rabu, 10 Agustus 2011

Selalu Ada Mujizat!

"Sebab masih ada mujizat yang belum pernah kulihat,
asal ku terus taat dan setia kasih kuasa-Mu nyata"

Penggalan lagu di atas menginspirasi dan memberkati hidup saya. Pernahkah kalian menghadapi suatu masalah dimana kalian merasa bahwa sudah tidak ada lagi jalan keluar? Saya yakin semua pernah mengalaminya, namun yang membedakan adalah bagaimana respon kita.

Saya mau membagikan kesaksian saya mengenai mujizat. Saya adalah seorang Manajer baru di sebuah perusahaan asing. Di tempat kerja saya diberikan kebebasan untuk memilih siapa yang akan kita ajak untuk bekerja sama, tentu saya memilih teman-teman saya. Kesalahan? Ya, itulah masalahnya, saya memang belum pengalaman sehingga saya tidak begitu menyeleksi team saya. Team saya yang pertama hanya bertahan satu bulan dan akhirnya keluar, team saya yang kedua juga hanya produktif di bulan pertama saja dan akhirnya mendapat surat peringatan, team saya yang ketiga sama sekali tidak produktif, dan team saya yang keempat adalah pacar saya dan tentu saja sangat susah untuk bekerja secara profesional. Pendek cerita team saya berjumlah tiga orang saat ini, dan target team harus saya kejar sendirian. Saya mulai berpikir, jika saya seperti ini terus, apa gunanya mereka ada di dalam team saya. Memang sebuah kesalahan, namun tidak ada waktu untuk saling menyalahkan, hanya solusi yang dapat memberikan jalan keluar. Bulan Agustus 2011 adalah bulan dimana salah satu team saya akan dikeluarkan secara sepihak karena tidak produktif, segala cara saya lakukan, motivasi, dan sebagainya, namun tidak menghasilkan apa-apa malah dia sudah menyerah dan berencana mengundurkan diri.
Saya cuma bisa pasrah dan berharap mujizat, karena ini juga akan membawa dampak ke karir saya sebagai kegagalan seorang manajer dalam memimpin sebuah team. Saya berdoa dan berserah kepada Tuhan untuk mujizat-Nya di bulan Agustus ini, namun apa jawaban Tuhan, close off (tutup buku) bulan ini dimajukan hanya sampai tengah bulan, siapa yang tidak stress melihat kenyataan tersebut, sudah terjepit berdoa malah semakin terjepit, akhirnya saya anggap itu sebuah pelajaran bagi saya untuk tidak mengulangi kesalahan, kalaupun saya harus diturunkan dari posisi manajer ya saya akan terima.

Dua hari menjelang close off, tiba-tiba team saya yang akan di termanation tiba-tiba BBM saya dan berkata bawa dia berhasil mendapatkan order. Wow, orang yang jelas-jelas mengatakan akan mengundurkan diri tiba-tiba mendapatkan order dan menyelamatkan karir saya, apakah ini jawaban Tuhan yang sebenarnya?

Tuhan berjanji dalam firman-Nya dalam Mazmur 37:24, "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya", kita sering dibiarkan untuk menghadapi masalah, namun Tuhan tidak pernah sekalipun mengijinkan masalah datang untuk menghancurkan hidup kita. Kesalahan kita di masa lalu juga Tuhan yang tanggung selama kita mau dengan rendah hati meminta ampun dan berserah penuh kepada Tuhan, karena Dialah Bapa kita.

Jadi bagi setiap kita yang saat ini sedang menghadapi masalah dan sudah di pintu gerbang putus asa, jangan pernah menyerah karena satu langka sebelum kalian masuk ke jurang masalah sudah Tuhan siapkan mujizat untuk mengangkat kita. Mujizat Tuhan memang sering kita rasakan terlambat, namun sebenarnya mujizat Tuhan datang pada waktu yang sangat tepat.

Tuhan memberkati kita^^

Selalu Ada Mujizat
Ku melakukan segala sesuatu
Hanya dalam namaMu
Kaulah sumber keselamatan hidupku


Ku menyerahkan seluruh hidupku
Hanya dalam tanganMu
Kaulah sumber keselamatan hidupku


Selalu ada mujizat
Yang sedang engkau perbuat
Bagiku yang hidup oleh percaya
Kasih kuasaMu tetap sama


Sebab masih banyak mujizat
Yang belum pernah ku lihat
Asal ku terus taat dan setia
Kasih kuasaMu nyata

Selasa, 09 Agustus 2011

Jujur Buntung!

Apakah kalian masih ingat masa-masa sekolah dulu? Atau mungkin kita coba bernostalgia kembali ke masa-masa SMA. Hampir semua pernah mengalami diajar oleh guru yang "killer", sangat perfeksionis dan kejam, walaupun sebenarnya kalau kita lihat baik-baik itu demi kebaikan kita loh... =P.
Dan pada saat ulangan biasanya tipe-tipe guru "killer" selalu memiliki soal yang susah dan pelit nilai, bener ga? sampai-sampai ada mayoritas teman-teman di kelas pasti berusaha menghalalkan segala cara supaya dapat nilai bagus, dan salah satunya tentu saja menyontek =). Nah, tentu kita yang merupakan "Anak Tuhan" pasti akan berkali-kali tergoda untuk melakukannya, dan pada saat kita memutuskan untuk jujur maka yang terjadi adalah nilai kita merah alias jelek dan teman-teman kita yang menyontek bersorak-sorai karena nilai mereka bagus. Jujur buntung! Nah loh...

Oke, cukup bernostalgianya, mari kita kembali ke realita yang ada sekarang. Tidak perlu kita tutup-tutupi lagi, menurut kalian ada berapa banyak pengusaha-pengusaha kaya yang benar-benar jujur dalam bekerja. Melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak misalnya. Atau mungkin bagaimana mereka menjamu rekan bisnisnya, apakah dengan cara yang baik di mata Tuhan, atau mungkin dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Lalu bagaimana mereka dalam berkompetisi dengan kompetitor atau pesaing mereka, apakah dengan dasar kasih atau saling menjatuhkan.
Jika kalian sulit menjawab pertanyaan di atas, maka tidak salah jika ada pandangan bahwa "bisnis itu kotor".

Mari kita lihat kebenaran dalam firman Tuhan,
Ibrani 13:2 "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat"

Lihatlah, saat kita melakukan perbuat baik dan orang itu tidak mengetahuinya maka sebenarnya kita telah menjamu malaikat-malaikat terang. Hal ini sama dengan realita yang terjadi dalam hidup kita, perbuatan baik kita belum tentu dilihat bahkan dihargai oleh orang lain, tapi janganlah hal itu membuat kita akhirnya berhenti untuk mengasihi. Hukum surgawi dan duniawi sangatlah bertolak belakang. Kita perlu melakukan hal-hal yang tidak berkenan di mata Tuhan dengan alasan untuk bisnis, saat ditegur kita bilang itu terpaksa karena persaingan bisnis semakin ketat. Benar persaingan semakin ketat, namun cara Tuhan berbeda, saat kita melakukan sesuai kehendak-Nya dan mengutamakan Tuhan maka berkat Tuhan akan melimpah dalam hidup kita.
Matius 6:33 "tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Untuk menjadi kaya dunia mengajarkan kita untuk rajin mencari uang, bahkan jika perlu merampas hak milik orang lain, misalnya dengan penebangan pohon secara liar yang akhirnya kita yang tidak ikut menikmatinya harus kehilangan hak kita untuk alam yang bebas dari banjir, pembuangan limbah di sungai yang akhirnya para penduduk harus kehilangan hak mereka akan air bersih. Namun firman Tuhan mengajarkan hal yang "bodoh" bagi dunia, untuk menjadi kaya kita harus memberi, karena di dalam memberi kita menerima.

Janganlah pernah berbuat baik untuk orang lain kagum dan memuji kita, karena seharusnya perbuatan baik kita didasarkan oleh karena rasa syukur kita karena kasih dan anugerah Tuhan dalam hidup kita.
Jadi, apakah kalian masih ingin menjadi orang yang jujur di hadapan Allah?

Tuhan memberkati^^

Senin, 08 Agustus 2011

Tuhan bertahta di atas Pujian

Sembah dan puji Dia...
Sembah dan puji Dia...
Sembah dan puji Dia Sang Raja...


Tentunya kalian tahu lirik lagu di atas, benar itu adalah sebuah lagu Natal yang mungkin merupakan lagu yang pasti kita dengan pada bulan Desember. Pertanyaannya adalah kenapa kita harus memuji dan menyembah Dia? Apakah Tuhan kita benar-benar membutuhkannya?

Mazmur 22:4 mengatakan, "......... Engkaulah yang kudus yang bersemanyam di atas puji-pujian orang Israel". Ayat ini sangat jelas sekali mengatakan bahwa Tuhan kita bertahta di atas puji-pujian umat Nya.
Mungkin sering kali kita mendapati orang yang selalu merendah dan tidak suka dipuji, namun apakah jadinya jika orang tersebut mengatakan hal demikian? Apakah kita akan berhenti memuji ataukah kita akan semakin kagum pada orang itu dan memujinya sebagai orang yang rendah hati? Kembali lagi kepada pujian benar?
Kenapa kita haus akan pujian itu karena pencipta kita pun sangat menikmati puji-pujian dari kita, jadi berterima kasih lah bila Anda menerima pujian dari teman atau rekan Anda... =)

Berarti apakah cukup dengan puji-pujian kita bisa menyenangkan hati Tuhan? Jawabnya adalah BENAR, namun yang diminta oleh Tuhan adalah puji-pujian yang berkenan bagi Dia.
Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itulah ibadahmu yang sejati.". Tidak susah bukan? Kita hanya perlu memberikan puji-pujian yang benar-benar dari diri kita, bukan hanya dari mulut kita, memang mudah sekali diucapkan namun butuh komitmen untuk melakukannya.

Susah? Benar dan sangat susah, namun apa janji Tuhan jika kita dapat melakukannya?
Yohanes 14:15, 21, dan 23
14 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku", memang susah, tapi inilah tanda bukti kalau kita mengasihi Dia.
21 "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya", lihatlah, inilah janji Tuhan.
23 "Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.", siapakah yang di maksud dengan "Kami", sudah pasti Bapa, Putra, dan Roh Kudus, ayat ini sekaligus menjawab bahwa Yesus adalah Allah dan juga Bapa. Bagaimana jika Allah Tri Tunggal berjanji untuk datang dan tinggal bersama-sama dengan kita? Apakah ada hal yang lebih indah daripada itu? Apakah janji Tuhan pernah tidak digenapi?

Sebuah kesaksian dari seorang Hamba Tuhan, Johan Lumoindong, saat dia menjadi pemimpin pujian di Jakarta. Saat itu pembawa firman Tuhan adalah pendeta Kong Hee. Saat puji-pujian sedang dinaikkan dan semua orang memuji dan menyembah Tuhan, worship leader bertugas untuk mengatur timing agar waktu dapat diatur dengan baik, namun Kong Hee berkata untuk meneruskan pujian, satu kalimat yang sangat bijak, dia mengatakan bahwa lebih baik waktunya untuk berbicara dikurangi daripada kita harus memutuskan puji-pujian yang adalah untuk Tuhan.

Biarlah kita belajar hari ini untuk dapat memuji dan menyenangkan hati Tuhan dengan mempersembahkan seluruh tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya.
Dan segala hormat, kuasa, pujian, dan kemuliaan hanya bagi Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tuhan memberkati.

Selasa, 05 Juli 2011

Menyatakan Tuhan dalam kehidupan kita

Kunyatakan Engkau, Tuhan di hidupku, Tuhan di setiap ucapan dan perbuatanku...
Kunyatakan Engkau, Tuhan di hidupku, Tuhan yang selalu kusembah di setiap nafasku...
(Tuhan di Hidupku - Sari Simorangkir)

Tentu kita tahu lirik lagi di atas, jika belum tahu mungkin Anda bisa mendownloadnya, lagu ini sangat membangun bagi kehidupan saya, dimana kita diajar untuk bukan menjadi pengikut Kristus yang biasa-biasa saja, namun bagaimana kita bisa menyatakan Kristus dari setiap tindakan kita.

Bagaimana caranya? Itulah yang akan kita bahas.

Efesus 5 : 14-18
14 Itulah sebabnya dikatakan: "Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
15 Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,
16 dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.
17 Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan.
18 Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh,

Dari ayat di atas, saya ingin berbagi tiga hal, yaitu bagaimana kita bisa menjadi orang arif, menjadi orang yang tidak bodoh, dan tidak menjadi orang mabuk.

"Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu."
INGAT!!! Untuk Kristus bercahaya dalam hidup kita, maka sudah jelas di dalam Firman Tuhan, Bangun dan Bangkit, ini adalah bicara mengenai keaktifan kita. Tidak akan ada yang orang lihat dari kita saat kita diam atau tidur, sehingga syarat utama untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan adalah dimulai dari diri kita sendiri.

Lalu aktif bagaimana yang Tuhan inginkan dalam hidup kita? Ayat kedua adalah kunci pertama;
"janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif"
Apakah orang arif itu? Saya memiliki sebuah definisi yang mungkin bisa kalian pakai, bagi saya definisi dari orang arif adalah orang yang mengetahui sebuah kebenaran dan melakukannya secara sadar.
Sedangkan orang bebal adalah orang yang mengetahui sebuah kebenaran dan tidak melakukannya secara sadar.
Mari kita koreksi diri kita sebentar di sini, apakah kita orang arif atau orang bebal.
  1. Apakah Anda tahu bahwa rokok membahayakan kesehatan? Bahkan itu tertulis di setiap bungkus rokok, namun apa yang kita lakukan?
  2. Apakah Anda tahu membaca Alkitab setiap hari itu perlu? Namun apakah Anda merasa membaca Alkitab itu membosankan? Dan apakah yang Anda lakukan?
  3. Apakah Anda tahu bahwa pelayanan itu adalah kehendak Tuhan? Lalu apakah yang Anda lakukan?

"Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan."

Kunci kedua untuk Kristus dapat bercahaya dalam hidup kita adalah jangan menjadi orang bodoh.
Mungkin Kita berkata bahwa kita adalah kaum terdidik, namun tahukah kita bahwa setiap pemimpin di negara kita juga bukan orang sembarangan, mereka memiliki gelar pendidikan yang sangat tinggi bahkan tidak sedikit yang memiliki gelar hingga S3 dan didapatkan di luar negeri, namun apakah hal itu menjamin negara kita menjadi negara yang baik? Tanpa perlu diberitahupun kita tahu bahwa negara kita sangat banyak terjadi korupsi.
Definisi bodoh pada ayat ini adalah bukan mengarah pada tingkat pendidikan kita, namun pada saat kita tidak mengerti kehendak Tuhan.
Petrus bukanlah orang yang berpendidikan, dia hanyalah seorang nelayan yang akhirnya menyerahkan hidupnya kepada Kristus, namun karena dia tahu kehendak Tuhan, maka dia dapat melakukan mujizat dan membawa jiwa kepada keselamatan.

"Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh"
Pernahkah Anda melihat orang mabuk? Bagaimanakah mereka?
Bagi saya orang mabuk adalah orang yang memiliki emosi yang labil, mereka tidak sadar tentang apa yang mereka lakukan, bahkan mereka sudah tidak memperhatikan diri mereka sendiri, pendeknya mereka justru menunjukkan sikap yang sangat labil dan penuh emosi.

Dari pembahasan di atas, itulah yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Kita menyatakan diri sebagai pengikut Kristus, namun apakah benar orang-orang di sekitar kita dapat melihat Kristus benar-benar ada di dalam kehidupan kita?

Tuhan Yesus Memberkati...

Senin, 06 Juni 2011

Waktu Tuhan Tidak Pernah TERLAMBAT

Bulan-bulan ini mengingatkan saya akan Tugas Akhir saya satu tahun lalu.
Pada saat itu saya juga sempat bingung apakah saya bisa lulus tepat waktu, karena jujur saya adalah orang yang suka menunda pekerjaan, mengingat saya dulu aktif di organisasi, sehingga sudah sering saya menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengan waktu yang relatif singkat karena harus membagi waktu dengan kegiatan-kegiatan organisasi. Nah kebiasaan tersebut terbawa hingga saya lulus dari organisasi dan fokus di perkuliahan, saya merasa waktu semakin banyak dan mulailah penyakit saya muncul, benar sekali yaitu suka menunda-nunda pekerjaan =P

Singkat cerita saya baru mulai memutuskan fokus untuk mengerjakan Tugas Akhir di bulan Maret (berarti 2 bulan saya libur^^), namun apes nya kondisi saya drop secara tiba-tiba, dan tidak lama setelah itu saya divonis Demam Berdarah, sehingga harus masuk rumah sakit dan beristirahat dari tugas akhir saya.
Setelah fit kembali ternyata bulan sudah masuk awal April, sehingga hanya tinggal 1 bulan saya harus menuntaskan Tugas Akhir saya, kalau tidak salah ingat deadline nya adalah di awal bulan Juni.
Mulailah kesibukan muncul, stress, dan depresi, namun dari masalah inilah saya mulai introspeksi diri, semua yang terjadi tidak lepas dari kesalahan saya di masa lalu. Akhirnya saya cuma bisa lakukan yang terbaik dan bersandar kepada Tuhan, karena sangat mustahil menyelesaikan Tugas Akhir yang seharusnya dikerjakan selama 1 semester namun harus saya selesaikan dalam waktu 1 bulan.
Tapi Tuhan itu baik, tidak ada yang mustahil bagi Dia, saya dapat menyelesaikan Tugas Akhir saya walau harus dengan kerja keras (bukan dengan membayar orang loh...).

Masih terasa wajar? Ini juga terjadi pada teman saya yang lebih rajin dari saya, namun dia mendapat masalah yang sangat serius, dua hari sebelum deadline, dosen pembimbing memaksanya untuk mengubah judul Tugas Akhir nya, sehingga dia sangat depresi dan sudah siap mengulang semester depan, namun Tuhan berkata lain, dia berusaha dan akhirnya berhasil menyelesaikan Tugas Akhirnya dengan baik.
Kalau mau tahu nilai saya, saya mendapatkan nilai B. Tuhan memang baik, namun Dia juga maha adil. Bagi saya nilai B sudah sangat bagus, karena sudah sepantasnya saya tidak lulus.

Mungkin beberapa dari teman-teman ada yang sedang menjalani Tugas Akhir atau tugas-tugas yang lain, mungkin di perkuliahan atau di tempat kerja, tapi ingatlah bahwa Tuhan kita lebih besar dari segala masalah dan beban hidup kita. Jika Tuhan membiarkan kita di dalam masalah, itu berarti Dia ingin membuat kita lebih kuat di dalam menghadapi masalah, dan jika Tuhan membiarkan kita gagal, itu berarti Dia ingin mengajarkan kepada kita bagaimana caranya untuk bangun dan berdiri. Tidak pernah sekalipun Tuhan meninggalkan anak-anak yang sangat Dia kasihi, selalu ada pelangi sehabis hujan, dan janji Nya tidak akan pernah tidak ditepati, karena Tuhan adalah kekal dan selama-lamanya.

Tuhan Yesus memberkati^^

Mazmur 37 : 23-24
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya; apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.