Kamis, 10 November 2011

Pribadi Yang Mengenal Hatiku...

Seperti rusa yang haus rindu aliran sungai Mu
Hatiku tak tahan menunggu Mu
Bagai padang gersang menanti datangnya Hujan
Begitupun jiwaku Tuhan

Hanya Engkau pribadi yang mengenal hatiku
Tiada yang tersembunyi bagi Mu sluruh isi hatiku Kau tahu
Dan Bawaku tuk lebih dekat lagi pada Mu
Tinggal dalam indahnya dekapan kasih Mu

Yesus adalah satu-satunya di dalam hidup ini yang benar-benar mengerti kita bahkan lebih dari kita mengenal diri kita sendiri. Ketakutan kita saat menghadapi masalah adalah salah satu contoh bahwa sebenarnya kita ini tidak mengetahui kemampuan kita, namun satu hal yang harus kita percaya, pada saat kita memutuskan untuk menerima Yesus, maka Dia yang adalah kasih tidak akan memberikan pencobaan lebih dari kemampuan kita. Dan itu adalah MUTLAK karena Dia sangatlah mengerti kemampuan kita.

Saat kita berkata tidak mampu, itu adalah saat dimana kita sebenarnya mulai meragukan pengenalan Tuhan akan kita, karena tidak sekalipun badai masalah datang tanpa ijin dari DIA.

Tuhan Yesus, Bapa kami, ajarlah kami untuk berserah penuh kepada Mu, karena kami percaya bahwa Engkau lah satu-satunya pribadi yang mengenal diri kami, dan kami tidak akan takut atas setiap badai cobaan, karena Engkau yang akan membawa kami terbang tinggi mengatasi badai masalah dan membawa kami lebih dekat dengan Engkau untuk tinggal dalam indahnya dekapan kasih Mu.

Langkah Pertama...

  1. Sudah berapa lama Anda mengenal Tuhan?
  2. Sudah berapa lama Anda menerima Yesus sebagai Juruselamat Anda?
  3. Sudah berapa kali Anda dikuatkan oleh Firman Tuhan di hari Minggu?
  4. Sudah berapa kali Anda dikuatkan oleh KKR gereja Tuhan?
  5. Dan bagaimanakah hidup kerohanian Anda sekarang?


Jujur, saya sudah sejak lahir mengenal dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat saya. Sudah berkali-kali saya dikuatkan oleh Firman maupun KKR dan mengambil komitmen untuk meninggalkan hidup lama saya dan mau benar-benar hidup menurut jalan Kristus. Namun sampai sekarang saya akui masih sangat sulit untuk meninggalkan kehidupan duniawi.

Sangat mudah untuk kita berkata "I love You, Jesus", "Jesus is my savior", dan sebagainya, namun yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang dunia dapat melihat Yesus di dalam setiap perbuatan kita. Seringkali kita dihadapkan atau bahkan ditantang untuk membuat keputusan, namun yang saya ingin tegaskan adalah mengambil keputusan saja tidaklah cukup, ambil Langkah Pertama.

Perhatikanlah orang-orang di sekitar kita, paling gampang adalah di gereja kita, ada berapa banyak orang Kristen di sekitar Anda? Banyak? Tapi apakah saat menjalani kehidupan ini kita dapat dengan mudah menemukan pengikut Kristus? Hal tersebut adalah karena tidak adanya Langkah Pertama dari setiap orang Kristen untuk mau menjalankan kerinduan Tuhan melalui hidup kita.

Menjadikan semua bangsa murid Kristus adalah perintah yang diberikan sebelum Kristus terangkat ke Sorga, jadi itu sudah harga mutlak untuk kita lakukan. Benar, saya pun bukan seorang pendeta, namun kita tetap bisa menjalankan perintah tersebut di ladang kita masing-masing. Jika Anda adalah seorang profesional, jadikan meja kantor Anda menjadi mimbar untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Hiduplah seperti Kristus hidup di dalam Anda, maka Anda akan menjadi saksi Kristus bagi orang-orang di sekitar Anda.

Apakah Anda pernah mengamati sebuah kereta api? Saat kereta tersebut berhenti untuk bermalam, maka hanya dibutuhkan sepotong kayu kecil untuk mengganjal rodanya, dan percaya atau tidak kereta tersebut tidak akan bisa dijalankan. Namun saat kereta itu sudah melaju dengan kencang, jangankan kayu kecil, bahkan tembok beton setinggi satu setengah meter pun tidak akan dapat menghentikannya.

Itulah Manusia, langkah pertama memang sulit, namun paksakan untuk melakukannya, jangan biarkan semangat dan komitmen yang sudah kita dapatkan mati dan padam, tapi mari kita lakukan untuk memuliakan nama Tuhan.

Roma 8:13 "Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup."

Tuhan Yesus memberkati.

Orang Benar pun Mengalami Penderitaan...

Suatu hari di sebuah toko peralatan rumah tangga. Seorang pembeli yang baru berkeluarga datang dan berencana mencari beberapa peralatan dapur untuk rumah barunya. Sampailah pada rak yang berisi keperluan meja makan. Seorang SPG menawarkan salah satu produk piring milik mereka, sangat sempurna dan anti pecah, untuk meyakinkan diri maka dimintanya SPG itu untuk menjatuhkan piring tersebut ke lantai dan memang piring itu sangat bagus dan tidak ada pecahan atau cacat sedikit pun. Lalu untuk lebih meyakinkan lagi, sang pembeli ingin mengujinya sendiri, maka dijatuhkannya kembali piring tersebut dari tempat yang lebih tinggi, dan kembali lagi tidak ada cacat sedikitpun. Akhirnya pembeli tersebut puas dan membelinya dengan keyakinan bahwa barang yang dibelinya adalah benar-benar berkualitas.

Saya tidak tahu siapa yang mengarang ilustrasi di atas, namun saya mendapatkannya dari teman saya baru-baru ini. Seperti kisah Ayub, kita tahu seberapa salehnya dia, namun Tuhan tetap mengijinkan iblis untuk mengujinya, bahkan setelah iblis mengambil segala kepunyaannya, Tuhan masih memberikan ijin yang kedua kali untuk iblis mengambil kesehatannya. Terasa tidak adil, orang yang begitu saleh dan berhubungan intim dengan Tuhan namun Tuhan mengijinkan masalah datang ke diri Ayub. Tapi pada saat masa pengujian itu selesai, Tuhan memberikan kepada Ayub apa yang pernah ia miliki sebanyak dua kali lipat, bahkan umurnya pun sangat diberkati hingga Ayub dapat menikmati hingga keturunannya yang keempat.

Seperti ilustrasi di atas, Tuhan ingin menguji seberapa berkualitas iman kita, satu masalah mungkin bisa kita hadapi, namun Tuhan ingin menguji lebih lagi. Bukan untuk bermain-main dengan kita, namun untuk memberitahukan kepada iblis dan dunia bahwa kita adalah anak-Nya yang berkualitas. Dan setelah masa itu lewat, percayalah bahwa Tuhan kita adalah Tuhan yang mampu mengembalikan keadaan kita bahkan lebih dari yang kita harapkan.

Matius 10:29-31 "Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit."
Saya selalu percaya pada janji Tuhan kepada kita, bila burung pipit saja Dia pelihara apalagi kita anak-anak Nya. Oleh karena itu, janganlah kita kuatir akan apapun juga, percayakanlah semuanya itu kepada Allah kita, kita kerjakan bagian kita, dan biarlah Dia, Bapa kita yang setia, yang akan menyelesaikan bagian diluar kemampuan kita.

Tuhan Yesus memberkati...

Kamis, 06 Oktober 2011

Sampai Maut Memisahkan...


Suatu kali saya sedang bersantai dan browsing internet, saya menemukan sebuah artikel menarik dan membuat saya berdiam sejenak. Dan saya rindu untuk bisa membagikan cerita ini kepada kalian agar dapat menjadi berkat buat kita semua.

Di Valdaro, salah satu kota di Italia, ditemukan sebuah kerangka laki-laki dan perempuan diperkirakan sudah terkubur selama 5,000 hingga 6,000 tahun. Namun yang menarik adalah kerangka tersebut ditemukan dalam posisi berpelukan. Irena Mannorti, seorang Arkeolog, mengatakan untuk berusaha tetap mempertahankan posisi mereka untuk tetap saling berpelukan. Penemuan ini tidak hanya membuat para arkeolog tergoncang namun fakta bahwa mereka berpelukan selama kurang lebih 5,000 tahun membuat para masyarakat Italia tergoncang.

Saya sangat kagum kepada pasangan kerangka yang tidak saya kenal ini. Saya memiliki seorang sahabat dan penolong dalam hidup saya, walaupun saat ini kami belum benar-benar dipersatukan dalam janji pernikahan, namun saya sangat menyayangi dia. Besar harapan saya bisa menjaga komitmen untuk tetap berbagi hingga kita benar-benar dipersatukan oleh Tuhan dan hingga maut memisahkan kita. Namun saya sadari, sudah berulang kali saya kecewa, benci, dan marah karena masalah-masalah kecil, kesalahpahaman, dan keegoisan.
Tidak jarang saya melihat teman-teman saya yang sudah lama berpacaran, menikah, dan saat ini berada dalam masalah dan di ambang pintu perceraian. Hal ini membuat saya berpikir seberapa besarkah harga sebuah kesetiaan.
Namun foto di atas benar-benar membuat saya sadar, bahwa semua ada masanya. Orang akan merasa benar-benar kehilangan pada saat hal itu sudah benar-benar hilang. Ketika saya merenungkan bahwa kita tidak pernah kekal, dan bila seorang yang saya cintai pun tidak akan selalu bisa bersama dengan kita, itulah saat dimana saya benar-benar merasa "dia" adalah sangat-sangat berharga.

Namun ingat, kita hidup bukan hanya berdua atau bertiga saja, kita juga memiliki keluarga, teman, sahabat, bahkan saingan dalam hidup kita. Kadang kita berpikir untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang baik dengan kita saja, dan ingin menyingkirkan musuh-musuh kita. Ingatlah sekali lagi, mereka tidak kekal. Ada saatnya mereka akan meninggalkan kita satu persatu, bahkan ada saatnya juga untuk kita yang meninggalkan mereka. Oleh sebab itu, marilah bersyukur akan semua yang ada di sekitar kita, doakan dan bagikan berkat, karena ada saatnya dimana kita merindukan mereka yang sudah tidak akan dapat kembali lagi kepada kita.

Bersyukurlah jika kita masih bersama kakek dan nenek, ingatlah seberapa berharganya mereka bagi kita.
Bersyukurlah jika kita masih bersama ayah dan ibu, ingatlah seberapa beruntungnya kita memiliki kasih sayang dan doa mereka.
Bersyukurlah jika kita masih bersama saudara, ingatlah seberapa besar support mereka saat kalian dalam masalah dan hanya mereka yang terus membantu kita.
Bersyukurlah jika kita masih bersama suami atau istri, ingatlah seberapa besar pengorbanan mereka terhadap keegoisan dan selalu menjadi penolong buat kita.
Bersyukurlah jika kita masih bersama anak-anak, ingatlah seberapa besar sukacita yang kita dapatkan dari mereka.
Dan jangan lupa untuk mengatakan seberapa berharga dan kasih sayang kita kepada mereka sebelum waktu mengambil mereka dari kita.


Suatu ketika di sebuah universitas teologi, seorang profesor memanggil salah satu mahasiswanya yang berusia 35 tahun untuk maju ke depan dan menyuruhnya menulis 8 orang yang berharga dalam hidupnya. Setelah berpikir agak lama akhirnya dia menyelesaikan 8 nama tersebut, yaitu Ayah, Ibu, Istri, 2 orang anaknya, dan 3 orang sahabatnya.

Lalu profesor tersebut menyuruhnya menghapus 1 nama, akhirnya dia memutuskan menghapus salah satu nama sahabatnya. Dilanjutkan lagi dia menyuruh untuk menghapus 1 nama lagi, dan dia menghapuskan nama sahabatnya lagi. Setelah itu dilanjutkan dengan menghapus 1 nama lagi, dan dia menghapus nama sahabatnya yang terakhir.
Dan sekarang hanya tersisa nama Ayah, Ibu, Istri, dan 2 Anaknya. Lalu pendeta itu menyuruhnya kembali menghapus 2 nama lagi. Kelas mulai terdengar ramai dengan suara tertawa melihat mahasiswa ini mulai bingung untuk menghapus 2 nama tersebut. Akhirnya diputuskan untuk menghapus nama Ayah dan Ibunya. Dan untuk terakhir kali Sang Profesor menyuruhnya menghapus 2 nama terakhir.
Mahasiswa ini terdiam sesaat dan akhirnya mulai meneteskan air mata, kelas menjadi sunyi saat mahasiswa ini menghapus nama kedua anaknya dan menyisakan satu nama yaitu nama istrinya.
Akhirnya Profesor menyuruh mahasiswanya untuk duduk, dan mulai menjelaskan arti dari permainan tersebut, "sahabat bisa meninggalkan kita, orang tua juga akan meninggalkan kita, begitupun dengan anak-anak kita juga akan meninggalkan kita dan memiliki keluarganya sendiri, yang tersisa hanyalah istri kita yang akan terus setia mendampingi dan berbagi dengan kita sampai maut memisahkan...".

Seberapa besar harga sebuah kesetian?

Damai Sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita sekalian...

Kamis, 29 September 2011

Badaipun Pasti Berlalu

Sudah sangat lama saya tidak menulis blog ini, namun besar harapan saya bahwa para pembaca masih terus bisa terberkati oleh tulisan-tulisan saya. Saya ingin sedikit share mengenai apa yang baru saja saya alami.

Boleh dibilang saya sedang menghadapi sebuah "BADAI" yang cukup besar. Jumat minggu lalu, tepatnya tanggal  23 September 2011, saya baru saja menginvestasikan dana saya sejumlah sepuluh juta rupiah di dalam salah satu perusahaan trading, dan tidak sampai satu minggu dan tepatnya hari ini, 29 September 2011, uang yang saya investasikan sudah menjadi hanya satu juta enam ratus ribu rupiah. Memang kita tidak bisa terus larut dalam penyesalan, namun apakah bisa Anda banyangkan seberapa susahnya bagi saya yang masih berusia 23 tahun untuk mendapatkan uang sebesar itu dan harus hilang hanya dalam hitungan hari saja. Saya memiliki hobi sepeda, dan memang sebagai penggemar sepeda tentunya ada keinginan-keinginan untuk memodifikasi sepeda saya, namun saya mengerti prioritas manakah yang harus didahulukan sehingga saya selalu mengundur-undur waktu untuk melakukan itu, namun uang saya sekarang harus hilang dengan saya tidak mendapatkan sesuatu apapun.

Pagi ini saya hanya bisa duduk di kursi ruang tamu rumah saya, diam beberapa menit, dan mulailah muncul rasa menghakimi diri sendiri. Kemarahan, kebencian, kekecewaan mulai menguasai diri saya. Sampai akhirnya saya masuk ke kamar dan entah kenapa saya mulai ingat sebuah lagu, dan mulailah dari lagu tersebut saya dikuatkan.

Takkan pernah terlambat pertolonganMu,
Takkan pernah terlelap Kau menjagaku,
Kau lah segalanya yang kuperlu disetiap jalanku,
S'bab Engkau, Allah yang tahu yang terbaik di dalam hidupku


Saya merasa bahwa diri saya benar-benar seorang pengecut, seringkali saya bisa memberikan motivasi kepada teman-teman saya yang jatuh, bahwa TUHAN kita jauh lebih besar dari setiap masalah-masalah kita, namun saat saya mengalaminya, seringkali saya putus asa dan mulai meragukan janji TUHAN.
Akhirnya saya menuliskan sebuah kalimat di dalam akun FACEBOOK saya,
Hidup Ikut Tuhan tidaklah selalu diberi kemudahan, kadang akan membuat kita berada di gerbang putus asa, namun satu hal yang pasti Tuhan akan selalu memberikan kekuatan untuk tidak membiarkan kita jatuh tergeletak... SEBAB TUHAN SELALU MEMEGANG TANGAN KITA
Bagi kalian, mungkin saat ini ada yang berbeban berat, memiliki masalah yang terasa mustahil untuk kita selesaikan, ingatlah bahwa kuasa TUHAN akan dinyatakan bukan pada masalah yang bisa kita hadapi, namun pada masalah yang kita tidak bisa hadapi, yang perlu kita lakukan adalah melakukan bagian kita, percaya, dan terus berserah kepada TUHAN, dan saat waktunya tiba TUHAN akan bekerja menyelesaikan masalah kita dan tugas kita adalah bersaksi agar nama TUHAN dapat dimuliakan lewat kesaksian-kesaksian kita.

Damai sejahtera Tuhan Yesus Kristus menyertai kita...


Kuatkan hatiku ya Allah, saat lemah
Engkau yang selalu kunantikan
di dalam doaku


Tenangkan jiwaku ya Tuhan yang tertekan
Engkau yang selalu kuperlukan
dalam pujianku


Kusembah Kau Allah yang berkuasa
Di dalam nama-Mu ku sanggup atasi s'galanya
Badaipun pasti berlalu atas perintah-Mu
Oleh janji-Mu ku kan hidup dalam kemenangan

Rabu, 10 Agustus 2011

Selalu Ada Mujizat!

"Sebab masih ada mujizat yang belum pernah kulihat,
asal ku terus taat dan setia kasih kuasa-Mu nyata"

Penggalan lagu di atas menginspirasi dan memberkati hidup saya. Pernahkah kalian menghadapi suatu masalah dimana kalian merasa bahwa sudah tidak ada lagi jalan keluar? Saya yakin semua pernah mengalaminya, namun yang membedakan adalah bagaimana respon kita.

Saya mau membagikan kesaksian saya mengenai mujizat. Saya adalah seorang Manajer baru di sebuah perusahaan asing. Di tempat kerja saya diberikan kebebasan untuk memilih siapa yang akan kita ajak untuk bekerja sama, tentu saya memilih teman-teman saya. Kesalahan? Ya, itulah masalahnya, saya memang belum pengalaman sehingga saya tidak begitu menyeleksi team saya. Team saya yang pertama hanya bertahan satu bulan dan akhirnya keluar, team saya yang kedua juga hanya produktif di bulan pertama saja dan akhirnya mendapat surat peringatan, team saya yang ketiga sama sekali tidak produktif, dan team saya yang keempat adalah pacar saya dan tentu saja sangat susah untuk bekerja secara profesional. Pendek cerita team saya berjumlah tiga orang saat ini, dan target team harus saya kejar sendirian. Saya mulai berpikir, jika saya seperti ini terus, apa gunanya mereka ada di dalam team saya. Memang sebuah kesalahan, namun tidak ada waktu untuk saling menyalahkan, hanya solusi yang dapat memberikan jalan keluar. Bulan Agustus 2011 adalah bulan dimana salah satu team saya akan dikeluarkan secara sepihak karena tidak produktif, segala cara saya lakukan, motivasi, dan sebagainya, namun tidak menghasilkan apa-apa malah dia sudah menyerah dan berencana mengundurkan diri.
Saya cuma bisa pasrah dan berharap mujizat, karena ini juga akan membawa dampak ke karir saya sebagai kegagalan seorang manajer dalam memimpin sebuah team. Saya berdoa dan berserah kepada Tuhan untuk mujizat-Nya di bulan Agustus ini, namun apa jawaban Tuhan, close off (tutup buku) bulan ini dimajukan hanya sampai tengah bulan, siapa yang tidak stress melihat kenyataan tersebut, sudah terjepit berdoa malah semakin terjepit, akhirnya saya anggap itu sebuah pelajaran bagi saya untuk tidak mengulangi kesalahan, kalaupun saya harus diturunkan dari posisi manajer ya saya akan terima.

Dua hari menjelang close off, tiba-tiba team saya yang akan di termanation tiba-tiba BBM saya dan berkata bawa dia berhasil mendapatkan order. Wow, orang yang jelas-jelas mengatakan akan mengundurkan diri tiba-tiba mendapatkan order dan menyelamatkan karir saya, apakah ini jawaban Tuhan yang sebenarnya?

Tuhan berjanji dalam firman-Nya dalam Mazmur 37:24, "apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya", kita sering dibiarkan untuk menghadapi masalah, namun Tuhan tidak pernah sekalipun mengijinkan masalah datang untuk menghancurkan hidup kita. Kesalahan kita di masa lalu juga Tuhan yang tanggung selama kita mau dengan rendah hati meminta ampun dan berserah penuh kepada Tuhan, karena Dialah Bapa kita.

Jadi bagi setiap kita yang saat ini sedang menghadapi masalah dan sudah di pintu gerbang putus asa, jangan pernah menyerah karena satu langka sebelum kalian masuk ke jurang masalah sudah Tuhan siapkan mujizat untuk mengangkat kita. Mujizat Tuhan memang sering kita rasakan terlambat, namun sebenarnya mujizat Tuhan datang pada waktu yang sangat tepat.

Tuhan memberkati kita^^

Selalu Ada Mujizat
Ku melakukan segala sesuatu
Hanya dalam namaMu
Kaulah sumber keselamatan hidupku


Ku menyerahkan seluruh hidupku
Hanya dalam tanganMu
Kaulah sumber keselamatan hidupku


Selalu ada mujizat
Yang sedang engkau perbuat
Bagiku yang hidup oleh percaya
Kasih kuasaMu tetap sama


Sebab masih banyak mujizat
Yang belum pernah ku lihat
Asal ku terus taat dan setia
Kasih kuasaMu nyata

Selasa, 09 Agustus 2011

Jujur Buntung!

Apakah kalian masih ingat masa-masa sekolah dulu? Atau mungkin kita coba bernostalgia kembali ke masa-masa SMA. Hampir semua pernah mengalami diajar oleh guru yang "killer", sangat perfeksionis dan kejam, walaupun sebenarnya kalau kita lihat baik-baik itu demi kebaikan kita loh... =P.
Dan pada saat ulangan biasanya tipe-tipe guru "killer" selalu memiliki soal yang susah dan pelit nilai, bener ga? sampai-sampai ada mayoritas teman-teman di kelas pasti berusaha menghalalkan segala cara supaya dapat nilai bagus, dan salah satunya tentu saja menyontek =). Nah, tentu kita yang merupakan "Anak Tuhan" pasti akan berkali-kali tergoda untuk melakukannya, dan pada saat kita memutuskan untuk jujur maka yang terjadi adalah nilai kita merah alias jelek dan teman-teman kita yang menyontek bersorak-sorai karena nilai mereka bagus. Jujur buntung! Nah loh...

Oke, cukup bernostalgianya, mari kita kembali ke realita yang ada sekarang. Tidak perlu kita tutup-tutupi lagi, menurut kalian ada berapa banyak pengusaha-pengusaha kaya yang benar-benar jujur dalam bekerja. Melaksanakan kewajibannya dalam membayar pajak misalnya. Atau mungkin bagaimana mereka menjamu rekan bisnisnya, apakah dengan cara yang baik di mata Tuhan, atau mungkin dengan hal-hal yang bersifat duniawi. Lalu bagaimana mereka dalam berkompetisi dengan kompetitor atau pesaing mereka, apakah dengan dasar kasih atau saling menjatuhkan.
Jika kalian sulit menjawab pertanyaan di atas, maka tidak salah jika ada pandangan bahwa "bisnis itu kotor".

Mari kita lihat kebenaran dalam firman Tuhan,
Ibrani 13:2 "Jangan kamu lupa memberi tumpangan kepada orang, sebab dengan berbuat demikian beberapa orang dengan tidak diketahuinya telah menjamu malaikat-malaikat"

Lihatlah, saat kita melakukan perbuat baik dan orang itu tidak mengetahuinya maka sebenarnya kita telah menjamu malaikat-malaikat terang. Hal ini sama dengan realita yang terjadi dalam hidup kita, perbuatan baik kita belum tentu dilihat bahkan dihargai oleh orang lain, tapi janganlah hal itu membuat kita akhirnya berhenti untuk mengasihi. Hukum surgawi dan duniawi sangatlah bertolak belakang. Kita perlu melakukan hal-hal yang tidak berkenan di mata Tuhan dengan alasan untuk bisnis, saat ditegur kita bilang itu terpaksa karena persaingan bisnis semakin ketat. Benar persaingan semakin ketat, namun cara Tuhan berbeda, saat kita melakukan sesuai kehendak-Nya dan mengutamakan Tuhan maka berkat Tuhan akan melimpah dalam hidup kita.
Matius 6:33 "tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

Untuk menjadi kaya dunia mengajarkan kita untuk rajin mencari uang, bahkan jika perlu merampas hak milik orang lain, misalnya dengan penebangan pohon secara liar yang akhirnya kita yang tidak ikut menikmatinya harus kehilangan hak kita untuk alam yang bebas dari banjir, pembuangan limbah di sungai yang akhirnya para penduduk harus kehilangan hak mereka akan air bersih. Namun firman Tuhan mengajarkan hal yang "bodoh" bagi dunia, untuk menjadi kaya kita harus memberi, karena di dalam memberi kita menerima.

Janganlah pernah berbuat baik untuk orang lain kagum dan memuji kita, karena seharusnya perbuatan baik kita didasarkan oleh karena rasa syukur kita karena kasih dan anugerah Tuhan dalam hidup kita.
Jadi, apakah kalian masih ingin menjadi orang yang jujur di hadapan Allah?

Tuhan memberkati^^