Kamis, 20 Juli 2017

Kita Adalah Pelaku Mujizat!

Shallom sahabat yang setia di dalam Tuhan Yesus!

Tidak terasa sudah satu tahun lebih saya tidak menulis di blog ini, saya akui bahwa kesibukan saya membuat saya melupakan pelayanan saya dan tolong jangan sampai ditiru, karena kalau Tuhan berkehendak maka Dia mampu menarik semua kesibukan kita agar kita bisa ingat kembali kepada Nya. Seperti firman Nya berkata dalam Lukas 16:10a "Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar".


Saya memiliki mimpi yang besar pada saat saya masih kuliah. Saya bermimpi menjadi seseorang yang mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat di Indonesia. Bagaimana caranya? Saya tidak tahu, yang penting saya bermimpi dan beriman akan terjadi. Tetapi seiring berjalannya waktu, saya mulai bekerja dan merasakan bagaimana susahnya mencari uang, masalah yang datang bertubi-tubi, dan sebagainya, saya mulai meragukan mimpi saya. Jangankan memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Indonesia, bahkan untuk pegawai-pegawai saya saja sudah susah. Dan akhirnya saya hidup dengan tujuan yang tidak muluk-muluk, yang penting keluarga saya bisa makan dan tidak kekurangan itu sudah sangat cukup bagi saya.


Itukah hidup? Lahir, belajar, bekerja, menikmati masa tua, dan meninggalkan anak cucu kita di dunia ini. Menyedihkan bukan? Tetapi itulah faktanya dan itulah yang saya lakukan.

Singkat cerita saya bertemu dengan kakak saya. Dia bertanya satu pertanyaan yang saya sedikit bingung.

"Menurutmu Yesus adalah mujizat atau simbol?"

Cobalah untuk merenungkan sebentar pertanyaan tersebut. Anda masih bingung dengan arti kata mujizat dan simbol? Mujizat adalah dimana ada Yesus di sana akan ada mujizat. Ataukah simbol? Yesus hanya sebagai simbol orang percaya.

Jujur saya bingung, bingung dengan pertanyaannya dan dengan jawabannya, seolah-olah pertanyaan ini menjebak saya, dan itulah tipikal kakak saya, selalu memberikan pertanyaan yang membingungkan.

Saya menjawab bahwa Yesus adalah mujizat. Lalu dia kembali bertanya,

"lalu bagaimana dengan di Nazaret?"

Ya, seingat saya di dalam Alkitab ada judul perikob, Yesus ditolak di Nazaret, tapi untuk mencari keberanan saya membuka melalui handphone saya dan benar disana ada tertulis, Markus 6:5 "Ia tidak dapat mengadakan satu mujizatpun di sana, kecuali menyembuhkan beberapa orang sakit dengan meletakkan tangan-Nya atas mereka.".

Berarti Yesus tidak selalu membuat mujizat. Berarti jawabannya adalah yang lain, yaitu Yesus adalah sebuah simbol. Tapi apakah artinya?

Setiap kesembuhan yang dilakukan oleh Yesus, dia selalu menyembuhkan dengan cara yang berbeda-beda. Bahkan untuk menyembukan orang buta sekalipun, dia menyembuhkan dengan cara yang berbeda-beda pula, tolong di cek di dalam Alkitab Anda. Dan kalimat favorit dari Tuhan Yesus saat menyembuhkan adalah "Jadilah kepadamu menurut imanmu". Ya, Yesus berkuasa melakukan mujizat, namun Yesus tahu mana yang terpenting, bukan sekedar kesembuhan, tetapi Yesus membangun iman mereka dan dari sanalah mereka mengalami mujizat. Itulah sebabnya di Nazaret tidak terjadi mujizat, karena iman mereka tidak tertuju kepada Yesus.

Lalu apa arti simbol yang kedua? Kita semua tahu bahwa Yesus pernah berjalan di atas air. Apakah ada orang lain yang bisa melakukannya selain daripada pesulap-pesulap dengan trik-triknya? Ya! Ada satu orang yang tercatat juga di dalam Alkitab, Simon Petrus. Dia berjalan di atas air, namun pada saat imannya goyah maka dia jatuh dan Yesus berkata dalam Matius14:31 "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?".

Yesus adalah simbol dari kebenaran. Jika Yesus bisa berjalan di atas air, Petrus pernah membuktikannya juga walau hanya sesaat. Jika Yesus bisa menyembuhkan orang lumpuh sejak lahir, Petrus pun melakukannya di Kitab Kisah Para Rasul. Apakah kita juga bisa melakukannya? Dan jika Yesus bisa memberi makan lima ribu orang, apakah kita juga mampu memberi makan lima ribu orang?

Ya! Kita pun dapat melakukannya bahkan lebih daripada lima ribu orang.

Yohanes 14:12-14
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; dan apa juga yang kamu minta dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya, supaya Bapa dipermuliakan di dalam Anak. Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."

Tuhan kita sudah menyatakan dalam firman Nya dan tidak satupun janji yang tidak dipenuhi Nya. Saya pun yakin bahwa mimpi saya akan dapat terlaksana jika saya memiliki iman. Dan PR saya adalah mulai merancang langkah pertama saya untuk mendekatkan saya kepada mimpi saya.

Saya tidak tahu apakah mimpi Anda. Ingatlah mimpi-mimpi masa muda Anda dan mimpi-mimpi yang membuat kalian takut untuk menjalankannya. Karena jika Anda menemukan mimpi yang menakutkan tersebut berarti Anda siap untuk melihat mujizat terjadi dalam hidup Anda.

Terus andalkan Tuhan dan percaya bahwa iman yang kita miliki telah menyembuhkan dan menyelamatkan kita.

Immanuel! Amin!


====================================
Please follow our Facebook page
====================================

Kamis, 22 Januari 2015

The Most Important Job In The World...!

"Unlimited hours. No breaks. The most important job is also the world's toughest job."

Apakah Anda pernah membayangkan pekerjaan macam apakah itu? Kalimat tersebut adalah penggalan dari percakapan sang pemberi pekerjaan kepada pelamar. Dan tidak ada jawaban yang berbeda, semua pelamar mengatakan bahwa itu pekerjaan gila, apalagi setelah mendengar kata no pay (tidak dibayar). Dan setelah semua pelamar menolak pekerjaan tersebut, sang pemberi pekerjaan berkata bahwa ada banyak bahkan miliaran orang yang mau menerima pekerjaan tersebut, yaitu moms (Seorang ibu).

Proses interview tersebut dilakukan secara online (webcam) untuk memperingati Mother's Day 2014.

Yesaya 49:15a
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya?

Mungkin karena kita sudah terbiasa dengan kehidupan kita maka tanpa kita sadari bahwa kita sudah meremehkan pekerjaan dari seorang ibu. Kita menganggap bahwa itu adalah pekerjaan yang biasa dan tidak ada yang spesial. Betul, tidak ada yang spesial dari pekerjaan menggendong kita, memasak makanan bagi kita, mencuci pakaian kita, atau apapun itu, semuanya tidak lebih dari yang pembantu kita kerjakan, lalu apa yang spesial? Jika Anda setuju maka seharusnya Anda juga tidak akan menangis saat menonton video di bawah. Tapi jika Anda tersentuh atau mungkin sampai meneteskan air mata, berarti ada sesuatu dibalik semua pekerjaan yang serba biasa tersebut.

Ya, jawabannya adalah Kasih!

Pekerjaan yang biasa namun dilakukan dengan dasar kasih orang tua kepada anaknya. Kasih yang tanpa syarat dan tanpa menuntut balas, kasih yang rela memberikan segalanya, kasih yang mementingkan orang yang dikasihinya melebihi dirinya sendiri, itulah yang membuat semuanya menjadi sangat spesial.

Lalu apakah tugas kita sebagai seorang anak?

Saudara kita berkata Sorga di telapak kaki ibu, saya setuju dengan ini. Bagi saya tidak ada seorangpun yang boleh mengaku sebagai pengikut Kristus jika hidupnya tidak menghormati ibunya. Bahkan saat Yesus masih dalam tubuh manusia, Dia juga menghormati Maria sebagai ibu Nya.

Keluaran 20:12
Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.

Jika kita sudah menyadari kasih sayang ibu (orang tua) kepada kita maka marilah kita buat mereka bangga dengan apa yang kita lakukan. Dan terlebih lagi untuk TUHAN yang juga mengasihi kita bahkan lebih dari siapapun yang ada di dunia.

Immanuel!
Tuhan Yesus beserta kita!


Kamis, 01 Januari 2015

2015 - Pemulihan Bagi Bangsa Indonesia

Selamat Tahun Baru 2015!


Satu tahun terasa begitu cepat sehingga tidak terasa kita sudah harus mengucapkan selamat tinggal kepada 2014 untuk selamanya.

Ada beragam kenangan di tahun 2014, naik dan turun kehidupan, suka dan duka, keberuntungan dan musibah, dan sebagainya. Saya yakin semua dari kita memiliki ingatan tentang 2014 di dalam benak kita. Apapun yang terjadi sudah terjadi, tidak mungkin kita bisa kembali untuk mengulang, jadi hanya ada satu hal yang bisa kita lakukan, yaitu MENGUCAP SYUKUR apapun itu.

Bagi saya tidak ada yang lebih indah daripada bersujud menyembah TUHAN saat memasuki tahun baru. Hal ini sudah saya lakukan sejak memasuki tahun 2011. Saya bersujud mengucapkan terima kasih atas apa yang TUHAN berikan dan ijinkan terjadi dalam kehidupan saya di tahun yang lalu dan juga menyerahkan diri serta tahun yang baru ke dalam rencana Nya. Itulah rutinitas yang saya lakukan setiap tahun.

Tahun 2015 adalah tahun pemulihan bagi bangsa INDONESIA. Saya memang bukan seorang teologia, namun saya yakin akan Firman yang Tuhan berikan kepada saya di awal tahun 2015.

Galatia 5 : 1 - 6

Di ayat tersebut Tuhan berfirman bahwa orang-orang kaya (dalam arti negatif) akan dihukum. Segala bentuk kekayaan yang didapatkan dengan cara yang tidak benar (korupsi, pemalsuan pajak, uang haram, dll) akan tiba saatnya bagi mereka untuk mendapatkan hukuman dari Tuhan. Keadilan Tuhan akan ditegakkan di tahun 2015.

Galatia 5 : 1 Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu!

Apakah ini berlaku hanya untuk orang-orang di pemerintahan? Tentu tidak!

Firman Tuhan adalah bersifat global, yang artinya juga ditujukan kepada setiap kita. Banyak manusia terjebak dalam uang. Cinta uang membuat manusia mau melakukan segalanya bahkan jika itu harus merugikan orang lain. Tidak sedikit mereka mau menjual kekudusan untuk mendapatkan uang yang mereka cintai. Nyawa orang lain sudah seperti tidak berharga dibandingkan dengan uang sehingga tidak sedikit mereka mau mencelakakan orang lain demi sejumlah uang. Pemalsuan pajak dengan alasan keuntungan yang sangat tipis dan persaingan bisnis. Suap kanan dan suap kiri untuk memperlancar negosiasi. Jika hal tersebut ada di dalam hidup kita, BERTOBAT!

Galatia 5 : 4 - 6 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Kita bersyukur jika kita memiliki Tuhan yang sabar dan penyayang, namun bukan berarti kita bisa bermain-main dengan Tuhan. Keadilan juga adalah sifat Tuhan kita. Suatu saat Dia akan menegakkan keadilan Nya di bumi.

Tuhan kita adalah Tuhan yang kaya. Kalau kita yakin akan hal tersebut maka tidak ada alasan kita untuk takut dalam berjalan di jalan Nya. Lupakan untuk mengakali pajak, karena saat untungmu menjadi tipis disana Tuhan bisa berikan keuntungan lewat cara Nya sendiri, bukan kita sudah sepakat kalau Tuhan kita adalah Tuhan yang kaya, jadi sangat mudah bagi Nya memberikan kita kekayaan. Dan bukan hanya soal kekayaan namun Tuhan kita adalah Tuhan pemilik semua yang ada, jadi apa yang harus kita takutkan. Apakah kita harus seperti orang dunia yang haus dan cinta akan uang? Tentu Tuhan kita jauh lebih hebat daripada hanya sekedar uang.

Mari kita awali tahun 2015 dengan benar, yaitu dengan datang kepada Tuhan dan menyerahkan sepenuhnya 2015 ke dalam rencana Nya. Mari kita bersama berubah jika memang kita masih belum sepenuhnya berserah. Marilah kita juga dapat menjadi saluran berkat bagi sesama, bukan hanya sekedar dalam hal materi tetapi juga menjadi berkat secara rohani bagi orang-orang yang kita cintai dan orang-orang yang ada di sekitar hidup kita.

Ingatlah! Tidak ada manusia yang tidak butuh Tuhan, hanya saja mereka masih belum menemukan Tuhan!

Selamat Tahun Baru 2015!
Immanuel! Tuhan Yesus beserta kita!





Rabu, 24 Desember 2014

Apakah Arti Natal?

Apakah arti Natal bagi Anda?

Bagi seorang anak kecil, Natal adalah saat untuk menerima banyak hadiah.

Bagi seorang remaja, Natal adalah saat berkumpul dan saling tukar kado dengan kelompoknya masing-masing.

Bagi seorang pekerja, Natal adalah saat untuk libur atau mungkin sebaliknya sebagai saat yang tepat untuk meningkatkan penjualan.

Lalu, apakah arti Natal bagi Anda pribadi?

Yohanes 3:16
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Setiap orang punya pendapat yang berbeda-beda tentang Natal, tetapi bagi Allah, Natal adalah sebuah karya kasih.

Natal dimulai dari inisiatif Allah untuk menebus dosa manusia dengan memberikan Yesus kepada dunia. Melalui Natal hubungan manusia dengan Allah dipulihkan dan karena Natal maka hidup manusia tidak lagi menuju kepada kebinasaan melaikan kepada hidup yang penuh kemenangan.

Bagi Yusuf dan Maria, Natal adalah sebuah perjuangan hidup dimana mereka harus melakukan perjalanan jauh dengan Maria dalam keadaan hamil besar dan juga harus bersembunyi dari ancaman raja Herodes yang berusaha membunuh bayi Yesus. Namun semua menjadi sebuah sukacita saat Yesus benar-benar lahir ke dunia.

Bagi para gembala, Natal adalah sebuah sukacita dimana mereka melihat Raja dan melihat sebuah pengharapan akan hidup dalam kemenangan.

Namun sebaliknya bagi Allah, Natal adalah sebuah pengorbanan. Hanya ada satu alasan kenapa Allah mau melakukan semua hal ini, yaitu karena KASIH!.

Marilah kita kembali kepada arti Natal yang sesungguhnya.

Natal bukan sekedar perayaan dan pesta pohon dengan lampu atau kado-kado yang berwarna-warni, namun Natal adalah sebuah pengorbanan dan karya kasih Allah kepada manusia berdosa yang benar-benar Dia cintai. Mari kita bagikan karya kasih Allah kepada mereka yang membutuhkan.

Selamat Natal 2014!

NB: Apakah arti Natal bagi Anda?


Minggu, 14 Desember 2014

CHRISTMAS is LOVE

Matius 24 : 12-14
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin.
Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.

Salam Damai!

Sudah sangat lama sekali saya vakum dari blog ini dan tidak terasa sudah kembali di bulan Desember. Sebelumnya saya ingin mengucapkan "Selamat Natal" kepada para pembaca sekalian. Tidak ada yang tahu tepatnya kapan YESUS lahir ke dunia, banyak perdebatan mengenai Natal di tanggal 25 Desember yang sama juga dengan hari kelahiran dewa matahari, tapi mari kita kesampingkan semuanya dan kembali pada inti dari Natal itu sendiri, yaitu KASIH.

Natal dimulai dari inisiatif ALLAH untuk turun dan lahir ke dunia dalam bentuk manusia. Hal ini adalah gambaran KASIH ALLAH dan inilah inti dari Natal yang sesungguhnya, yaitu KASIH.

Saya sangat suka sekali suasana Natal. Kehangatan Natal yang dipenuhi hiasan pohon Natal dan lampu yang berwarna-warni, hadiah-hadiah, dan produk-produk yang dijual khusus dengan tema Natal. Orchard Road di negara Singapore adalah salah satu tempat yang benar-benar indah dalam merayakan Natal.

Tidak ada yang salah dalam merayakan meriahnya Natal, namun bukanlah itu inti dari Natal. Untuk ketiga kalinya saya katakan bahwa inti dari Natal adalah KASIH.

2 Timotius 3 : 1-5 menggambarkan dengan jelas keadaan saat ini dimana kasih sudah menjadi dingin. Tidak bisa kita pungkiri bahwa dunia saat ini sebagian besar digerakkan dengan uang dan kekuasaan. Bahkan saya pernah membaca sebuah artikel dimana seorang sekuriti hotel melarang seseorang yang terluka untuk masuk hanya karena takut mengotori lantai hotel. Manusia semakin egois dan hanya memandang diri sendiri. Tidak sedikit berita pembunuhan sesama anggota keluarga hanya karena masalah harta. Mereka benar-benar lupa dengan yang namanya KASIH!

Mari kita sebagai orang yang sudah menerima kasih ALLAH boleh membagikan kasih tersebut kepada sesama kita.

NATAL adalah BERKAT! Hal ini tidak bicara hanya menerima berkat namun juga membagikan berkat. Janganlah kita egois dan menyimpan Kasih ALLAH untuk diri kita sendiri, namun mari bagikan kepada mereka yang membutuhkan. Nikmatilah hasil pekerjaan Anda, silakan beli barang-barang yang Anda inginkan dan pergi ke negara yang Anda inginkan, itu adalah hak Anda, namun jangan lupakan mereka yang juga membutuhkan Anda. Semua milik kita adalah pemberian ALLAH dan sebagian dari itu adalah titipan ALLAH untuk mereka yang ada di sekita kita.

Akan ada saatnya dimana kita akan mempertanggungjawabkan semuanya di hadapan ALLAH. Dimana akan dipisahkan seorang demi seorang seperti gembala memisahkan kambing dan domba. Dan kalau Anda membaca dalam Matius 25 : 31-46 maka inti dari penghakiman tersebut adalah cara kita mengasihi ALLAH. Orang yang tidak mengasihi ALLAH akan masuk ke siksaan yang kekal dan orang yang mengasihi ALLAH akan masuk ke dalam hidup yang kekal.

Matius 25 : 40b berkata "Dan Raja itu akan menjawab mereka: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari sadara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku."

Cinta kasih dan perlakuan kita terhadap sesama mencerminkan bagaiman cinta dan kasih kita kepada ALLAH.

Mari kita bersama belajar inti dari NATAL dan mari kabarkan NATAL kepada sesama kita mulai dari keluarga kita, teman-teman kita, lingkungan kerja kita, dan dimanapun kita berada. Mengabarkan KASIH bukanlah beban namun sebuah KEHORMATAN.

IMMANUEL!!!

Sabtu, 15 Maret 2014

Memberkati untuk Diberkati...

Setidaknya dalam satu tahun terakhir ini saya mendapatkan banyak tawaran investasi yang sangat menggiurkan. Hanya dengan sejumlah uang kita dapat mendapatkan hasil yang menggiurkan setiap bulannya tanpa harus bekerja dan hasil yang kita dapatkan adalah berkali-kali lipat dari yang kita investasikan hanya dalam waktu dekat. Tentu saya tergoda dan mungkin teman-teman juga mengalami hal serupa dan pernah menemui beberapa tawaran seperti yang saya alami.

Saya tidak bicara mengenai perusahaan tertentu dan saya juga tidak mengatakan apakah itu baik atau buruk, kali ini saya hanya ingin shraring mengenai pendapat saya secara subjektif.

Dalam Kejadian 3:17-19 dikatakan bahwa manusia dikutuk untuk bekerja dengan susah payah karena akibat dosa. Susah payah di sini memiliki arti bahwa kita harus bekerja dengan serius untuk hidup. Saya mencintai pekerjaan saya dan saya enjoy dengan pekerjaan saya, apakah itu sejalan dengan firman? Iya! Karena saya lebih suka berlibur daripada bekerja walaupun saya menikmati pekerjaan saya. Lalu bagaimana dengan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi dimana mereka hanya bekerja beberapa jam dan mendapat income yang tinggi? Ada perbedaan di sana, mungkin secara tenaga tidak tetapi secara pikiran mereka sangat terkuras, oleh sebab itulah mereka berhak atas apa yang mereka dapatkan. Ada dua cara untuk mendapatkan uang, yaitu dengan kerja keras dan kerja cerdas, silakan pilih atau mungkin bisa menggabungkan kedua metode tersebut.

2 Tesalonika 3:10b
jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.

Firman ini cukup keras mengingatkan kita. Saya mengenal orang di dekat saya sebagai seseorang yang hobi membaca buku kepemimpinan dan motivasi, dia mengetahui bagaimana pola pikir orang sukses bahkan sering di facebook dia menuliskan motivasi yang memberkati orang lain namun dalam kenyataannya dia hanya membaca - belajar - dan tidak ada action. Beberapa kali dia menghubungi saya untuk meminjam uang dan terus terang saya jengkel dan sampai saat ini saya tidak melihat perkembangan secara materi di dalam hidupnya.

Benar bahwa TUHAN sangat menyayangi kita dan kalau burung pipit saja TUHAN pelihara apalagi kita anak-anak Nya. Tetapi ingat bahwa kasih juga adalah mendidik. Orang tua yang baik tidak akan selalu menuruti keinginan anaknya tetapi dia akan mendidik anaknya bahkan mungkin akan sering membuat anaknya menangis karena keinginannya tidak dikabulkan. Demikian juga TUHAN kita, jika kita belum dewasa jangan harap kita bisa menerima berkat Nya yang berlimpah. Ingatlah, rasa malas adalah hal yang dibenci oleh Bapa kita.

Yohanes 6:7
Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Bagi saya semua pekerjaan itu diperbolehkan selama itu legal dan tidak melanggar hukum  yang berlaku. Kedua, pekerjaan itu baik di mata TUHAN dan tidak menyalahi kebenaran firman. Dan ketiga adalah memberkati orang lain.

Kembali ke topik tawaran investasi yang saya katakan di awal, saya memutuskan untuk tidak mengambil kesempatan tersebut dan menggunakan uang saya untuk pekerjaan lain. Saya tidak berkata bahwa pekerjaan itu buruk atau perusahaan tersebut tidak meyakinkan, namun saya lebih ingin menginvestasikan uang saya untuk pekerjaan yang bukan hanya memberkati diri saya secara pribadi namun juga bisa memberkati orang lain.

Sekali lagi saya tidak mau ada salah paham, jika teman-teman berbeda pendapat itu sah saja, karena itu hanya pendapat saya dan bukan sebuah kebenaran yang mutlak.

Kalau kita masih ada sampai sekarang berarti kita masih diberikan waktu oleh TUHAN untuk berkarya, marilah kita terus berkaryah baik bagi kelangsungan hidup kita, memberkati orang-orang di sekitar kita, dan yang terpenting adalah bagi kemuliaan nama ALLAH kita.

Immanuel!

Kolose 3:23
Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.

Rabu, 12 Maret 2014

Waktu Kita Terbatas...

Mazmur 90:12
Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kamu beroleh hati yang bijaksana.

Sudah ada hampir dua bulan saya tidak meng-update blog ini. Tentu saya memiliki banyak alasan untuk menjawab pertanyaan tersebut tetapi tidak ada alasan yang cukup tepat untuk saya berhenti melayani.

Tidak terasa sudah kita sudah masuk ke bulan Maret, padahal saya masih merasa bahwa ini masih tahun baru. Waktu berlalu dengan cepat dan jika kita tidak benar-benar bijaksana dalam memanfaatkan waktu maka kita akan tertinggal.

Michael LeboeufWaste your money and you're only out of money, but waste your time and you've lost a part of your life. (Hamburkan uang mu dan kamu akan kehilangan uang, tetapi hamburkan waktu mu dan kamu akan kehilangan sebagian hidup mu)

Saya menyukai kalimat di atas. Dan bagi saya kalimat tersebut menjadi berkat tersendiri bagi saya. Saya setuju dengan peribahasa "waktu adalah uang" tetapi saya tidak setuju jika ada yang membalik kalimat tersebut menjadi "uang adalah waktu". Memang benar bahwa dengan waktu yang kita gunakan dapat menghasilkan uang namun tidak akan pernah bisa kita membeli waktu dengan uang kita.

Mazmur 39:4
Ya TUHAN, beritahukanlah kepadaku ajalku, dan apa batas umurku, supaya aku mengetahui betapa fananya aku!

Umur manusia sangatlah terbatas. Mazmur 90:10 mengatakan bahwa umur manusia antara tujuh puluh tahun sampai delapan puluh tahun. Bukanlah waktu yang lama dibandingkan kekekalan pada kebangkitan kita nanti. Bahkan jika kita melihat berita di koran akan banyak kita temui manusia meninggal di usia muda.

Saya kadang juga bingung membagi waktu antara pekerjaan dengan keluarga. Apalagi sebagai anak muda tentu akan diperhadapkan dengan banyak pilihan yaitu keluarga, pekerjaan, pacar, teman, dan waktu untuk diri kita sendiri. Tentu kita tidak akan menggantikan waktu untuk TUHAN dengan hal lain, itu baik sekali, namun bagaimana dengan hal yang lain.

Saya menjumpai hal-hal tersebut. Bagaimana seorang kepala keluarga disibukkan dengan pekerjaannya hingga tidak ada waktu untuk keluarga. Ibu dan anak berkata tidak butuh uang yang berlimpah namun mereka butuh kehadiran seorang ayah, dan suami berkata bahwa dia bekerja banting tulang dan melupakan waktu istirahatnya untuk membahagiakan keluarga, siapa yang salah dan siapa yang benar? Bagi saya semua benar dan semua berkorban untuk membahagiakan orang yang mereka sayangi, hanya masalahnya ada pada saat kita memilih mana yang harus kita prioritaskan. Hidup harus seimbang walau sebenarnya keseimbangan itu mustahil.

Tentu kita ingat kisah Maria dan Marta. Marta sibuk dengan urusan dapur dan Maria hanya duduk di dekat kaki Yesus. Beberapa orang mengatakan bahwa Marta salah karena kesibukannya, saya tidak setuju, bahkan Yesus tidak berkata bahwa Marta salah. Marta melakukan pelayanan, apakah itu hal yang salah? Tidak! Tetapi Yesus berkata, "Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya". Kembali lagi kepada pilihan, mana yang akan kita lakukan.

Bekerja untuk hidup bukan hidup untuk bekerja. Pekerjaan tidak akan ada habisnya namun waktu yang kita miliki ada batasnya, demikian juga waktu yang dimiliki oleh orang-orang yang kita sayangi, mereka pun tidak akan selalu ada untuk menunggu kita datang kepada mereka.

Dalam menjalani hidup ini kita akan selalu diperhadapkan pada banyak pilihan. Di saat kita memilih yang satu maka kita akan kehilangan yang lain. Buatlah prioritas dan disiplin lah dalam hal itu. Saya tidak bisa memberikan prioritas saya kepada Anda karena kita adalah manusia yang memiliki pilihan masing-masing, namun saya ingin prioritas kita yang utama adalah sama yaitu TUHAN di atas segalanya.

Marilah kita terus belajar dan terus minta hikmat dan kebijkasanaan agar kita dapat selalu memilih bagian yang terbaik dalam hidup kita. Jangan pernah menunda sesuatu kebaikan karena setiap waktu adalah berharga!

Amsal 19:20
Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.

IMMANUEL!