Senin, 08 Agustus 2011

Tuhan bertahta di atas Pujian

Sembah dan puji Dia...
Sembah dan puji Dia...
Sembah dan puji Dia Sang Raja...


Tentunya kalian tahu lirik lagu di atas, benar itu adalah sebuah lagu Natal yang mungkin merupakan lagu yang pasti kita dengan pada bulan Desember. Pertanyaannya adalah kenapa kita harus memuji dan menyembah Dia? Apakah Tuhan kita benar-benar membutuhkannya?

Mazmur 22:4 mengatakan, "......... Engkaulah yang kudus yang bersemanyam di atas puji-pujian orang Israel". Ayat ini sangat jelas sekali mengatakan bahwa Tuhan kita bertahta di atas puji-pujian umat Nya.
Mungkin sering kali kita mendapati orang yang selalu merendah dan tidak suka dipuji, namun apakah jadinya jika orang tersebut mengatakan hal demikian? Apakah kita akan berhenti memuji ataukah kita akan semakin kagum pada orang itu dan memujinya sebagai orang yang rendah hati? Kembali lagi kepada pujian benar?
Kenapa kita haus akan pujian itu karena pencipta kita pun sangat menikmati puji-pujian dari kita, jadi berterima kasih lah bila Anda menerima pujian dari teman atau rekan Anda... =)

Berarti apakah cukup dengan puji-pujian kita bisa menyenangkan hati Tuhan? Jawabnya adalah BENAR, namun yang diminta oleh Tuhan adalah puji-pujian yang berkenan bagi Dia.
Roma 12:1, "Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itulah ibadahmu yang sejati.". Tidak susah bukan? Kita hanya perlu memberikan puji-pujian yang benar-benar dari diri kita, bukan hanya dari mulut kita, memang mudah sekali diucapkan namun butuh komitmen untuk melakukannya.

Susah? Benar dan sangat susah, namun apa janji Tuhan jika kita dapat melakukannya?
Yohanes 14:15, 21, dan 23
14 "Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku", memang susah, tapi inilah tanda bukti kalau kita mengasihi Dia.
21 "Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku dan Akupun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku kepadanya", lihatlah, inilah janji Tuhan.
23 "Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.", siapakah yang di maksud dengan "Kami", sudah pasti Bapa, Putra, dan Roh Kudus, ayat ini sekaligus menjawab bahwa Yesus adalah Allah dan juga Bapa. Bagaimana jika Allah Tri Tunggal berjanji untuk datang dan tinggal bersama-sama dengan kita? Apakah ada hal yang lebih indah daripada itu? Apakah janji Tuhan pernah tidak digenapi?

Sebuah kesaksian dari seorang Hamba Tuhan, Johan Lumoindong, saat dia menjadi pemimpin pujian di Jakarta. Saat itu pembawa firman Tuhan adalah pendeta Kong Hee. Saat puji-pujian sedang dinaikkan dan semua orang memuji dan menyembah Tuhan, worship leader bertugas untuk mengatur timing agar waktu dapat diatur dengan baik, namun Kong Hee berkata untuk meneruskan pujian, satu kalimat yang sangat bijak, dia mengatakan bahwa lebih baik waktunya untuk berbicara dikurangi daripada kita harus memutuskan puji-pujian yang adalah untuk Tuhan.

Biarlah kita belajar hari ini untuk dapat memuji dan menyenangkan hati Tuhan dengan mempersembahkan seluruh tubuh kita sebagai persembahan yang hidup, kudus, dan berkenan kepada-Nya.
Dan segala hormat, kuasa, pujian, dan kemuliaan hanya bagi Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tuhan memberkati.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar