Selasa, 20 November 2012

Ambil Berkat Anda...!

http://www.facebook.com/TuhanSelaluBukaJalan

Mazmur 55:23
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.

Sebagai orang Kristen kita tetap tidak luput dari yang namanya pencobaan hidup. Bahkan beberapa dari kita mungkin sampai saat ini pun belum merasakan yang namanya pemulihan dari masalah yang sedang kita hadapi. Permasalahan yang lama kadang membuat iman kita goyah dan mulai merasa bahwa TUHAN itu tidak ada, berhati-hatilah jika Anda mulai masuk ke tahap tersebut, dan teruskan membaca mungkin Anda mendapatkan jawaban dari permasalahan Anda.

Sebenarnya TUHAN kita adalah TUHAN yang tidak berkekurangan untuk memberkati kita, namun permasalahannya adalah kadang kita sendirilah yang tidak menyadari berkat yang sudah TUHAN sediakan untuk kita. 
Kidung Agung 7:11

Semerbak bau buah dudaim; dekat pintu kita ada pelbagai buah-buah yang lezat, yang telah lama dan yang baru saja dipetik. Itu telah kusimpan bagimu, kekasihku!
Kidung Agung raja Salomo menuliskan sesuatu yang sangat indah. Seorang kekasih yang telah mempersiapkan buah dudaim (buah dudaim adalah buah yang memiliki kasiat untuk meningkatkan kesuburan) dan berbagai buah-buah yang lezat bagi kekasihnya baik yang sudah dan akan dipetik. Kita adalah kekasih TUHAN, dan TUHAN pun seperti itu terhadap kita. Ada banyak "buah" yang sudah TUHAN petik dan siapkan untuk kita dan selain itu masih banyak lagi "buah-buahan lezat" yang akan dipetik untuk kita, tetapi pertanyaannya adalah kenapa ada "buah" yang sudah tetapi belum sampai kepada kita? Jawabannya adalah karena kita tidak benar-benar datang ke "pintu rumah TUHAN".

Berkat ada tetapi apakah kita mau datang untuk mengambilnya. Jika kita benar-benar intim dengan kekasih kita, TUHAN YESUS, maka kita akan mengalami yang namanya "masa kesuburan".

Apa yang membuat kita jauh dari TUHAN? Sebagai orang Kristen masalah terbesar kita selain keinginan daging adalah karena keraguan kita kepada TUHAN kita. Saat kita mulai takut terhadap masalah yang kita alami, secara tidak langsung sebenarnya kita sudah mulai meragukan keberadaan TUHAN.

Kekuatiran kita adalah bukti bahwa kita mulai kehilangan kepercayaan kita kepada kuasa TUHAN yang tidak terbatas. Kekuatiran kita hanya akan membawa kita semakin jauh dari TUHAN. Percayalah bahwa TUHAN tidak pernah meninggalkan kita, maka hidup kita akan bebas dari rasa kuatir. Jalani masalah yang ada dengan percaya diri. Saat kita merasa tidak sanggup, berdoalah kepada TUHAN ceritakan masalah yang ada dan serahkan semuanya kepada TUHAN, mengucap syukur dan kembali hadapi masalahmu. Itulah yang disebut sebagai IMAN, karena kita hidup bukan dengan melihat tetapi dengan PERCAYA!

Mazmur 55:23
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.


Kembali lagi saya kutip firman di atas, karena itulah janji TUHAN hari ini. Tidak selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah. Selamat buat Anda yang saat ini sedang berada dalam masalah, karena Anda akan melihat kuasa dan mujizat NYA saat ini! Selalu mengucap syukur, percaya, dan berserah penuh kepada NYA!

TUHAN YESUS selalu menyertai kita...!

untuk pertemanan follow @DavidHimapastra

Senin, 05 November 2012

Belajar Mendengar Suara Tuhan...


Banyak kesaksian-kesaksian bahwa di dunia ini beberapa dari kita manusia diberikan karunia dan kesempatan untuk bisa berbicara langsung dengan Tuhan secara audible, menurut saya itu adalah pengalaman yang pastinya sangat menyenangkan dan berharga. Saya tidak tahu apakah itu benar atau tidak, namun yang saya tahu adalah tidak ada sesuatu yang tidak bisa Tuhan kita wujudkan, apalagi kalau hanya sebatas berbicara dengan Dia secara audible.

Pastinya kita semua ingin bisa memiliki pengalaman tersebut, lalu bagaimana caranya? Saya pun tidak tahu, karena sampai sekarang ini pun saya belum pernah berbicara dengan Tuhan secara audible. Tetapi saya akan bagikan apa yang saya tahu.

Yohanes 15:7
Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya.

Jawabannya sangat sederhana, yaitu "minta". Hubungan kita dengan Bapa adalah seperti ayah dan anak. Jika apa yang kita minta memang berguna, baik, dan bersifat membangun pasti akan diberikan, asal kita benar-benar tinggal di dalam Dia. Sama hal nya dengan kesempatan untuk bercakap-cakap dengan Tuhan. Kunci nya adalah kita tinggal di dalam Dia dan firman Nya tinggal di dalam hidup kita.

Bagaiman caranya untuk bisa tinggal di dalam Dia? Yaitu dengan menerima Tuhan Yesus sebagai juruselamat pribadi hidup kita. Lalu bagaimana agar firman Nya bisa tinggal di dalam hidup kita? Ya tentunya kita harus meningkatkan frekuensi kita membaca dan mendengarkan firman Nya. Tetapi sayangnya banyak dari kita ingin mengenal Dia tetapi malas membaca Alkitab.

Yohanes 1:1
Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Alkitab adalah firman Allah, jadi akan sangat aneh jika kita ingin mendengar suara Tuhan tetapi malas membaca Alkitab.

Bayangkan jika kita memiliki satu idola, katakanlah seorang artis, tentunya kita ingin mengenalnya lebih jauh lagi mulai dari mencari tahu jati dirinya, membaca biografinya, menonton film-film yang dia perankan, dan sebagainya. Bagi beberapa orang yang benar-benar nge-fans akan berusaha menjalin komunikasi dengan idola mereka lewat media sosial dan jika memungkinkan mereka akan mencari cara untuk bisa bertemu langsung dengan idolanya.

Apakah kita juga demikian terhadap Tuhan kita? Belajar mengenal siapa sebenarnya Yesus, membaca Firman, menjalin komunikasi yang intim lewat doa setiap saat, dan melakukan segala hal yang dapat menyenangkan hati Tuhan? Jika kita ingin mendengar suara Tuhan tetapi tidak memiliki kerinduan untuk benar-benar mengenal Dia, maka motivasi kita sudah salah. Bagaimana kita bisa mendengarkan suara Tuhan jika kita tidak memiliki kerinduan dan usaha untuk mengenal Dia?

Namun kabar baiknya adalah sekalipun kita tidak memliki kerinduan untuk mengenal Dia, tetapi Dia tetap rindu bisa melihat kita kembali kepada Dia. Marilah kita bersama renungkan apa yang jauh lebih penting di dunia ini daripada pengenalan akan Tuhan? Jika saat ini kita masih memiliki motivasi yang salah mari kita bersama-sama instropeksi diri dan berdoa meminta kepada Roh Kudus untuk membantu kita kembali kepada motivasi yang benar, yaitu kerinduan akan hubungan yang intim dengan Dia.

Saat kita intim dengan Dia, maka kita pun akan mudah untuk mendengarkan suara Tuhan, melalui doa dan penyembahan, baik lewat suara hati kita ataupun secara audible...

TUHAN YESUS menyertai...!

Minggu, 04 November 2012

Lebih Baik Satu Hari Di Pelataran MU TUHAN...

http://www.facebook.com/TuhanSelaluBukaJalan

Mazmur 84:11
Sebab lebih baik satu hari di pelataran-Mu dari pada seribu hari di tempat lain; lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allahku dari pada diam di kemah-kemah orang fasik.

Waktu saya pertama kali medengar lagu yang diambil dari Mazmur Daud di atas (tentunya kalianpun tahu lagu yang saya maksud) saya semakin diteguhkan bahwa apa yang Allah kita sediakan bagi kita jauh melebihi apa yang dunia bisa sediakan. Setiap mendengarkan lagu tersebut saya merasa mendapatkan kekuatan dalam menghadapi masalah-masalah saya.

Tetapi tetap saja kenyataan tidak pernah seindah apa yang kita pikirkan. Biarpun kita tahu bahwa kita memiliki Allah yang jauh lebih besar dari masalah kita, tetapi saja kita jatuh. Saya pun demikian, tidak lepas dari masalah dan juga berkali-kali saya jatuh dan tidak jarang juga saya lebih memilih solusi yang dunia tawarkan dan meninggalkan Tuhan. Apa mungkin ada yang memiliki pengalaman seperti saya?

Yesasa 49:14
Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku."

Ternyata masalah kita sudah ada sejak lama, bahkan Alkitab kita pun menulis keluhan Sion yang merasa ditinggalkan dan dilupakan oleh Tuhan. Tetapi lihat apa jawaban Tuhan;

Yesaya 49:15-16
Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku.

Bahkan jikalau seorang perempuan bisa melupakan anaknya, Tuhan kita tidak akan pernah melupakan kita. Ditambahkan Nya juga Dia telah melukiskan kita di telapak tangan Nya dan tembok-tembok (masalah) kita tetap di ruang mata Nya (dalam pengawasan Tuhan).

Wow...!
Betapa hebatnya Tuhan kita, bahkan kita yang berkali-kali meninggalkan Nya, Dia tidak pernah sekali-sekali meninggalkan kita. Apakah pantas jika kita meragukan lawatan Tuhan?

"Ampunilah saya Tuhan yang kurang percaya ini..."

Lalu, mengapa banyak doa-doa kita yang rasanya tidak dijawab oleh Tuhan? Ada satu jawaban menarik dari kakak rohani saya, dia berkata bahwa jawaban Tuhan dibagi dalam dua kurun waktu, pertama adalah jawaban yang lama dan kedua adalah jawaban yang sangat lama. Maksudnya? Tuhan tidak pernah memberikan jawaban yang instan kepada anak-anak Nya, Dia ingin memberikan sebuah proses kepada kita untuk bisa semakin bertumbuh.

Konteks lama dan sangat lama memiliki satu kesamaan, yaitu Tuhan tidak pernah terlambat. Ingatlah bahwa Tuhan memiliki rancangan di atas rancangan kita, jadi percayalah bahwa itu semua terbaik bagi hidup kita, jangan protes kepada Tuhan tetapi percayalah dan berserah kepada Nya.

Mari kita sama-sama kembali renungkan, bahwa kita sebagai anak-anak Allah sudah sepatutnya sangat bersyukur, karena kita telah memiliki harta yang tidak dimiliki oleh dunia, yaitu kuasa Allah dalam hidup kita. Jangan pernah menyerah dalam keadaan kita, tetapi tetap percaya dan berserah hanya kepada Nya.

Satu hari dipelataran Nya akan membuat kita semakin dikuatkan, mari datang ke pelataran Nya setiap hari dalam saat teduh kita, TUHAN YESUS menyertai...!

Kamis, 01 November 2012

Pemeliharaan TUHAN...


Ayah: Anakku, ayah sudah memilikan jodoh yang tepat untuk kamu
Anak: TIDAK!
Ayah: Perempuan pilihan ayah adalah anak dari Bill Gates, orang terkaya nomer satu di dunia
Anak: SEPAKAT!

Ayah: Aku ingin kamu mengangkat anakku sebagai anakmu
Direktur Bank Dunia: TIDAK!
Ayah: Tetapi anakku adalah calon menantu dari Bill Gates
Direktur Bank Dunia: SEPAKAT!

Ayah: Aku ingin menjodohkan anak perempuanmu dengan pria pilihanku
Bill Gates: TIDAK!
Ayah: Tetapi pria pilihanku adalah anak dari direktur Bank Dunia
Bill Gates: SEPAKAT!

Lelucon di atas sudah sangat terkenal di dalam kelas-kelas komunikasi maupun negosiasi. Sebagai seorang pengusaha ataupun seorang marketing kita diajarkan untuk bisa bernegosiasi dengan baik, bahkan kadang kita dituntut untuk bisa memberikan sebuah janji yang sebenarnya belum tentu bisa kita tepati, namun bukan berarti menipu konsumen kita, tetapi dengan perhitungan yang matang kita bisa mengusahakannya menjadi sebuah kenyataan.

Bisnis semakin susah akhir-akhir ini. Saat berdiskusi dengan teman saya untuk membuka sebuah bisnis saja kita sudah sangat kebingungan untuk membuka apa. Hampir semua sudah diperjualbelikan di dunia ini. Persaingan juga sudah semakin memanas. Banyak merk-merk yang pada jaman dahulu dianggap besar namun saat ini sudah di ambang kebangkrutan.

Untuk bisa survive di keadaan yang seperti saat ini memang tidaklah mudah, tetapi bukan tidak mungkin. Banyak teman saya yang membuka bisnis dengan modal-modal yang sangat besar, benar mereka dapat berjalan tetapi ada juga teman-teman saya yang membuka bisnis bahkan hampir tanpa modal namun bisa lebih sukses daripada yang menggunakan modal. Salah satu contohnya adalah teman saya yang bekerja sebagai seorang trader. Pekerjaannya setiap hari hanya di depan komputer dan mencari barang yang menarik untuk dijual, lalu dia mengiklankannya melalui jaringan sosial, memulai dari bisnis kecil antar kota hingga kini dia menjadi importir dari negara luar.

Lalu bagaimana dengan kita anak-anak ALLAH?

Selama kita masih ada di dunia ini, maka mau tidak mau kita masih harus mengikuti peraturan yang berlaku di dunia ini. Kita harus ikut memutar otak untuk bisa survive. Tetapi ada faktor yang membedakan dan ini adalah faktor yang sangat vital, yaitu pemeliharaan ALLAH.

Kitab 1 Raja-Raja 17: 7-16 mencatat sebuah kisah dimana saat itu Elia diperintahkan TUHAN untuk pergi kepada seorang janda untuk dipakai TUHAN memelihara Elia. Namun ternyata yang ditemui Elia adalah seorang janda miskin, bahkan sangat miskinnya sehingga harta yang dimiliki hanyalah segenggam tepung dan sedikit minyak yang pada awalnya ingin dia olah untuk makan dia dan anaknya lalu mereka akan menunggu ajal karena sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Namun dengan keadaan yang sedemikian buruknya, Elia masih memerintahkan janda tersebut untuk membuatkan lebih dahulu baginya roti bundar kecil. Kalau kita hubungkan dengan akal sehat, maka janda tersebut punya alasan yang sangat kuat untuk menolak menolong Elia, namun tetap dia laksanakan dan mujizat terjadi dimana tepung dan minyak tidak habis hingga sampai hujan kembali diturunkan.

TUHAN memang berjanji melalui firman Nya bahwa Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Namun TUHAN juga tidak ingin membuat kita lemah karena terlalu dimanjakan dengan berkat-berkat Nya, maka dalam pemeliharaan TUHAN tetap ada yang namanya sebuah proses.

Yesasa 49:14
"Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku.""


Mungkin seringkali dalam menjalani proses yang TUHAN boleh ijinkan terjadi di dalam hidup ini, kita merasa seolah TUHAN jauh dari kita, itu hal yang juga seringkali saya alami. Bisnis lancar di depan, tetapi banyak sekali masalah di belakang, dan saya mulai merasa bahwa TUHAN tidak menyertai, tetapi itulah proses yang harus kita alami, karena TUHAN tidak pernah memberikan jalan pintas yang akhirnya hanya membuat kita tidak bertumbuh.

Yesasa 49:16
"Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku."

Mari kita bersama-sama belajar untuk bisa menjadi lebih pintar dan terus mengasah kemampuan bisnis kita, dan bila tiba saatnya pencobaan dan masalah datang menghampiri kita maka saat itulah kita harus ingat bahwa TUHAN tidak pernah sekalipun melupakan kita dan DIA akan selalu dan selamanya bersama dengan  kita.

TUHAN YESUS memberkati...!

Sabtu, 06 Oktober 2012

INOVASI...


Pengalaman dan sharing yang diberikan Merry Riana memberikan efek yang cukup signifikan di dunia asuransi. Profesi asuransi semakin banyak diminati oleh anak-anak muda di Indonesia saat ini. Tetapi kebahagiaan yang dirasakan oleh perusahaan asuransi tidak selalu sama dengan yang dirasakan oleh setiap agen penjualannya. Jika bagi perusahaan hal ini membaut perusahaan menjadi lebih besar, maka yang dirasakan oleh agen penjualan adalah persaingan akan menjadi semakin sengit. Kabarnya 2015 nanti, luar negri dan salah satunya adalah negara Singapura diperbolehkan untuk menjual asuransi yang mereka miliki di Indonesia, dan ini akan menjadi pukulan yang juga cukup keras bagi para penjual asuransi di Indonesia.
Tetapi hal ini tidak menjadi masalah bagi teman saya. Dia melihat hal ini menjadi sebuah kesempatan. Dengan adanya ancaman dari pihak luar, dimana para agen penjualan berusaha menjual sebanyak-banyaknya, dia malah berhenti berjualan dan sibuk menyusun sebuah materi training yang kiranya dibutuhkan untuk bisa bersaing dengan pihak luar kelak. Dan bisnis training nya laris luar biasa, karena saat ini dia dianggap sebagai solusi dari masalah yang ada.

2 Korintus 5:17
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Dalam dunia profesional, inovasi adalah kata wajib yang selalu dan harus ada di dalamnya. Tanpa sebuah inovasi maka kita tidak akan punya senjata yang dapat kita andalkan pada saat harus bersaing dengan kompetitor. Sama halnya dengan mengikut Kristus, saat kita memutuskan berada di dalam Kristus maka kita akan disebut sebagai ciptaan baru, apa maksudnya? Kita berbeda dengan orang-orang dunia.

Roma 12:2
Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Di dalam kehidupan rohani, kita juga dituntut untuk melakukan inovasi, dimana kita harus menjadi berbeda. Hidup sebagai orang dunia memang jauh lebih muda, tidak ada pantangan-pantangan dan perintah yang harus kita turuti, semuanya sesuai dengan kehendak kita, tetapi menjadi berbeda adalah yang TUHAN inginkan. Bukan apa yang menurut kita baik, tetapi apa yang menurut TUHAN baik, menjadi seperti itulah yang TUHAN inginkan pada hidup kita.

Kembali ke dunia profesional, firman TUHAN mengajarkan hal yang sama. Menjadi biasa-biasa saja itu mudah, tetapi untuk menjadi yang luar biasa kita harus sekali lagi menjadi berbeda, atau biasa kita sebut dengan istilah inovasi.

  • Jualan cat tembok dengan hadiah mie instan sangatlah tidak wajar, tetapi promo semacam itu pernah dilakukan beberapa tahun lalu dan sukses.
  • Mesin ATM melayani penjualan pulsa menjadi hal yang sudah biasa, tetapi hal ini sangat aneh dan tidak biasa 10 tahun yang lalu.
  • Handphone adalah untuk telepon dan mengirim SMS, tetapi karena inovasi di tahun 2003 lalu membuat handphone juga menjadi sebuah kamera.
  • Gereja adalah tempat kita mendengar kotbah, tetapi sekarang kita dapat mendapatkannya dengan mudah melalui media internet.

TUHAN kita adalah TUHAN yang maha kreatif, marilah kita juga belajar untuk bisa menjadi berbeda dan melakukan terobosan-terobosan inovasi yang positif dan dapat memuliakan nama TUHAN!

TUHAN YESUS memberkati...

Rabu, 26 September 2012

Tidak Sekalipun Dia Meninggalkan Kita...


22 hari saya fakum dan tidak menulis blog ini. Ada beberapa alasan dan salah satunya karena saya sibuk dengan pindahan dan setting rumah kontrakan baru, bagi yang baru pertama kali mengikuti blog saya mungkin ada baiknya untuk membaca artikel berikut ini, dan tulisan saya kali ini adalah kesaksian saya mengenai masalah yang baru saja terjadi, (http://tuhanselalubukajalan.blogspot.com/2012/09/tuhan-kenapa-ini-harus-terjadi-pada-saya.html)

TUHAN itu baik, semua masalah saya telah diselesaikan NYA, bahkan dengan masalah tersebut saat ini pacar saya dapat tinggal di rumah yang lebih nyaman dari sebelumnya. Dan sekali lagi terbukti bahwa TUHAN memang tidak pernah sekali-sekali meninggalkan anak-anak NYA.

Ibrani 13:5b
"Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."

Ada beberapa pilihan rumah kontrakan yang diperhadapkan kepada kami (saya dan pacar saya), dan setelah kami seleksi akhirnya jatuh pada dua pilihan. Satu dengan harga yang lebih murah namun dalam bentuk rumah lama, dan satu lagi dengan harga yang lebih mahal namun dalam bentuk rumah baru. Tentunya sebagai tempat tinggal dan usaha photography, rumah (berikutnya akan dijadikan sebagai studio) menjadi salah satu aset yang harus diperhitungkan dalam kesuksesan bisnis kami.

Dalam hati berkata ingin mengambil yang lebih murah, disamping dari lebih rendahnya biaya juga saya merasa sulit untuk melepaskan uang yang begitu besar apalagi saya membutuhkan uang tersebut untuk perputaran bisnis saya yang lain. Namun di sinilah TUHAN mengajar saya, dimana saya diajarkan untuk berserah dan beriman kepada TUHAN.

Yakobus 2:26
Sebab seperti tubuh tanpa roh adalah mati, demikian jugalah iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati.

Iman tanpa perbuatan adalah mati. Saya diingatkat oleh ayat tersebut. Dan inilah saatnya saya untuk bisa membuktikan kepada diri saya bahwa saya memiliki iman dan saya memiliki TUHAN yang tidak pernah meninggalkan saya. Akhirnya saya memilih rumah kontrakan yang lebih mahal untuk tempat tinggal pacar saya dan juga untuk bisnis photography kami.

Seperti skenario yang saya pikirkan, uang saya habis. Namun di sinilah berkat TUHAN mulai nyata. Suatu kali saya lunch dengan sahabat-sahabat saya dan tiba-tiba arah pembicaraan kita mengarah pada suatu bisnis dan akhirnya kami diberikan sebuah berkat untuk dapat membuka satu lini bisnis baru di bidang travel, dan ini menjadi satu hal yang baru bagi pemasukan saya. Begitu pula dengan bisnis saya yang lain, sangat diberkati seolah-olah TUHAN ingin membantu saya mendapatkan kembali uang yang saya pakai untuk membayar kontrakan rumah tersebut.

Dari kejadian tersebut saya belajar bahwa TUHAN memang tidak pernah sekalipun meninggalkan anak-anak NYA. Seperti seorang ibu yang mengajarkan anaknya berjalan, TUHAN akan melepaskan kita untuk berjalan sendiri namun tidak sekalipun TUHAN meninggalkan kita, Dia akan tetap berada di dekat kita untuk menopang kita di saat kita jatuh.

Marilah kita belajar untuk bisa benar-benar berserah penuh kepada TUHAN, karena TUHAN kita adalah TUHAN yang dasyat dan tidak sekalipun TUHAN meninggalkan kita.

TUHAN YESUS memberkati...!

Selasa, 04 September 2012

TUHAN... Kenapa ini harus terjadi pada saya...?

http://www.facebook.com/TuhanSelaluBukaJalan

Matius 6:33
"Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu."

"TUHAN, ayat di atas merupakan janji yang luar biasa. Hanya dengan mengutamakan Engkau maka semuanya akan saya dapatkan..."

Apakah Anda juga berpikir seperti demikian? Jujur saja itu adalah apa yang saya pikirkan dulu. Hidup ikut TUHAN itu enak, semuanya akan TUHAN sediakan dan kita tidak akan pernah kekurangan. Apakah ada cara hidup yang lebih terjamin dari ini?

Nah, inilah permasalahannya! Coba kembali kita introspeksi diri kita masing-masing, apakah kita sudah benar-benar memprioritaskan TUHAN sebagai yang terutama di dalam hidup kita? Ataukah karena janji yang begitu manis sehingga kita memilih mengikut TUHAN?

"Kenapa kamu mau masuk sorga? Karena kamu takut masuk neraka? Atau karena ada Yesus di dalam sorga?"

Saya pernah juga menerima pertanyaan seperti demikian dan itulah yang akhirnya mengubah pola hidup saya sebagai orang Kristen. Orang yang mengutamakan TUHAN pasti diberkati, BENAR! Tetapi mengikut TUHAN karena ingin diberkati, itu adalah memperalat TUHAN. Tetapi TUHAN itu benar-benar baik, TUHAN tidak pernah meninggalkan orang yang demikian. Dia akan mengajar orang tersebut hingga benar-benar sadar bahwa cinta TUHAN adalah yang terutama.

Saya memiliki sebuah rumah kontrakan untuk tempat usaha dan juga tempat tinggal pacar saya. Sudah setengah tahun rumah itu kami gunakan dan rencananya adalah sampai dua tahun. Dan karena suatu hal terjadi pada rumah tersebut, maka kami harus meninggalkan rumah itu secepatnya dan kurang dari 8 hari. Bisa Anda bayangkan? Saya harus mencari kontrakan lain dalam waktu yang sangat singkat, dan hampir seluruh hasil usaha kami putarkan ke dalam bentuk barang. Ini adalah kondisi yang sulit bagi kami. Uang, saya punya, tetapi itu adalah satu-satunya, jika saya harus bayar kontrakan lagi maka uang saya habis, dan saya juga tidak tahu kedepan saya harus bekerja dengan modal apa.

Tetapi disinilah saya ingin bersaksi, bahwa janji TUHAN itu "Ya dan Amin". Saya belum mendapatkan apa-apa, tetapi saya mau bersaksi bahwa TUHAN mampu buka jalan bagi kami. Jika saya selalu memprioritaskan uang sebagai yang utama untuk hidup di dunia ini, maka TUHAN kali ini ingin mengajar saya bahwa di dunia ini uang bukanlah segalanya. Uang boleh hilang, tetapi hidup bersama TUHAN tidak pernah saya ijinkan untuk lepas sedetikpun.

Galatia 6:9
"Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah."

Mari kita belajar untuk bisa benar-benar memprioritaskan TUHAN di dalam kehidupan kita. Ingat janji TUHAN tidak pernah tidak digenapi dan selalu datang pada waktu yang tepat!

Tuhan Yesus memberkati...